MICE  

Sejumlah Warga Bandung Menolak Penyebaran Nyamuk Wolbachia

Sejumlah Warga Bandung Menolak Penyebaran Nyamuk Wolbachia

PEMERINTAH Kota Bandung telah menyebar sebanyak 308 ember telur nyamuk Wolbachia di 15 RW yang ada di Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, November lalu. Namun pro kontra masih terjadi.

Bahkan Yayasan Superconnection Inovasi Insani mengadakan diskusi yang
menghadirkan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadila Supari,
pemerhati dan ilmuwan artificial inteligen, Kun Wardana dan beberapa
pembicara lainnya. Tema dalam diskusi yang diadakan di SMK Nasional Kota Bandung ialah Membasmi Hoak Nyamuk Wolbachia Dengan Ilmu.

Warga yang mengikuti acara itupun tampak menyimak dengan antusias
presentasi para pembicara. Kelompok ibu-ibu PKK Sadang Serang, aktivis
lingkungan dan sejumlah elemen masyarakat juga ikut hadir. Pada
pengujung acara tersebut dilakukan deklarasi menolak penyebaran nyamuk
Wolbachia di Kota Bandung dan Jawa Barat.

Ketua Adat Sunda yang juga hadir pada diskusi tersbeut, Ari Mulia
Subagja, menegaskan, adat sunda ikut menolak metode yang dilaksanakan
pemerintah untuk menekan DBD tersebut. Ari akan mengajak elemen lain
untuk menolak kebijakan itu.

“Ini sama saja membunuh warga masyarakat Jabar, karena nyamuk ini dalam
jangka panjang berdampak buruk. Kami yakin apa yang diungkapkan dalam
diskusi hari ini benar adanya,” ungkapnya.

Menurut Ari, banyak dampak yang tidak diungkapkan pemerintah dalam
penyebaran nyamuk ini. Pemerintah hanya mengatakan program ini baik
untuk menekan DBD. Pihaknya akan mendatangi DPRD Jabar dan pemerintah,
serta pengambil keputusan lain untuk membatalkan penyebaran nyamuk ini.

Sementara itu mantan Menkes Siti Fadilah Supari mengungkapkan bahwa
proyek nyamuk Wolbachia ini semestinya tidak dilaksanakan di Indonesia.
“Masa rakyat kita mau dijadikan eksperimen, padahal banyak hal dari
penelitian ini yang belum terungkap faktanya di lapangan. Harusnya
pemerintah berpikir lebih jernih,”terangnya.

Membatalkan proyek ini, kata Siti, akan jauh lebih baik, karena
yang akan jadi korban tetap rakyat Indonesia. Harusnya semua pihak lebih nasionalis untuk melaksanakan program kesehatan.

Ketua Yayasan Superconnection Inovasi Insani, Retno Wulandari
menambahkan, program diskusi ini untuk mencerdaskan anak bangsa, sejalan dengan arah program pembelajaran di SMK Nasional yang dibina oleh Yayasannya.

“Kami berharap diskusi ini bisa membuka dan memberikan dampak bukan
hanya untuk siswa SMK Nasional, tetapi juga peserta yang hadir dalam
diskusi,” ujarnya. (SG)

PEMERINTAH Kota Bandung telah menyebar sebanyak 308 ember telur nyamuk Wolbachia di 15 RW yang ada di Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, November lalu. Namun pro kontra masih terjadi.

Bahkan Yayasan Superconnection Inovasi Insani mengadakan diskusi yang

menghadirkan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadila Supari,

pemerhati dan ilmuwan artificial inteligen, Kun Wardana dan beberapa

pembicara lainnya. Tema dalam diskusi yang diadakan di SMK Nasional Kota Bandung ialah Membasmi Hoak Nyamuk Wolbachia Dengan Ilmu.

Warga yang mengikuti acara itupun tampak menyimak dengan antusias

presentasi para pembicara. Kelompok ibu-ibu PKK Sadang Serang, aktivis

lingkungan dan sejumlah elemen masyarakat juga ikut hadir. Pada

pengujung acara tersebut dilakukan deklarasi menolak penyebaran nyamuk

Wolbachia di Kota Bandung dan Jawa Barat.

Ketua Adat Sunda yang juga hadir pada diskusi tersbeut, Ari Mulia

Subagja, menegaskan, adat sunda ikut menolak metode yang dilaksanakan

pemerintah untuk menekan DBD tersebut.  Ari akan mengajak elemen lain

untuk menolak kebijakan itu.

“Ini sama saja membunuh warga masyarakat Jabar, karena nyamuk ini dalam

jangka panjang berdampak buruk. Kami yakin apa yang diungkapkan dalam

diskusi hari ini benar adanya,” ungkapnya.

Menurut Ari, banyak dampak yang tidak diungkapkan pemerintah dalam

penyebaran nyamuk ini. Pemerintah hanya mengatakan program ini baik

untuk menekan DBD. Pihaknya akan mendatangi DPRD Jabar dan pemerintah,

serta pengambil keputusan lain untuk membatalkan penyebaran nyamuk ini.

Sementara itu mantan Menkes Siti Fadilah Supari mengungkapkan bahwa

proyek nyamuk Wolbachia ini semestinya tidak dilaksanakan di Indonesia.

“Masa rakyat kita mau dijadikan eksperimen, padahal banyak hal dari

penelitian ini yang belum terungkap faktanya di lapangan. Harusnya

pemerintah berpikir lebih jernih,”terangnya.

Membatalkan proyek ini, kata Siti, akan jauh lebih baik, karena

yang akan jadi korban tetap rakyat Indonesia. Harusnya semua pihak lebih nasionalis untuk melaksanakan program kesehatan.

Ketua Yayasan Superconnection Inovasi Insani, Retno Wulandari

menambahkan, program diskusi ini untuk mencerdaskan anak bangsa, sejalan dengan arah program pembelajaran di SMK Nasional yang dibina oleh Yayasannya.

“Kami berharap diskusi ini bisa membuka dan memberikan dampak bukan

hanya untuk siswa SMK Nasional, tetapi juga peserta yang hadir dalam

diskusi,” ujarnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com