MICE  

Sejumlah Desa di Mentawai Terendam Banjir

SEJUMLAH desa di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, terdampak banjir akibat hujan yang terus menerus sejak Jumat (11/11). Desa itu berada di Kecamatan Siberut Utara, Siberut Barat, dan Siberut selatan.

Berdasarkan laporan warga, kondisi terparah saat ini berada di Desa Monganpoula Kecamatan Siberut Utara dan Desa Sigapokna Kecamatan Siberut Barat. Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi, mengatakan bahwa pemerintah sudah mulai mendistribusikan bantuan pada warga Desa Monganpoula pada Senin sore (14/11).

“Pemerintah sudah berupaya memberikan dukungan logistik dari tempat terdekat pusat kecamatan, karena dari kabupaten jauh dan cuaca¬†tidak mendukung melakukan pelayaran. Bantuan yang disalurkan berupa selimut, tenda, dan makanan siap saji sudah disalurkan melalui lumbung sosial,” kata Novriadi, Selasa (15/11).

BPBD berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk menyediakan tempat evakuasi yang lebih baik dan lebih tinggi jika seandainya banjir masih berlanjut. Ketinggian banjir telah mencapai dua meter dan merendam permukiman warga. Hingga kini, hujan masih terus mengguyur sejumlah wilayah di Mentawai.

“Di desa Sigapokna, sebagian warga mengungsi ke gedung SD yang lokasinya lebih tinggi. Bantuan logistik ke sana belum bisa¬†

didistribusikan karena daerah pantai barat dan cuaca tidak mendukung pelayaran ke sana,” imbuh Novriadi.

Satu rumah warga di Desa Simatalu Kecamatan Siberut Barat mengalami rusak berat akibat tertimpa pohon kelapa yang tumbang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

BPBD terus mengimbau warga terdampak banjir untuk terus memperbarui info BMKG melalui aparat pemerintah daerah setempat. Warga diminta tetap waspada. Jika banjir semakin tinggi, warga diminta melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.

Salah satu lokasi terparah banjir ada di Desa Mongan Poula, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kabupaten Kepulauan Mentawai. Puluhan rumah terendam banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi satu pekan sehingga mengakibatkan debit air di Sungai meluap ke pemukiman warga, pada Minggu (13/11).

Warga desa, Novaldi, mengatakan Kondisi tersebut diperparah dengan sampah yang menumpuk di jembatan sehingga mengakibatkan air melimpas cukup deras. “Ketinggian limpasan airnya berkisar 50 sentimeter (cm) dari tanggul sungai,” ujarnya.

Akibat banjir tersebut, dua Dusun Timur dan Barat tergenang banjir hingga teras, termasuk fasilitas publik kantor desa, rumah ibadah, dan lapangan. Sedangkan puluhan rumah lain hanya terdampak pada akses jalan menuju rumah. Hingga sore tadi belum ada tanda-tanda akan surut karena intensitas hujan masih tinggi. (OL-14)


Sumber: mediaindonesia.com