MICE  

Transisi Energi Tingkatkan Daya Saing Produk Indonesia

Transisi Energi Tingkatkan Daya Saing Produk Indonesia

Transisi energi yang dilakukan di Indonesia saat ini bakal menjaga daya saing Indonesia di mata dunia.

Dadan Kusdiana, Sekretaris Jendral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan tidak lama lagi era perdagangan global akan berubah dengan memasukkan syarat yang cukup detail terkait produk yang dihasilkan.

“Saya dengar, Eropa itu akan mulai menerapkan carbon border tax-nya itu tahun 2026. Kan tidak lama, 2026 itu tidak lama untuk sebuah industri memastikan bahwa nanti akan bisa masuk ke sana,” kata Dadan saat membuka E2S Award dan diskusi bertema Transisi Energi di Indonesia: Perspektif dan Peluang Bagi Pengelolaan Sektor ESDM yang Berkadilan di Jakarta, Jumat (12/1).

Program transisi energi kata Dadan juga sejalan dan medukung program pemerintah yang lain. “Misalkan untuk hilirisasi yang presiden terus dorong. Perusahaan minerba mencoba untuk melalukan itu,” ungkap dia.

Mendorong hilirisasi di era ini sangat penting kaitannya dengan daya saing dari produk yang dihasilkan. Jika perusahaan di Indonesia tidak mampu menunjukkan produknya dihasilkan dengan cara-cara green maka akan dikenalan pajak carbon yang tentu membuat harga produk semakin tinggi.

Transisi energi juga mendukung TKDN. Memang pada awalnya impor semua untuk membangun. Namun itu semata -mata untuk menciptakan market. Ketika market sudah terbentuk baru industri bisa dibangun.

Selain itu transisi energi juga mendorong pemerataan pembangunan. Dengan EBT bisa dibangun industri berbasis green. Dadan menjelaskan di kawasan Papua misalnya yang memiliki potensi hidro terbesar tapi hingga kini belum digarap. Ini padahal bisa jadi peluang untuk bangun industri rendah emisi.

“Potensi PLTA terbesar di sana (Papua) dari dulu ada cuma belum ada yang pakai. Lalu di Marauke potensi angin besar ,kalau kita kembangkan, Papua memang untuk menuju seperti Jawa lama , karena itu dorongannya supaya ada industri di sana,” ujar Dadan.

Apresiasi E2S Award
Adapun Energy and Mining Editor Society (E2S), paguyuban para editor dan wartawan senior media nasional yang berkhidmat di sektor energi dan sumber daya mineral, menggelar E2S Award 2023. Chief Executive Officer (CEO), Corporate Secretary, Spokesperson, dan CSR-CID Manager perusahaan di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral Terbaik diberikan penghargaan atas prestasi dan dedikasi di bidangnya masing-masing. Selain itu, sejumlah perusahaan juga diberikan penghargaan atas Program Inovasi Sosial yang dinilai terbaik.

Dudi Rahman, Chairman E2S, mengucapkan terima kasih kepada semua penerima penghargaan E2S Award 2023. Para peraih E2S Award adalah pemimpin dan pelaku yang telah berdedikasi untuk mengembangkan sektor ESDM di Indonesia.

“Upaya keras dan inovasi pemimpin puncak dan profesional persembahkan, telah membantu menciptakan perubahan positif yang berdampak jangka panjang, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi ekonomi dan masyarakat kita,” ujar Dudi

Dudi mengatakan, E2S Award digelar untuk kali ketiga. Penganugerahan ini adalah apresiasi dari para editor atas pencapaian luar biasa perusahaan-perusahaan dan individu yang telah memimpin dalam hal inovasi, tata kelola sumber daya alam dan lingkungan, serta transformasi sektor ESDM di Indonesia. “

Anugerah E2S adalah simbol pengakuan atas kerja keras, visi, dan komitmen Anda semua dalam membangun masa depan yang berkelanjutan untuk negara kita,” jelas dia.

Para penerima penghargaan, lanjut Dudi, mewakili tonggak prestasi dalam berbagai aspek sektor ESDM. Dari pengembangan teknologi terbarukan hingga praktik tata kelola yang berkesinambungan, dari upaya konservasi lingkungan hingga kontribusi pada ekonomi nasional, setiap penerima penghargaan telah berperan penting dalam mewujudkan perubahan positif.

Namun, Dudi menambahkan, anugerah E2S juga adalah pengingat bahwa perjalanan menuju keberlanjutan dan keadilan di sektor ESDM masih jauh dari selesai. “Hari ini, kita merayakan pencapaian dan mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ini adalah undangan untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkomitmen untuk menjadikan sektor ESDM di Indonesia sebagai yang terbaik di level regional,” katanya. (RO/E-1)

Transisi energi yang dilakukan di Indonesia saat ini  bakal  menjaga daya saing Indonesia di mata dunia. 

Dadan Kusdiana, Sekretaris Jendral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan tidak lama lagi era perdagangan global akan berubah dengan memasukkan syarat yang cukup detail terkait produk yang dihasilkan. 

“Saya dengar, Eropa itu akan mulai menerapkan carbon border tax-nya itu tahun 2026. Kan tidak lama, 2026 itu tidak lama untuk sebuah industri memastikan bahwa nanti akan bisa masuk ke sana,” kata Dadan saat membuka E2S Award dan diskusi bertema Transisi Energi di Indonesia: Perspektif dan Peluang Bagi Pengelolaan Sektor ESDM yang Berkadilan di Jakarta, Jumat (12/1).

Program transisi energi kata Dadan juga sejalan dan medukung program pemerintah yang lain. “Misalkan untuk hilirisasi yang presiden terus dorong. Perusahaan minerba mencoba untuk melalukan itu,” ungkap dia.

Mendorong hilirisasi di era ini sangat penting kaitannya dengan daya saing dari produk yang dihasilkan. Jika perusahaan di Indonesia tidak mampu menunjukkan produknya dihasilkan dengan cara-cara green maka akan dikenalan pajak carbon yang tentu membuat harga produk semakin tinggi. 

Transisi energi juga mendukung TKDN. Memang pada awalnya impor semua untuk membangun. Namun itu semata -mata untuk menciptakan market. Ketika market sudah terbentuk baru industri bisa dibangun. 

Selain itu transisi energi juga mendorong pemerataan pembangunan. Dengan EBT bisa dibangun industri berbasis green. Dadan menjelaskan di kawasan Papua misalnya yang memiliki potensi hidro terbesar tapi hingga kini belum digarap. Ini padahal bisa jadi peluang untuk bangun industri rendah emisi.

“Potensi PLTA terbesar di sana (Papua) dari dulu ada cuma belum ada yang pakai. Lalu di Marauke potensi angin besar ,kalau kita kembangkan, Papua memang untuk menuju seperti Jawa lama , karena itu dorongannya supaya ada industri di sana,” ujar Dadan.

Apresiasi E2S Award

Adapun Energy and Mining Editor Society (E2S), paguyuban para editor dan wartawan senior media nasional yang  berkhidmat di sektor energi dan sumber daya mineral,  menggelar E2S Award 2023. Chief Executive Officer (CEO), Corporate Secretary, Spokesperson, dan CSR-CID Manager perusahaan di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral  Terbaik diberikan penghargaan atas prestasi dan dedikasi di bidangnya masing-masing. Selain itu, sejumlah perusahaan juga diberikan penghargaan atas Program Inovasi Sosial yang dinilai terbaik.

Dudi Rahman, Chairman E2S, mengucapkan terima kasih kepada semua penerima penghargaan E2S Award 2023. Para peraih E2S Award adalah pemimpin dan pelaku yang telah berdedikasi untuk mengembangkan sektor ESDM di Indonesia. 

“Upaya keras dan inovasi pemimpin puncak dan profesional persembahkan, telah membantu menciptakan perubahan positif yang berdampak jangka panjang, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi ekonomi dan masyarakat kita,” ujar Dudi

Dudi mengatakan, E2S Award digelar untuk kali ketiga. Penganugerahan ini adalah apresiasi dari para editor atas pencapaian luar biasa perusahaan-perusahaan dan individu yang telah memimpin dalam hal inovasi, tata kelola sumber daya alam dan lingkungan, serta transformasi sektor ESDM di Indonesia. “

Anugerah E2S adalah simbol pengakuan atas kerja keras, visi, dan komitmen Anda semua dalam membangun masa depan yang berkelanjutan untuk negara kita,” jelas dia.

Para penerima penghargaan, lanjut Dudi, mewakili tonggak prestasi dalam berbagai aspek sektor ESDM. Dari pengembangan teknologi terbarukan hingga praktik tata kelola yang berkesinambungan, dari upaya konservasi lingkungan hingga kontribusi pada ekonomi nasional, setiap penerima penghargaan telah berperan penting dalam mewujudkan perubahan positif.

Namun, Dudi menambahkan, anugerah E2S juga adalah pengingat bahwa perjalanan menuju keberlanjutan dan keadilan di sektor ESDM masih jauh dari selesai. “Hari ini, kita merayakan pencapaian dan mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ini adalah undangan untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkomitmen untuk menjadikan sektor ESDM di Indonesia sebagai yang terbaik di level regional,” katanya. (RO/E-1)

 

Sumber: mediaindonesia.com