MICE  

UPI Tutup Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

UPI Tutup Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

UNIVERSITAS Pendidikan Indonesia (UPI) menutup program Pertukaran
Mahasiswa Merdeka (PMM) gelombang 3 yang diikuti sebanyak 487 mahasiswa

Salah satu tujuan dari PMM ini adalah mahasiswa belajar menguatkann kebhinnekaan dan juga sebagai kontribusi sosial bagi masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI Prof Didi Sukyadi, Sabtu (13/1) mengatakan, bahwa penutupan sekaligus pelepasan dan perpisahan ini merupakan tahapan terakhir kegiatan PMM yang
diselenggarakan di UPI. Sebelumnya para mahasiswa tersebut mengikuti
perkuliahan dan menyelesaikan rangkaian program modul nusantara dengan
kegiatan kebhinekaan, refleksi, inspirasi serta kegiatan sosial
kemasyarakatan yang dimulai pada September 2023 dan berakhir pada
Januari 2024.

“Selanjutnya para mahasiswa kembali lagi kekampus asal dan mendapatkan
rekognisi 20 satuan kredit semester (sks),” ujarnya.

Koordinator MBKM UPI sekaligus Direktur Direktorat Pendidikan UPI Asep Supriatna menambahkan bahwa program PMM memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengambil dan mendalami berbagai mata kuliah yang
disukai dan sesuai dengan keinginan mahasiswa. Selain itu, program ini
juga berhasil dan sukses memberikan pengalaman dalam meningkatkan
wawasan mahasiswa di Indonesia tentang konsep diri dan manajemen diri,
Bhinneka Tunggal Ika, refleksi dan inspirasi, membangun kepekaan sosial
serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Melalui kerja sama, dukungan dan bantuan berbagai pihak di UPI,
pelaksanaan PMM ini dapat diselesaikan dengan baik sampai kegiatan
perpisahan dan pelepasan. Pada acara perpisahan para mahasiswa
menampilkan festival seni dan budaya Indonesia dengan menampilkan tari
kolaborasi yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra,”
terangnya.

Putri Utami Asrianti, liaison officer (LO) program itu mengungkapkan, program ini menarik, karena para mahasiswa mengikuti kegiatan kebhinekaan dengan melakukan kunjungan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat. Tujuannya untuk meningkatkan dan membiasakan berliterasi utamanya literasi kebhinekaan.

Para mahasiswa juga belajar untuk saling menghargai dan memahami orang-orang yang berbeda keyakinan tapi bisa saling hidup rukun dan damai.

“Mereka mengikuti berbagai kegiatan menarik seperti bedah film
untuk menggali makna dari film inspiratif, mengenal heritage bersejarah
di Taman Hutan Raya Ir Djuanda Bandung, Amazing Art Wold serta
berkunjung ke Saung Udjo untuk mengenal budaya dalam negeri dan luar
negeri serta mengenal dan melestarikan budaya angklung,” bebernya.

Pada akhir kegiatan, kata Putri, para mahasiswa juga mengikuti kegiatan
sosial, salah satunya di Yayasan Anak Jalanan (Yayasan Bagea), yang
bertujuan membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan yang
dihadapi serta memberikan kepedulian kepada anak-anak jalanan di Kota
Bandung. Yayasan ini bergerak dalam pencehahan serta penanganan masalah anak secara mandiri bagi anak terlantar dan anak jalanan melalui pendidikan, kesehatan, dan gerakan sosial masyarakat. (SG)

UNIVERSITAS Pendidikan Indonesia (UPI) menutup program Pertukaran

Mahasiswa Merdeka (PMM) gelombang 3 yang diikuti sebanyak 487 mahasiswa

Salah satu tujuan dari PMM ini adalah mahasiswa belajar menguatkann kebhinnekaan dan juga sebagai kontribusi sosial bagi masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI Prof Didi Sukyadi, Sabtu (13/1) mengatakan, bahwa penutupan sekaligus pelepasan dan perpisahan ini merupakan tahapan terakhir kegiatan PMM yang

diselenggarakan di UPI. Sebelumnya para mahasiswa tersebut mengikuti

perkuliahan dan menyelesaikan rangkaian program modul nusantara dengan

kegiatan kebhinekaan, refleksi, inspirasi serta kegiatan sosial

kemasyarakatan yang dimulai pada September 2023 dan berakhir pada

Januari 2024.

“Selanjutnya para mahasiswa kembali lagi kekampus asal dan mendapatkan

rekognisi 20 satuan kredit semester (sks),” ujarnya.

Koordinator MBKM UPI sekaligus Direktur Direktorat Pendidikan UPI Asep Supriatna menambahkan bahwa program PMM memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengambil dan mendalami berbagai mata kuliah yang

disukai dan sesuai dengan keinginan mahasiswa. Selain itu, program ini

juga berhasil dan sukses memberikan pengalaman dalam meningkatkan

wawasan mahasiswa di Indonesia tentang konsep diri dan manajemen diri,

Bhinneka Tunggal Ika, refleksi dan inspirasi, membangun kepekaan sosial

serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Melalui kerja sama, dukungan dan bantuan berbagai pihak di UPI,

pelaksanaan PMM ini dapat diselesaikan dengan baik sampai kegiatan

perpisahan dan pelepasan. Pada acara perpisahan para mahasiswa

menampilkan festival seni dan budaya Indonesia dengan menampilkan tari

kolaborasi yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra,”

terangnya.

Putri Utami Asrianti, liaison officer (LO) program itu mengungkapkan, program ini menarik, karena para mahasiswa mengikuti kegiatan kebhinekaan dengan melakukan kunjungan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat. Tujuannya untuk meningkatkan dan membiasakan berliterasi utamanya literasi kebhinekaan.

Para mahasiswa juga belajar untuk saling menghargai dan memahami orang-orang yang berbeda keyakinan tapi bisa saling hidup rukun dan damai.

“Mereka mengikuti berbagai kegiatan menarik seperti bedah film

untuk menggali makna dari film inspiratif, mengenal heritage bersejarah

di Taman Hutan Raya Ir Djuanda Bandung, Amazing Art Wold serta

berkunjung ke Saung Udjo untuk mengenal budaya dalam negeri dan luar

negeri serta mengenal dan melestarikan budaya angklung,” bebernya.

Pada akhir kegiatan, kata Putri, para mahasiswa juga mengikuti kegiatan

sosial, salah satunya di Yayasan Anak Jalanan (Yayasan Bagea), yang

bertujuan membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan yang

dihadapi serta memberikan kepedulian kepada anak-anak jalanan di Kota

Bandung. Yayasan ini bergerak dalam pencehahan serta penanganan masalah anak secara mandiri bagi anak terlantar dan anak jalanan melalui pendidikan, kesehatan, dan gerakan sosial masyarakat. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com