MICE  

Usaha Sahabat Disabilitas Masuk Dalam Inkubator Bisnis PTI

Usaha Sahabat Disabilitas Masuk Dalam Inkubator Bisnis PTI

Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2023, Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) menggelar ajang bagi para Sahabat Disabilitas untuk mengikuti pameran, pentas seni, dan bazaar usaha. Para pengunjung dapat melihat produk-produk karya penyandang disabilitas yang dijual pada pameran bertajuk “Karya Tanpa Batas”.

Ketua Umum PTI Myra Winarko mengatakan, kegiatan Pameran ‘Karya Tanpa Batas’ menampilkan karya penyandang disabilitas. “Pameran ini dalam rangka mendukung kesetaraan bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam meraih kemerdekaan finansial melalui kesempatan dalam pengembangan bisnis,” kata Myra dalam siaran pers dikutip Minggu (10/12)

Myra mengungkapkan, pameran ini digelar berkat kerjasama antara Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama start-up Perempuan Tangguh Indonesia. Kerjasama ini memperkuat komitmen untuk membangun beberapa badan usaha disabilitas untuk menjadi inkubator bisnis seperti INWIDITA.

Kerjasama KemenKopUKM dan PTI difokuskan dalam membangun beberapa badan usaha disabilitas untuk menjadi inkubator bisnis INWIDITA. “Kerjasama ini terdiri dari 6 jenis usaha disabilitas yang akan mendapatkan pelatihan capacity building dan business matching untuk mencari investor yang cocok dengan badan usaha tersebut,” ujar Myra.

Myra menegaskan, pameran ini merupakan bagian dari upaya PTI untuk membangun gerakan sosial melalui skema organisasi berbasis ekonomi dan keanggotaan koperasi. “Kami akan terus melakukan kegiatan untuk kemajuan penyandang disabilitas sehingga suatu ekosistem bisnis disabilitas dapat tercipta,” tukas Myra.

Myra mengatakan, saat ini sudah ada beberapa usaha sahabat disabilitas yang masuk dalam inkubator bisnis PTI, yaitu Jagoan, Puka, Cidco, Asih Budi, Tabspace, juga usaha rintisan dari peserta pelatihan yaitu Touch n Glo (make up artis), Flower Kindness (pelatihan merangkai bunga), dan Cloud (pelatihan kuliner). Juga ada booth Koperasi.

Pameran yang diselenggarakan di Ashta District 8 Mall Lantai 2 dalam rangka jalinan kerja sama antara DANA Indonesia dan PTI untuk program Disabilitas Berdaya. PTI akan terus berkolaborasi dengan DANA, dengan melibatkan para disabilitas dan keluarganya sebagai anggota koperasi.

PTI kedepan akan mengidentifikasi dan mendukung hingga 20 usaha dalam program inkubasi bisnis, melibatkan kelas-kelas manajemen keuangan, pemasaran, dan aspek lain yang berkaitan dengan pengembangan perusahaan.

Tidak itu saja. PTI akan membantu memperbaiki legalitas usaha, memberikan mentoring, dan menyediakan sumber pembiayaan bagi usaha-usaha yang telah menunjukkan keberhasilan. “PTI yang memamerkan usaha dari anggotanya,” ungkap Myra.

Sementara itu, KemenKopUKM Teten Masduki menyambut baik acara ini dan terus menjalin kerjasama PTI. “Kami bersama PTI coba berkolaborasi untuk membuat ekosistem usaha bagi para penyandang disabilitas. Saya kira kerjasama ini cukup baik. Karena dari PTI berhasil juga menggandeng para pebisnis untuk jadi tempat belajar dan magang disabilitas, termasuk juga menyerap lapangan kerja. Ini pendekatan yang sangat bagus untuk mengajak semua pihak beri ruang dan kesempatan untuk belajar dan disabilitas bisa mengembangkan disi dan talenta,” kata Teten.

Teten mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan tiga start up untuk mendukung para penyandang disabilitas agar bisa memiliki akses untuk mengembangkan disi dan talentanya. Ketiga starup tersebut adalah Silang, Hear Me dan Deep Marketer.

Ada tiga platform aplikasi digital yang akan sangat membantu disabilitas. “Ini sedang kami inkubasi. Kami carikan juga dukungan pembiayaan. Penggunaan teknologi, termasuk melalui bantuan aplikasi digital, sangat penting bagi masyarakat disabilitas untuk membatu kehidupannya sehari-hari. Kami mengapresiasi PTI yang berkomitmen penuh untuk mendukung inkluasi dan permberdayaan sahabat disabilitas,” ujar Teten.

Teten berharap, para disabilitas kedepan terus berkembang pesat dan kian mandiri, khusus dan hal finansial. (RO/E-1)

Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2023, Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) menggelar ajang bagi para Sahabat Disabilitas untuk mengikuti pameran, pentas seni, dan bazaar usaha. Para pengunjung dapat melihat produk-produk karya penyandang disabilitas yang dijual pada pameran bertajuk “Karya Tanpa Batas”.

Ketua Umum PTI Myra Winarko mengatakan, kegiatan Pameran ‘Karya Tanpa Batas’ menampilkan karya penyandang disabilitas. “Pameran ini dalam rangka mendukung kesetaraan bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam meraih kemerdekaan finansial melalui kesempatan dalam pengembangan bisnis,” kata Myra dalam siaran pers dikutip Minggu (10/12)

 

Myra mengungkapkan, pameran ini digelar berkat kerjasama antara Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama start-up Perempuan Tangguh Indonesia. Kerjasama ini memperkuat komitmen untuk membangun beberapa badan usaha disabilitas untuk menjadi inkubator bisnis seperti INWIDITA.

 

Kerjasama KemenKopUKM dan PTI difokuskan dalam membangun beberapa badan usaha disabilitas untuk menjadi inkubator bisnis  INWIDITA. “Kerjasama ini terdiri dari 6  jenis usaha disabilitas yang akan mendapatkan pelatihan capacity building dan business matching untuk mencari investor yang cocok dengan badan usaha tersebut,” ujar Myra.

  

Myra menegaskan, pameran ini merupakan bagian dari upaya PTI untuk membangun gerakan sosial melalui skema organisasi berbasis ekonomi dan keanggotaan koperasi. “Kami akan terus melakukan kegiatan untuk kemajuan penyandang disabilitas sehingga suatu ekosistem bisnis disabilitas dapat tercipta,” tukas Myra.

 

Myra mengatakan, saat ini sudah ada beberapa usaha sahabat disabilitas yang masuk dalam inkubator bisnis PTI, yaitu Jagoan, Puka, Cidco, Asih Budi, Tabspace, juga usaha rintisan dari peserta pelatihan yaitu Touch n Glo (make up artis), Flower Kindness (pelatihan merangkai bunga), dan Cloud (pelatihan kuliner). Juga ada booth Koperasi.

 

Pameran yang diselenggarakan di Ashta District 8 Mall Lantai 2 dalam rangka jalinan kerja sama antara DANA Indonesia dan PTI untuk program Disabilitas Berdaya. PTI akan terus berkolaborasi dengan DANA, dengan melibatkan para disabilitas dan keluarganya sebagai anggota koperasi.

PTI kedepan akan mengidentifikasi dan mendukung hingga 20 usaha dalam program inkubasi bisnis, melibatkan kelas-kelas manajemen keuangan, pemasaran, dan aspek lain yang berkaitan dengan pengembangan perusahaan.

Tidak itu saja. PTI akan membantu memperbaiki legalitas usaha, memberikan mentoring, dan menyediakan sumber pembiayaan bagi usaha-usaha yang telah menunjukkan keberhasilan. “PTI yang memamerkan usaha dari anggotanya,” ungkap Myra.

Sementara itu, KemenKopUKM Teten Masduki menyambut baik acara ini dan terus menjalin kerjasama PTI. “Kami bersama PTI coba berkolaborasi untuk membuat ekosistem usaha bagi para penyandang disabilitas. Saya kira kerjasama ini cukup baik. Karena dari PTI berhasil juga menggandeng para pebisnis untuk jadi tempat belajar dan magang disabilitas, termasuk juga menyerap lapangan kerja. Ini pendekatan yang sangat bagus untuk mengajak semua pihak beri ruang dan kesempatan untuk belajar dan disabilitas bisa mengembangkan disi dan talenta,” kata Teten.

 

Teten mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan tiga start up untuk mendukung para penyandang disabilitas agar bisa memiliki akses untuk mengembangkan disi dan talentanya. Ketiga starup tersebut adalah Silang, Hear Me dan Deep Marketer.

 

Ada tiga platform aplikasi digital yang akan sangat membantu disabilitas. “Ini sedang kami inkubasi. Kami carikan juga dukungan pembiayaan. Penggunaan teknologi, termasuk melalui bantuan aplikasi digital, sangat penting bagi masyarakat disabilitas untuk membatu kehidupannya sehari-hari. Kami mengapresiasi PTI yang berkomitmen penuh untuk mendukung inkluasi dan permberdayaan sahabat disabilitas,” ujar Teten.

 

Teten berharap, para disabilitas kedepan terus berkembang pesat dan kian mandiri, khusus dan hal finansial.  (RO/E-1)

Sumber: mediaindonesia.com