MICE  

Tanah Longsor Mulai Melanda Majalengka

Tanah Longsor Mulai Melanda Majalengka

HUJAN dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah longsor di Kabupaten Majalengka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan ini.

Tanah longsor terjadi di Desa Leuwiseeng, Kecamatan Panyingkiran, Kabupate Majalengka pada Senin (25/12) sekitar pukul 15.00 WIB. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tebing mengalami longsor dan menimpa satu rumah dan mengancam 2 rumah warga lainnya.

“Rumah yang terdampak atas nama Ibu Saman, tapi tidak mengalami kerusakan,” tutur Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Kabupaten Majalengka, Rezza Permana, Selasa (26/12).

Sebanyak 8 jiwa di rumah yang terdampak longsor tidak mengungsi. Namun
mereka sudah diminta untuk segera mengungsi saat hujan mulai turun.

Saat ini, lanjut Rezza, hujan mulai sering turun. Masyarakat, khususnya
yang tinggal di daerah rawan bencana diminta untuk meningkatkan
kewaspadaan.

Kabupaten Majalengka sudah menetapkan masa siaga bencana
hidrometeorologi musim penghujan mulai 1 Desember 2023 hingga 31 Mei
2024.

Dari data yang ada sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Majalengka
merupakan daerah yang rawan banjir dan 19 daerah lainnya dipetakan
rawan longsor dan pergerakan tanah di musim penghujan ini. (SG)

HUJAN dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah longsor di Kabupaten Majalengka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan ini.

Tanah longsor terjadi di Desa Leuwiseeng, Kecamatan Panyingkiran, Kabupate Majalengka pada Senin (25/12) sekitar pukul 15.00 WIB. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tebing mengalami longsor dan menimpa satu rumah dan mengancam 2 rumah warga lainnya.

“Rumah yang terdampak atas nama Ibu Saman, tapi tidak mengalami kerusakan,” tutur Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Kabupaten Majalengka, Rezza Permana, Selasa (26/12).

Sebanyak 8 jiwa di rumah yang terdampak longsor tidak mengungsi. Namun

mereka sudah diminta untuk segera mengungsi saat hujan mulai turun.

Saat ini, lanjut Rezza, hujan mulai sering turun. Masyarakat, khususnya

yang tinggal di daerah rawan bencana diminta untuk meningkatkan

kewaspadaan.

Kabupaten Majalengka sudah menetapkan masa siaga bencana

hidrometeorologi musim penghujan mulai 1 Desember 2023 hingga 31 Mei

2024.

Dari data yang ada sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Majalengka

merupakan daerah yang rawan banjir dan 19  daerah lainnya dipetakan

rawan longsor dan pergerakan tanah di musim penghujan ini. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com