MICE  

Tanah Longsor Tutup Akses Jalan di Wilayah Lembang

Tanah Longsor Tutup Akses Jalan di Wilayah Lembang

BENCANA alam terus melanda wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat
dalam beberapa hari terakhir, mulai dari banjir hingga tanah longsor.
Diperkirakan bencana belum reda karena cuaca ekstrem masih berpotensi
terjadi.

Terbaru, bencana alam terjadi di Jalan Ciputri, Desa Langensari, Kecamatan Lembang yang menjadi langganan longsor setiap kali turun hujan.

Bahkan bencana kali ini mencapai tujuh titik hingga menutup akses jalan
warga antardesa. Untuk membuka kembali akses jalan, dibutuhkan alat
berat karena banyaknya material longsor yang menutupi badan jalan.

“Retakan tanah muncul usai wilayah ini diguyur hujan deras sejak Kamis
(12/1) siang. Kemudian bencana baru terjadi malam hari sekitar pukul 19.30 WIB,” kata Ketua RW 03, Desa Langensari, Sandi Adi di lokasi.

Peristiwa itu langsung terjadi di tujuh titik. Paling parah ada di empat titik karena badan jalan seluruhnya tertutup rumpun bambu dan material longsor. Untuk sementara, akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Sandi menjelaskan, Jalan Ciputri tidak hanya merupakan jalur penghubung
antardesa tapi juga akses wisata ke Tangkuban Parahu dan Subang. Sambil
menunggu alat berat, warga berusaha menyingkirkan material yang menutup
jalan dengan alat seadanya.

“Warga dan wisatawan terpaksa sementara harus memutar lebih jauh ke jalan utama karena jalur ini terputus,” bebernya.

Setelah ditunggu beberapa jam, akhirnya satu alat berat didatangkan ke
lokasi pada Jumat sore dan langsung dikerahkan untuk menyingkirkan material longsor yang menutupi jalan.

Namun, karena lokasi bencana ada di beberapa titik serta material
tanah cukup tebal, diperkirakan pembersihan bakal memakan waktu lebih dari dua hari, sehingga akses tidak bisa langsung dibuka.

“Lama pembersihan tidak bisa diprediksi. Pakai alat berat saja
bisa 3-4 hari, apalagi kalau ada faktor gangguan cuaca. Oleh karena itu, akses akan ditutup selama pembersihan hingga jalan benar-benar aman dilalui warga,” terang Kepala Desa Langensari, Agus Karim. (SG)

BENCANA alam terus melanda wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat

dalam beberapa hari terakhir, mulai dari banjir hingga tanah longsor.

Diperkirakan bencana belum reda karena cuaca ekstrem masih berpotensi

terjadi.

Terbaru, bencana alam terjadi di Jalan Ciputri, Desa Langensari, Kecamatan Lembang yang menjadi langganan longsor setiap kali turun hujan.

Bahkan bencana kali ini mencapai tujuh titik hingga menutup akses jalan

warga antardesa. Untuk membuka kembali akses jalan, dibutuhkan alat

berat karena banyaknya material longsor yang menutupi badan jalan.

“Retakan tanah muncul usai wilayah ini diguyur hujan deras sejak Kamis

(12/1) siang. Kemudian bencana baru terjadi malam hari sekitar pukul 19.30 WIB,” kata Ketua RW 03, Desa Langensari, Sandi Adi di lokasi.

Peristiwa itu langsung terjadi di tujuh titik. Paling parah ada di empat titik karena badan jalan seluruhnya tertutup rumpun bambu dan material longsor. Untuk sementara, akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Sandi menjelaskan, Jalan Ciputri tidak hanya merupakan jalur penghubung

antardesa tapi juga akses wisata ke Tangkuban Parahu dan Subang. Sambil

menunggu alat berat, warga berusaha menyingkirkan material yang menutup

jalan dengan alat seadanya.

“Warga dan wisatawan terpaksa sementara harus memutar lebih jauh ke jalan utama karena jalur ini terputus,” bebernya.

Setelah ditunggu beberapa jam, akhirnya satu alat berat didatangkan ke

lokasi pada Jumat sore dan langsung dikerahkan untuk menyingkirkan material longsor yang menutupi jalan.

Namun, karena lokasi bencana ada di beberapa titik serta material

tanah cukup tebal, diperkirakan pembersihan bakal memakan waktu lebih dari dua hari, sehingga akses tidak bisa langsung dibuka.

“Lama pembersihan tidak bisa diprediksi. Pakai alat berat saja

bisa 3-4 hari, apalagi kalau ada faktor gangguan cuaca. Oleh karena itu, akses akan ditutup selama pembersihan hingga jalan benar-benar aman dilalui warga,” terang Kepala Desa Langensari, Agus Karim. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com