MICE  

Polisi belum Menerapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Cipali

Polisi belum Menerapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Cipali

REKAYASA lalu lintas kendaraan baik one way maupun contra flow
belum dilakukan di Tol Cipali. Pasalnya, peningkatan volume kendaraan belum tinggi.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Aan Suhanan, Senin (1/1), memantau kondisi di Tol Cipali Km 188.

Ia menyatakan berdasarkan prediksi puncak arus balik libur natal dan
tahun baru terjadi pada hari ini, Senin (1/1). Pihaknya terus mengikuti perkembangan di lapangan sejak pagi.

Pergerakan kendaraan, lanjut dia, terutama dari arah timur ke barat per jamnya hingga pukul 14.00 WIB maksimal masih sebanyak 2.500 kendaraan. Sementara parameter untuk melakukan rekayasa lalu lintas, baik contraflow maupun one way ialah 2.700 kendaraan per jam.

“Kami terus ikuti perkembangan situasi arus lalu lintas. Mudah-mudahan terus landai, sehingga arus lalu lintas bisa tetap normal,” tuturnya.

Untuk contraflow, lanjut Aan, telah dipersiapkan di jalur tol Jakarta-Cikmpek, mulaid ari KM 72 hingga KM 47. Rekayasa lalu lintas di titik tersebut dilakukan karena ada perkembangan kepadatan dari selatan dan dari Bandung. Sudah mulai ada peningkatan hingga 6.000 kendaraan per jam.

Dia menambahkan rekayasa lalu lintas, baik di jalur tol, arteri hingga jalur wisata efektif untuk mengelola arus lalu lintas. “Kalau kita lihat tahun ini ada peningkatan volume kendaraan. Pola yang diterapkan akan dievaluasi untuk persiapan pengamanan Lebaran 2024 mendatang.” (SG)

REKAYASA lalu lintas kendaraan baik one way maupun contra flow

belum dilakukan di Tol Cipali. Pasalnya, peningkatan volume kendaraan belum tinggi.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Aan Suhanan, Senin (1/1), memantau kondisi di Tol Cipali Km 188.

Ia menyatakan berdasarkan prediksi puncak arus balik libur natal dan

tahun baru terjadi pada hari ini, Senin (1/1). Pihaknya terus mengikuti perkembangan di lapangan sejak pagi.

Pergerakan kendaraan, lanjut dia, terutama dari arah timur ke barat per jamnya hingga pukul 14.00 WIB maksimal masih sebanyak 2.500 kendaraan. Sementara parameter untuk melakukan rekayasa lalu lintas, baik contraflow maupun one way ialah 2.700 kendaraan per jam.

“Kami terus ikuti perkembangan situasi arus lalu lintas. Mudah-mudahan terus landai, sehingga arus lalu lintas bisa tetap normal,” tuturnya.

Untuk contraflow, lanjut Aan, telah dipersiapkan di jalur tol Jakarta-Cikmpek, mulaid ari KM 72 hingga KM 47. Rekayasa lalu lintas di titik tersebut dilakukan  karena ada perkembangan kepadatan dari selatan dan dari Bandung. Sudah mulai ada peningkatan hingga 6.000 kendaraan per jam.

Dia menambahkan rekayasa lalu lintas, baik di jalur tol, arteri hingga jalur wisata efektif untuk mengelola arus lalu lintas. “Kalau kita lihat tahun ini ada peningkatan volume kendaraan. Pola yang diterapkan akan dievaluasi untuk persiapan pengamanan Lebaran 2024 mendatang.” (SG)

Sumber: mediaindonesia.com