MICE  

Politeknik Negeri Bali-Parallaxnet Kerja Sama Lahirkan SDM Berkualitas

Politeknik Negeri Bali-Parallaxnet Kerja Sama Lahirkan SDM Berkualitas

UNTUK melahirkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kemampuan digital bersekala internasional, Politeknik Negeri Bali (PNB) mengikat kerja sama dengan Parallaxnet, platform edukasi teknologi (edutech). Penandatangan perjanjian kerja sama dilakukan di Kampus Politeknik Negeri Bali, Kampus Bukit, Jimbaran, Badung oleh Dewi Setiawati Said selaku co-founder Parallaxnet sekaligus Direktur Utama PT Kimora Defasa sebagai Sole Distributor dengan dengan Politeknik Negeri Bali yang diwakili oleh I Nyoman Abdi, SE selalu Direktur PNB.

Dalam keterangannya Nyoman Abdi mengatakan, kerja sama ini sekalan dengan misi dan visi PNB dan Parallaxnet yaitu menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kemampuan digital bersekala internasional. Lebih jauh, Nyoman Budi mengapresiasi Parallaxnet yang memilih PNB untuk berpartner dalam menciptakan tenaga digital di Indonesia.

“Kedatangan Parallaxnet ke Pulau Dewata sangat sesuai dengan kebutuhan Politeknik Negeri Bali (PNB) mengkimplementasikan MBKM yang akan menciptakan sebuah generasi digital yang saat ini banyak dibutuhkan. Dengan kerja sama ini diharapkan Ploteknik Negeri Bali dapat mendukung program pemerintah dalam menciptakan tenaga SDM di bidang digital yang bersertifikasi intenasional,” jelasnya.

Di sisi lain, Dewi Setiadi menyampaikan Bali merupakan tempat strategis yang harus segera dicarikan solusi akan adanya kekurangan SDM yang memiliki background digital. Dengan kerja sama ini, diharapkan Bali yang menjadi wajah Indonesia di dunia internasional melalui sektor pariwisata, dapat menjadi pusat tenaga profesional bidang bariwisata dan juga bidang lainnya yang memiliki pemahaman digital yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri secara nasional dan internasional.

“Di Bali banyak digelar event-event international dengan skala besar. Oleh karenanya sudah seyogyanya Bali mampu menciptakan tenaga digital yang sangat dibutuhkan secara lokal, nasional maupun internasional. Dengan menggandeng Politeknik Negeri Bali kami sangat mengharapkan Bali bisa menjadi role model dalam penciptaan tenaga Digital yang dapat ditiru oleh Provinsi lain di Indonesia,” jelasnya.

Sedangkan CEO & Founderw Parallaxnet, Mazhar Durani mengatakan dengan program yang sudah diramu dalam kurikulum yang di desain oleh para ahli di bidangnya, Parallaxnet bercita-cita menghasilkan profesional di bidang digital yang berasal dari Indonesia untuk bisa bersaing di pasar internasional. Ia menyebut alasan mendukung siswa Indonesia mendapatkan kesempatan belajar yang sama melalui Learning Management System (LMS) dikarenakan Indonesia memiliki bonus demografi usia muda yang sangat tinggi. “Hal itu akan menjadi blessing jika mereka diberikan pelatihan yang tepat di bidang digital,” jelasnya. (RO/R-2)

UNTUK melahirkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kemampuan digital bersekala internasional, Politeknik Negeri Bali (PNB) mengikat kerja sama dengan Parallaxnet, platform edukasi teknologi (edutech).  Penandatangan perjanjian kerja sama dilakukan di Kampus Politeknik Negeri Bali, Kampus Bukit, Jimbaran, Badung oleh Dewi Setiawati Said selaku co-founder Parallaxnet sekaligus Direktur Utama PT Kimora Defasa sebagai Sole Distributor dengan dengan Politeknik Negeri Bali yang diwakili oleh I Nyoman Abdi, SE selalu Direktur PNB.

Dalam keterangannya Nyoman Abdi mengatakan, kerja sama ini sekalan dengan misi dan visi PNB dan Parallaxnet yaitu menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kemampuan digital bersekala internasional. Lebih jauh, Nyoman Budi mengapresiasi Parallaxnet yang memilih PNB untuk berpartner dalam menciptakan tenaga digital di Indonesia.

“Kedatangan Parallaxnet ke Pulau Dewata sangat sesuai dengan kebutuhan Politeknik Negeri Bali (PNB) mengkimplementasikan MBKM yang akan menciptakan sebuah generasi digital yang saat ini banyak dibutuhkan. Dengan kerja sama ini diharapkan Ploteknik Negeri Bali dapat mendukung program pemerintah dalam menciptakan tenaga SDM di bidang digital yang bersertifikasi intenasional,” jelasnya.

Di sisi lain, Dewi Setiadi menyampaikan Bali merupakan tempat strategis yang harus segera dicarikan solusi akan adanya kekurangan SDM yang memiliki background digital. Dengan kerja sama ini, diharapkan Bali yang menjadi wajah Indonesia di dunia internasional melalui sektor pariwisata, dapat menjadi pusat tenaga profesional bidang bariwisata dan juga bidang lainnya yang memiliki pemahaman digital yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri secara nasional dan internasional.

“Di Bali banyak digelar event-event international dengan skala besar. Oleh karenanya sudah seyogyanya Bali mampu menciptakan tenaga digital yang sangat dibutuhkan secara lokal, nasional maupun internasional. Dengan menggandeng Politeknik Negeri Bali kami sangat mengharapkan Bali bisa menjadi role model dalam penciptaan tenaga Digital yang dapat ditiru oleh Provinsi lain di Indonesia,” jelasnya.

Sedangkan CEO & Founderw Parallaxnet, Mazhar Durani mengatakan dengan program yang sudah diramu dalam kurikulum yang di desain oleh para ahli di bidangnya, Parallaxnet bercita-cita menghasilkan profesional di bidang digital yang berasal dari Indonesia untuk bisa bersaing di pasar internasional. Ia menyebut alasan mendukung siswa Indonesia mendapatkan kesempatan belajar yang sama melalui Learning Management System (LMS) dikarenakan Indonesia memiliki bonus demografi usia muda yang sangat tinggi. “Hal itu akan menjadi blessing jika mereka diberikan pelatihan yang tepat di bidang digital,” jelasnya. (RO/R-2)   

 

Sumber: mediaindonesia.com