MICE  

Rektor UBL Akan Genjot Kolaborasi

Rektor UBL Akan Genjot Kolaborasi

SEBAGAI lembaga pendidikan yang memiliki visi mencetak generasi emas yang cerdas dan memiliki keluhuran budi, Universitas Budi Luhur (UBL) bertekad mempercepat langkah menuju Budi Luhur Emas 2029. Berbagai strategi ditempuh, diantaranya melakukan penyegaran di jajaran pimpinan universitas.

Jumat (5/1), bertempat di Grha Mahardika Universitas Budi Luhur Jakarta, Prof. Dr. Agus Setyo Budi M.Sc dilantik sebagai Rektor UBL masa bakti 2024-2028 menggantikan Dr. Ir Wendi Usino, yang kini menjabat Rektor Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Pelantikan Agus Setyo dilakukan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro MBA. Selain itu juga dilantik puluhan pejabat di tingkat universitas maupun fakultas dan lembaga. Hadir dalam acara itu antara lain Ketua LLDIKTI Wilayah 3, Prof Dr Toni Toharudin, , Rektor Universitas Nasional, Rektor Universitas Tarumanagara, Rektor Universitas BSI, Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) dan lainnya.

Dalam sambutannya, Kasih Hanggoro mengutarakan kebanggaannya bahwa UBL hingga kini terus bertumbuh menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi yang memiliki fondasi sangat kuat dan kokoh sehingga mampu melewati masa-masa sulit terutama dua tahun pandemi Covid-19. “Kita semua telah berjuang bersama, melewati masa sulit hingga kita bisa selamat sampai saat ini. Dengan kepemimpinan baru saya ingin UBL makin gemilang,” kata Kasih Anggoro.

Menurutnya, visi misi yang diemban UBL sebagaimana yang diinginkan para pendiri Yayasan yakni melahirkan manusia cerdas yang memiliki keluhuran budi bukanlah persoalan mudah. Karena saat ini banyak lembaga pendidikan yang mampu melahirkan orang-orang cerdas, namun lupa dengan nilai-nilai keluhuran budi. “Universitas Budi Luhur harus tetap pada komitmennya yakni membentuk warga negara yang selalu mengedepankan kecerdasan dilandasi budi pekerti yang luhur,” tegas Kasih.

Ia mengingatkan sebagai institusi pendidikan, UBL memiliki tugas turut membantu pemerintah dalam menuntaskan angka kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa . Untuk mengambil peran besar dalam tugas tersebut tentu UBL membutuhkan SDM unggul dan berkualitas. “Saya berharap Prof Agus memimpin program kerja UBL untuk menyiapkan SDM yang hebat baik dosen maupun mahasiswa guna mencapai Budi Luhur Emas 2029,” tambahnya.

Rektor UBL Prof Agus Setyo mengatakan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi ke depan tidaklah mudah. Karena itu UBL tidak mungkin bekerja sendiri, harus ada kolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya. “Karena itu hari ini saya menghadirkan beberapa rektor dari perguruan tinggi lain guna memulai langkah kita bersama yakni berkolaborasi, saling asah, asih dan asuh sehingga UBL dan juga perguruan tinggi lainnya bisa maju bersama,” kata Agus.

Ia menegaskan berkomitmen untuk membawa ’lari’ UBL mengejar ketertinggalan dari universitas lainnya, terutama dalam menerapkan Tridarma Perguruan Tinggi. “Kita akan dorong penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Kita benahi SDM, kita dorong dosen untuk terus update dengan ilmu kekinian serta produktif untuk publikasi,” tambahnya.

Agus Setyo menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Jakarta (sekarang UNJ) program studi Fisika tahun 1987. Lalu melanjutkan pendidikan di USM Malaysia dengan prodi Fisika Semikonduktor dan menyelesaikan program doktoral di UTM Malaysia dengan Prodi Fisika Material. Pria kelahiran Medan 26 April 1963 tersebut sebelumnya pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Binawan Jakarta, anggota BAN PAUD & PNF, dan Ketua LLDIKTI Wilayah 3. Beberapa penghargaan pernah diraih Prof Agus, antara lain Satya Lencana Karya Sapta 30 Tahun dari Presiden RI (2019), dan penghargaan An Exhibition On Science & Technology 2003 : 7th – 9th August, Putra WTC – Kualalumpur (Bronze Medal: Exhibitor) dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia.

Selain aktif menulis buku, Agus Setyo juga sosok akademisi yang sangat produktif dalam melahirkan karya-karya ilmiah dan melakukan riset. Puluhan tulisannya telah dipublikasikan dalam jurnal dan prosiding dalam lima tahun terakhir ini. Ia juga aktif sebagai narasumber seminar ilmiah dalam berbagai kesempatan.

Sementara itu, Ketua LLDIKTI wilayah IiI Prof Toni Toharudin mengingatkan pelantikan sejatinya bukan sekadar formalitas simbolik, namun memiliki makna penting yang harus dipahami. Yakni integritas, tanggung jawab, komitmen dan kerja keras untuk mengemban sebuah amanah sebaik mungkin. Pelantikan juga harus dimaknai sebagai permulaan untuk mengabdi baik secara de facto maupun de jure.

“Apalagi kita tahu bersama bahwa tantangan yang dihadapi perguruan tinggi ke depan cukup berat. Bukan hanya pengembangan akademik tetapi juga tantangan mempertahankan citra dan reputasi institusi perguruan tinggi,” jelasnya. (RO/R-2)

SEBAGAI lembaga pendidikan yang memiliki visi mencetak generasi emas yang cerdas dan memiliki keluhuran budi, Universitas Budi Luhur (UBL) bertekad mempercepat langkah menuju Budi Luhur Emas 2029. Berbagai strategi ditempuh, diantaranya melakukan penyegaran di jajaran pimpinan universitas.

Jumat (5/1), bertempat di Grha Mahardika Universitas Budi Luhur Jakarta, Prof. Dr. Agus Setyo Budi M.Sc dilantik sebagai Rektor UBL masa bakti 2024-2028 menggantikan Dr. Ir Wendi Usino, yang kini menjabat Rektor Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Pelantikan Agus Setyo dilakukan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro MBA. Selain itu juga dilantik puluhan pejabat di tingkat universitas maupun fakultas dan lembaga. Hadir dalam acara itu antara lain Ketua LLDIKTI Wilayah 3, Prof Dr Toni Toharudin, , Rektor Universitas Nasional, Rektor Universitas Tarumanagara, Rektor Universitas BSI, Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) dan lainnya.

Dalam sambutannya, Kasih Hanggoro mengutarakan kebanggaannya bahwa UBL hingga kini terus bertumbuh menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi yang memiliki fondasi sangat kuat dan kokoh sehingga mampu melewati masa-masa sulit terutama dua tahun pandemi Covid-19. “Kita semua telah berjuang bersama, melewati masa sulit hingga kita bisa selamat sampai saat ini. Dengan kepemimpinan baru saya ingin UBL makin gemilang,” kata Kasih Anggoro.

Menurutnya, visi misi yang diemban UBL sebagaimana yang diinginkan para pendiri Yayasan yakni melahirkan manusia cerdas yang memiliki keluhuran budi bukanlah persoalan mudah. Karena saat ini banyak lembaga pendidikan yang mampu melahirkan orang-orang cerdas, namun lupa dengan nilai-nilai keluhuran budi. “Universitas Budi Luhur harus tetap pada komitmennya yakni membentuk warga negara yang selalu mengedepankan kecerdasan dilandasi budi pekerti yang luhur,” tegas Kasih.

Ia mengingatkan sebagai institusi pendidikan, UBL memiliki tugas turut membantu pemerintah dalam menuntaskan angka kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa . Untuk mengambil peran besar dalam tugas tersebut tentu UBL membutuhkan SDM unggul dan berkualitas. “Saya berharap Prof Agus memimpin program kerja UBL untuk menyiapkan SDM yang hebat baik dosen maupun mahasiswa guna mencapai Budi Luhur Emas 2029,” tambahnya.

Rektor UBL Prof Agus Setyo mengatakan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi ke depan tidaklah mudah. Karena itu UBL tidak mungkin bekerja sendiri, harus ada kolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya. “Karena itu hari ini saya menghadirkan beberapa rektor dari perguruan tinggi lain guna memulai langkah kita bersama yakni berkolaborasi, saling asah, asih dan asuh sehingga UBL dan juga perguruan tinggi lainnya bisa maju bersama,” kata Agus.

Ia menegaskan berkomitmen untuk membawa ’lari’ UBL mengejar ketertinggalan dari universitas lainnya, terutama dalam menerapkan Tridarma Perguruan Tinggi. “Kita akan dorong penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Kita benahi SDM, kita dorong dosen untuk terus update dengan ilmu kekinian serta produktif untuk publikasi,” tambahnya.

Agus Setyo menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Jakarta (sekarang UNJ) program studi Fisika tahun 1987. Lalu melanjutkan pendidikan di USM Malaysia dengan prodi Fisika Semikonduktor dan menyelesaikan program doktoral di UTM Malaysia dengan Prodi Fisika Material. Pria kelahiran Medan 26 April 1963 tersebut sebelumnya pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Binawan Jakarta, anggota BAN PAUD & PNF, dan Ketua LLDIKTI Wilayah 3. Beberapa penghargaan pernah diraih Prof Agus, antara lain Satya Lencana Karya Sapta 30 Tahun dari Presiden RI (2019), dan penghargaan An Exhibition On Science & Technology 2003 : 7th – 9th August, Putra WTC – Kualalumpur (Bronze Medal: Exhibitor) dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia.

Selain aktif menulis buku, Agus Setyo juga sosok akademisi yang sangat produktif dalam melahirkan karya-karya ilmiah dan melakukan riset. Puluhan tulisannya telah dipublikasikan dalam jurnal dan prosiding dalam lima tahun terakhir ini. Ia juga aktif sebagai narasumber seminar ilmiah dalam berbagai kesempatan.

Sementara itu, Ketua LLDIKTI wilayah IiI Prof Toni Toharudin mengingatkan pelantikan sejatinya bukan sekadar formalitas simbolik, namun memiliki makna penting yang harus dipahami. Yakni integritas, tanggung jawab, komitmen dan kerja keras untuk mengemban sebuah amanah sebaik mungkin. Pelantikan juga harus dimaknai sebagai permulaan untuk mengabdi baik secara de facto maupun de jure.

“Apalagi kita tahu bersama bahwa tantangan yang dihadapi perguruan tinggi ke depan cukup berat. Bukan hanya pengembangan akademik tetapi juga tantangan mempertahankan citra dan reputasi institusi perguruan tinggi,” jelasnya. (RO/R-2)

Sumber: mediaindonesia.com