MICE  

Tanpa Firasat Menjelang Ajal Menjemput Julian, Korban Kecelakaan KA

Tanpa Firasat Menjelang Ajal Menjemput Julian, Korban Kecelakaan KA

MASINIS KA Commuter Line Bandung Raya, Julian Dwi Setiyono tewas dalam
kecelakaan tabrakan dengan Kereta Api Turangga di jalur petak Stasiun
Cicalengka, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1) pagi.

Julian merupakan warga Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Setelah diidentifikasi di RSUD Cicalengka, saat ini keluarga menunggu jenazah korban yang masih dalam perjalanan menuju rumah duka.

Pantauan di lokasi pada Jumat sore, sejumlah warga sudah berada di rumah keluarga korban. Tetangga serta rekan-rekan almarhum sesama pegawai PT KAI juga berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa.

Salah seorang pelayat, Brahma Adi Prasetia, 26, mengaku sangat terkejut saat mendengar kabar meninggalnya Julian yang merupakan sahabatnya sejak dari kecil.

“Rabu kemarin ia sempat bercerita mau selamatan. Tadi mendengar ada
kecelakaan kereta. Biasanya kalau hari Jumat itu beliau libur, dan salat Jumat bareng warga di sini,” ucap Brahma.

Berdasarkan keterangan keluarganya, Julian berangkat kerja
pada Jumat dini hari. Ia baru dua tahun menjadi masinis kereta api. Sebelum ajal menjemput, Julian sempat merayakan ulang tahun anaknya.

Mertua Julian, Iah Khodijah, 48, mengaku mendengar kabar meninggalnya Julian dari istri almarhum. Pihak keluarga yang diwakili suaminya, istri Julian serta adiknya langsung berangkat ke rumah sakit.

“Bukan kaget lagi, enggak percaya karena kami sebelumnya kumpul-kumpul dan enggak ada firasat apapun,” kata Iah.

Julian dan istrinya, Santika Fujasari serta anak perempuannya tinggal di Kompleks Mekarsari Eco Living, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah. Almarhum akan dimakamkan di TPU sekitar rumah orangtuanya. (SG)

MASINIS KA Commuter Line Bandung Raya, Julian Dwi Setiyono tewas dalam

kecelakaan tabrakan dengan Kereta Api Turangga di jalur petak Stasiun

Cicalengka, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1) pagi.

Julian merupakan warga Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Setelah diidentifikasi di RSUD Cicalengka, saat ini keluarga menunggu jenazah korban yang masih dalam perjalanan menuju rumah duka.

Pantauan di lokasi pada Jumat sore, sejumlah warga sudah berada di rumah keluarga korban. Tetangga serta rekan-rekan almarhum sesama pegawai PT KAI juga berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa.

Salah seorang pelayat, Brahma Adi Prasetia, 26, mengaku sangat terkejut saat mendengar kabar meninggalnya Julian yang merupakan sahabatnya sejak dari kecil.

“Rabu kemarin ia sempat bercerita mau selamatan. Tadi mendengar ada

kecelakaan kereta. Biasanya kalau hari Jumat itu beliau libur, dan salat Jumat bareng warga di sini,” ucap Brahma.

Berdasarkan keterangan keluarganya, Julian berangkat kerja

pada Jumat dini hari. Ia baru dua tahun menjadi masinis kereta api. Sebelum ajal menjemput, Julian sempat merayakan ulang tahun anaknya.

Mertua Julian, Iah Khodijah, 48, mengaku mendengar kabar meninggalnya Julian dari istri almarhum. Pihak keluarga yang diwakili suaminya, istri Julian serta adiknya langsung berangkat ke rumah sakit.

“Bukan kaget lagi, enggak percaya karena kami sebelumnya kumpul-kumpul dan enggak ada firasat apapun,” kata Iah.

Julian dan istrinya, Santika Fujasari serta anak perempuannya tinggal di Kompleks Mekarsari Eco Living, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah. Almarhum akan dimakamkan di TPU sekitar rumah orangtuanya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com