MICE  

Wisatawan Pulang, Kawasan Lembang masih Disergap Kemacetan

Wisatawan Pulang, Kawasan Lembang masih Disergap Kemacetan

SEJUMLAH ruas jalan di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat terpantau mengalami kepadatan kendaraan pada awal 2024. Lalu lintas didominasi kendaraan luar daerah yang hendak kembali ke daerah asal setelah menghabiskan libur panjang.

Terpantau pada Senin (1/1) siang, titik kemacetan terjadi di hampir seluruh ruas jalan mulai dari Jalan Raya Lembang, Jalan Tangkuban Parahu, Jalan Maribaya, Jalan Kolonel Masturi hingga jalur alternatif.

Pihak kepolisian dikerahkan untuk mengurai kemacetan di titik-titik rawan di antaranya persimpangan jalan serta di jalur objek wisata. Selain itu, juga dilakukan sejumlah rekayasa lalu lintas, seperti sistem buka tutup jalan.

Pengalihan jalur dilakukan di Simpang Panorama yang menjadi titik pertemuan kendaraan dari arah Tangkuban Parahu, Jalan Maribaya dan Jalan Raya Lembang. Hal ini dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di Jalan Panorama.

Hingga pukul 16.00 WIB, arus lalu lintas masih cukup padat namun tidak
separah pada siang hari. Berdasarkan keterangan kepolisian, sebanyak 13
kali diberlakukan rekayasa one way. Lima kali dari arah Lembang ke
Bandung dan 8 kali dari arah sebaliknya.

“Kondisi lalu lintas di Lembang ramai lancar. Arus balik sudah terlihat
namun kunjungan wisata juga masih ada,” ungkap Kapolsek Lembang Komisaris Hadi Mulyana.

Skema rekayasa one way hanya diberlakukan situasional dengan melihat
situasi di jalan raya. Pihaknya mengimbau wisatawan mewaspadai perubahan cuaca di Lembang yang sewaktu-waktu bisa turun hujan.

“Tetap patuhi imbauan petugas di lapangan, jika kelelahan sebaiknya cari tempat istirahat yang aman,” ucap Hadi.

Sementara, seorang pengemudi ojek online, Yudi, 34, mengaku menempuh
perjalanan lebih lama saat mengangkut penumpang yang berwisata dari Cikole ke Lembang.

“Tadi habis antar penumpang dari Orchid Forest menuju Floating Market, lama perjalanan hampir 2 jam karena jalurnya padat ditambah ada buka tutup jalur. Padahal saya pakai motor,” kata Yudi.

Pengguna kendaraan lainnya, Ahmad terpaksa menembus kemacetan untuk
mengantar barang dari Bandung ke Lembang. Jika normalnya waktu perjalanan hanya kurang dari satu jam, tetapi kali ini hingga lebih dari dua jam.

“Keluar Pasteur macet, masuk jalur RSHS sudah mulai padat. Terus Ledeng, habis Ledeng lancar, cuma pas lewat Polsek Cidadap agak mandeg soalnya one way. Sekarang posisi dari Alun-alun Lembang macet menuju arah Bandung, padahal lokasi pengantaran barang sudah deket, di depan pasar,” ucap Ahmad. (SG)

SEJUMLAH ruas jalan di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat terpantau mengalami kepadatan kendaraan pada awal 2024. Lalu lintas didominasi kendaraan luar daerah yang hendak kembali ke daerah asal setelah menghabiskan libur panjang.

Terpantau pada Senin (1/1) siang, titik kemacetan terjadi di hampir seluruh ruas jalan mulai dari Jalan Raya Lembang, Jalan Tangkuban Parahu, Jalan Maribaya, Jalan Kolonel Masturi hingga jalur alternatif.

Pihak kepolisian dikerahkan untuk mengurai kemacetan di titik-titik rawan di antaranya persimpangan jalan serta di jalur objek wisata.  Selain itu, juga dilakukan sejumlah rekayasa lalu lintas, seperti sistem buka tutup jalan.

Pengalihan jalur dilakukan di Simpang Panorama yang menjadi titik pertemuan kendaraan dari arah Tangkuban Parahu, Jalan Maribaya dan Jalan Raya Lembang. Hal ini dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di Jalan Panorama.

Hingga pukul 16.00 WIB, arus lalu lintas masih cukup padat namun tidak

separah pada siang hari. Berdasarkan keterangan kepolisian, sebanyak 13

kali diberlakukan rekayasa one way. Lima kali dari arah Lembang ke

Bandung dan 8 kali dari arah sebaliknya.

“Kondisi lalu lintas di Lembang ramai lancar. Arus balik sudah terlihat

namun kunjungan wisata juga masih ada,” ungkap Kapolsek Lembang Komisaris Hadi Mulyana.

Skema rekayasa one way hanya diberlakukan situasional dengan melihat

situasi di jalan raya. Pihaknya mengimbau wisatawan mewaspadai perubahan cuaca di Lembang yang sewaktu-waktu bisa turun hujan.

“Tetap patuhi imbauan petugas di lapangan, jika kelelahan sebaiknya cari tempat istirahat yang aman,” ucap Hadi.

Sementara, seorang pengemudi ojek online, Yudi, 34, mengaku menempuh

perjalanan lebih lama saat mengangkut penumpang yang berwisata dari Cikole ke Lembang.

“Tadi habis antar penumpang dari Orchid Forest menuju Floating Market, lama perjalanan hampir 2 jam karena jalurnya padat ditambah ada buka tutup jalur. Padahal saya pakai motor,” kata Yudi.

Pengguna kendaraan lainnya, Ahmad terpaksa menembus kemacetan untuk

mengantar barang dari Bandung ke Lembang. Jika normalnya waktu perjalanan hanya kurang dari satu jam, tetapi kali ini hingga lebih dari dua jam.

“Keluar Pasteur macet, masuk jalur RSHS sudah mulai padat. Terus Ledeng, habis Ledeng lancar, cuma pas lewat Polsek Cidadap agak mandeg soalnya one way. Sekarang posisi dari Alun-alun Lembang macet menuju arah Bandung, padahal lokasi pengantaran barang sudah deket, di depan pasar,” ucap Ahmad. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com