MICE  

UMB Memperkuat Komitmen Transformasi Pendidikan Berkelanjutan

UMB Memperkuat Komitmen Transformasi Pendidikan Berkelanjutan

Universitas Mercu Buana terus memperkuat komitmen untuk menciptakan transformasi pendidikan berkelanjutan melalui implementasi program Merdeka Belajar.

Hal ini disampaikan Rektor Unviersitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M. Eng., dalam sambutannya yang berjudul Membangun Kualitas Lulusan Melalui Merdeka Belajar dan Transformasi Pendidikan Berkelanjutan” di depan ribuan wisudawan pada acara Wisuda Diploma LV, Sarjana LIX, Magister XLVI, & Doktor VI Tahun Akademik 2023-2024 pada Rabu (13/12) di ICE, Tangerang Selatan.

Dikatakan Andi, salah satu langkah utama dalam transformasi ini adalah mengejawantahkan program Merdeka Belajar melalui penerapan kurikulum yang lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman. “Di Universitas Mercu Buana, kami mendorong para mahasiswa aktif dalam menentukan mata kuliah yang akan diambil. Para mahasiswa dapat terjun langsung, belajar di tengah-tengah dunia industri. Dengan demikian mahasiswa melakukan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di dunia industri,” kata Andi.

Ditambahkan Andi, di era digital saat ini Universitas Mercu Buana telah mengembangkan dan memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pengalaman belajar melalui berbagai platform digital. Sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan dari jarak jauh.

Era digital telah memungkinkan terjadinya konektivitas global yang dimediasi oleh internet sehingga hal ini mampu memperluas akses terhadap sumber pembelajaran secara kolaboratif dan terjadinya pertukaran pengetahuan secara global. “Oleh karena itu dalam rangka membangun koneksitas global tadi Universitas Mercu Buana telah melakukan kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di luar negeri, baik di regional Asia Tenggara, di tingkat benua; Asia, hingga lintas benua di Afrika,” ungkap Profesor Peneliti Robot Humaoid ini.

Dikatakannya, Universitas Mercu Buana juga telah membentuk Satuan Tugas Anti Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) yang terdiri dari Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa, sebagai mandat dari Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. (RO/B-4)

Universitas Mercu Buana terus memperkuat komitmen untuk menciptakan transformasi pendidikan berkelanjutan melalui implementasi program Merdeka Belajar.

Hal ini disampaikan Rektor Unviersitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M. Eng., dalam sambutannya yang berjudul Membangun Kualitas Lulusan Melalui Merdeka Belajar dan Transformasi Pendidikan Berkelanjutan” di depan ribuan wisudawan pada acara Wisuda Diploma LV, Sarjana LIX, Magister XLVI, & Doktor VI Tahun Akademik 2023-2024 pada Rabu (13/12) di ICE, Tangerang Selatan.

Dikatakan Andi, salah satu langkah utama dalam transformasi ini adalah mengejawantahkan program Merdeka Belajar melalui penerapan kurikulum yang lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman. “Di Universitas Mercu Buana, kami mendorong para mahasiswa aktif dalam menentukan mata kuliah yang akan diambil. Para mahasiswa dapat terjun langsung, belajar di tengah-tengah dunia industri. Dengan demikian mahasiswa melakukan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di dunia industri,” kata Andi.

Ditambahkan Andi, di era digital saat ini Universitas Mercu Buana telah mengembangkan dan memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pengalaman belajar melalui berbagai platform digital. Sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan dari jarak jauh.

Era digital telah memungkinkan terjadinya konektivitas global yang dimediasi oleh internet sehingga hal ini mampu memperluas akses terhadap sumber pembelajaran secara kolaboratif dan terjadinya pertukaran pengetahuan secara global. “Oleh karena itu dalam rangka membangun koneksitas global tadi Universitas Mercu Buana telah melakukan kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di luar negeri, baik di regional Asia Tenggara, di tingkat benua; Asia, hingga lintas benua di Afrika,” ungkap Profesor Peneliti Robot Humaoid ini.

Dikatakannya, Universitas Mercu Buana juga telah membentuk Satuan Tugas Anti Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) yang terdiri dari Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa, sebagai mandat dari Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan  dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. (RO/B-4)

Sumber: mediaindonesia.com