MICE  

WHO Peringatkan Populasi di Gaza dalam ‘Bahaya Besar’

WHO Peringatkan Populasi di Gaza dalam ‘Bahaya Besar’

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan konflik di Gaza yang tidak juga reda menyebabkan penduduk di wilayah itu berada dalam “bahaya besar”. Kelaparan akut dan keputusasaan di seluruh wilayah Palestina yang dilanda konflik, mengancam jumlah populasi di sana.

WHO mengatakan pihaknya telah mengirimkan pasokan ke dua rumah sakit pada Selasa (26/12) , dan hanya 15 dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza yang berfungsi dengan kapasitas seadanya.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk meringankan bahaya besar yang dihadapi penduduk Gaza. “Selain itu, Langkah tersebut juga dapat membantu para pekerja kemanusiaan untuk meolong orang-orang yang mengalami luka parah, kelaparan akut, dan berisiko parah terkena penyakit.”

“Kemampuan WHO untuk memasok obat-obatan, perlengkapan medis, dan bahan bakar ke rumah sakit semakin dibatasi oleh kelaparan dan keputusasaan orang-orang dalam perjalanan menuju dan di dalam rumah sakit yang kita jangkau,” kata pernyataan WHO.

Staf mereka melaporkan kadang penduduk mencegat truk-truk bantuan di tengah jalan lantaran saking putus asanya mereka.

“Keamanan staf kami dan kelangsungan operasi bergantung pada lebih banyak makanan yang tiba di seluruh Gaza dalam waktu dekat,” kata Tedros, Rabu (27/12).

Resolusi Dewan Keamanan PBB pekan lalu menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar secara aman dan tanpa hambatan, namun resolusi itu tidak menyerukan diakhirinya pertempuran dengan segera.

Tedros mengatakan resolusi tersebut tampaknya memberikan harapan akan peningkatan distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza. Namun, kata dia, berdasarkan laporan saksi mata dari staf WHO di lapangan, tragisnya resolusi tersebut belum memberikan dampak terhadap penghentian konflik.

“Apa yang sangat kita perlukan saat ini adalah gencatan senjata untuk menghindarkan warga sipil dari kekerasan lebih lanjut dan memulai jalan panjang menuju rekonstruksi dan perdamaian,” tegasnya.(AFP/M-3)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  memperingatkan konflik di Gaza yang tidak juga reda menyebabkan penduduk di wilayah itu berada dalam “bahaya besar”. Kelaparan akut dan keputusasaan di seluruh wilayah Palestina yang dilanda konflik, mengancam jumlah populasi di sana.

WHO mengatakan pihaknya telah mengirimkan pasokan ke dua rumah sakit pada Selasa (26/12) , dan hanya 15 dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza yang berfungsi dengan kapasitas seadanya.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk meringankan bahaya besar yang dihadapi penduduk Gaza. “Selain itu, Langkah tersebut juga dapat membantu para pekerja kemanusiaan untuk meolong orang-orang yang mengalami luka parah, kelaparan akut, dan berisiko parah terkena penyakit.”

“Kemampuan WHO untuk memasok obat-obatan, perlengkapan medis, dan bahan bakar ke rumah sakit semakin dibatasi oleh kelaparan dan keputusasaan orang-orang dalam perjalanan menuju dan di dalam rumah sakit yang kita jangkau,” kata pernyataan WHO.

Staf mereka melaporkan kadang penduduk mencegat truk-truk bantuan di tengah jalan lantaran saking putus asanya mereka.

“Keamanan staf kami dan kelangsungan operasi bergantung pada lebih banyak makanan yang tiba di seluruh Gaza dalam waktu dekat,” kata Tedros, Rabu (27/12).

Resolusi Dewan Keamanan PBB pekan lalu menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar secara aman dan tanpa hambatan,  namun resolusi itu tidak menyerukan diakhirinya pertempuran dengan segera.

Tedros mengatakan resolusi tersebut tampaknya memberikan harapan akan peningkatan distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza. Namun, kata dia, berdasarkan laporan saksi mata dari staf WHO di lapangan, tragisnya resolusi tersebut belum memberikan dampak terhadap penghentian konflik.

“Apa yang sangat kita perlukan saat ini adalah gencatan senjata untuk menghindarkan warga sipil dari kekerasan lebih lanjut dan memulai jalan panjang menuju rekonstruksi dan perdamaian,” tegasnya.(AFP/M-3)

Sumber: mediaindonesia.com