MICE  

Wakapolri Tantang Siswa Sespim Polri Mengasah Kemampuan dan Manajemen Lapangan

Wakapolri Tantang Siswa Sespim Polri Mengasah Kemampuan dan Manajemen Lapangan

BANGSA Indonesia saat ini dihadapkan situasi global yang penuh
ketidakpastian dengan terjadinya perang Rusia-Ukraina serta
Israel-Palestina. Selain itu juga terkait persaingan dagang China-Amerika dan perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan.

Tantangan ini berdampak negatif terhadap ekonomi global yang pada 2024 diproyeksikan hanya 2,9% dan tingkat inflasi global bisa mencapai 5,8%. Bukan hanya itu, saat ini sudah terdapat 25 negara gagal bayar utang, 96 negara pasien IMF dan 250 juta orang di 58 negara mengalami
kerawanan pangan akut.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Agus Andrianto saat menyampaikan sambutan pada Upacara Pembukaan Pendidikan Sespim Lemdiklat Polri di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (17/1).

Namun dibalik itu semua, kata Agus, semua patut bersyukur karena kekuatan ekonomi Indonesia masih stabil. Pertumbuhan ekonomi kuartal tiga 2023 sebesar 4,49%. Angka ini menempati peringkat 4 tertinggi di negara G20.

“Sementara inflasi Desember 2023 sebesar 2,61%, ini menjadi peringkat ke-7 terendah G20. Neraca perdagangan surplus 7,82 miliar USD atau surplus 43 bulan berturut-turut sejak 2020,” kata Agus.

Ia mengatakan, salah satu faktor stabilitas ekonomi nasional berkat
tingginya tingkat kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Di antaranya berkat keberhasilan mengendalikan covid-19, sukses menyelenggarakan forum internasional dan even internasional, serta Indonesia sebagai jembatan perdamaian dunia.

“Selain itu, berkat baiknya kinerja APBN yang didukung berbagai program
transformasi ekonomi,” ujarnya.

Agus meminta peserta didik Sespim mengasah kemampuan dan manajemen lapangan dengan penguatan upaya tepat prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan sebagaimana konsep transpormasi Polri Presisi serta memupuk kepekaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Hal ini penting karena ke depan kita juga menghadapi berbagai agenda
nasional maupun internasional. Seperti pembangunan IKN, proyek strategis nasional, Moto GP Mandalika, AFC, pemilu serentak dan lainnya,” jelasnya.

Bicara tentang pemilu, lanjut Agus, pesta demokrasi 5 tahunan ini sangat penting untuk langkah bangsa ke depan. Karena itu, peserta Sespim diharapkan dapat berkontribusi agar pemilu berjalan aman, damai, sejuk, dan legitimet dengan menjadi simpul perekat persatuan bangsa melalui berbagai kegiatan.

Tahun ini, jumlah peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-33 tahun 2024 terdiri dari 75 orang anggota Polri, 19 orang TNI, dua orang dari Kejaksaan Agung, dan 1 orang dari Kementerian Hukum dan HAM.

Sementara peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-64 terdiri dari 269 orang Polri, 24 anggota TNI, dan tiga peserta mancanegara dari Singapura, Malaysia dan Timor Leste. (SG)

BANGSA Indonesia saat ini dihadapkan situasi global yang penuh

ketidakpastian dengan terjadinya perang Rusia-Ukraina serta

Israel-Palestina. Selain itu juga terkait persaingan dagang China-Amerika dan perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan.

Tantangan ini berdampak negatif terhadap ekonomi global yang pada 2024 diproyeksikan hanya 2,9% dan tingkat inflasi global bisa mencapai 5,8%. Bukan hanya itu, saat ini sudah terdapat 25 negara gagal bayar utang, 96 negara pasien IMF dan 250 juta orang di 58 negara mengalami

kerawanan pangan akut.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Agus Andrianto saat menyampaikan sambutan pada Upacara Pembukaan Pendidikan Sespim Lemdiklat Polri di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (17/1).

Namun dibalik itu semua, kata Agus, semua patut bersyukur karena kekuatan ekonomi Indonesia masih stabil. Pertumbuhan ekonomi kuartal tiga 2023 sebesar 4,49%. Angka ini menempati peringkat 4 tertinggi di negara G20.

“Sementara inflasi Desember 2023 sebesar 2,61%, ini menjadi peringkat ke-7 terendah G20. Neraca perdagangan surplus 7,82 miliar USD atau surplus 43 bulan berturut-turut sejak 2020,” kata Agus.

Ia mengatakan, salah satu faktor stabilitas ekonomi nasional berkat

tingginya tingkat kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Di antaranya berkat keberhasilan mengendalikan covid-19, sukses menyelenggarakan forum internasional dan even internasional, serta Indonesia sebagai jembatan perdamaian dunia.

“Selain itu, berkat baiknya kinerja APBN yang didukung berbagai program

transformasi ekonomi,” ujarnya.

Agus meminta peserta didik Sespim mengasah kemampuan dan manajemen lapangan dengan penguatan upaya tepat prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan sebagaimana konsep transpormasi Polri Presisi serta memupuk kepekaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Hal ini penting karena ke depan kita juga menghadapi berbagai agenda

nasional maupun internasional. Seperti pembangunan IKN, proyek strategis nasional, Moto GP Mandalika, AFC, pemilu serentak dan lainnya,” jelasnya.

Bicara tentang pemilu, lanjut Agus, pesta demokrasiĀ  5 tahunan ini sangat penting untuk langkah bangsa ke depan. Karena itu, peserta Sespim diharapkan dapat berkontribusi agar pemilu berjalan aman, damai, sejuk, dan legitimet dengan menjadi simpul perekat persatuan bangsa melalui berbagai kegiatan.

Tahun ini, jumlah peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-33 tahun 2024 terdiri dari 75 orang anggota Polri, 19 orang TNI, dua orang dari Kejaksaan Agung, dan 1 orang dari Kementerian Hukum dan HAM.

Sementara peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-64 terdiri dari 269 orang Polri, 24 anggota TNI, dan tiga peserta mancanegara dari Singapura, Malaysia dan Timor Leste. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com