MICE  

Pochettino Akui Chelsea Gagal Penuhi Target Pramusim

Pochettino Akui Chelsea Gagal Penuhi Target Pramusim

Pelatih Chelsea Mauricio Pochettino mengakui timnya gagal memenuhi ekspektasi pramusim setelah tertinggal dalam perebutan gelar Liga Premier.

Performa The Blues di kandang cukup solid dengan tiga kemenangan beruntun di bulan Desember menjelang pertandingan hari Rabu (27/12) melawan rival sekota mereka, Crystal Palace di Stamford Bridge.

Namun, hasil tandang Chelsea adalah cerita yang berbeda. Kekalahan melawan Wolves di Molineux pada Malam Natal, menjadi kekalahan keempat mereka berturut-turut setelah takluk di markas Newcastle, Manchester United, dan Everton.

Chelsea sekarang berada di papan tengah dan berjuang untuk lolos ke Liga Champions, meskipun semifinal Piala Liga Inggris melawan tim strata kedua, Middlesbrough pada Januari, akan membuka peluang mereka untuk meraih tempat di Liga Konferensi Europa.

Kendati demikian, Chelsea saat ini terpaut 14 poin dari posisi empat besar — posisi yang tidak ada dalam agenda Pochettino di musim pertamanya melatih klub.

“Kita jauh sekali (dari target),” ujarnya, Selasa (26/12). “Target kami adalah menjadi yang teratas, meski tidak ada yang mempercayai kami. Namun dalam situasi tersebut, kami berjuang untuk hal yang berbeda.”

“Kami adalah Chelsea, karena sejarah kami menuntut kami untuk berada di puncak. Saat ini, bersikap realistis, kami perlu meningkatkan cara kami bersaing jika ingin memenangkan lebih banyak pertandingan,” imbuhnya.

Saat ini, The Blues dilanda masalah cedera pemain. Moises Caicedo memang telah pulih dan akan Kembali bermain, namun Lesley Ugochukwu masih berjuang untuk pulih dari cedera hamstring.

“Staf medis bekerja sangat keras untuk mengantisipasi dan berusaha menghindari masalah seperti ini,” kata Pochettino. (AFP/M-3)

Pelatih Chelsea Mauricio Pochettino mengakui timnya gagal memenuhi ekspektasi pramusim setelah tertinggal dalam perebutan gelar Liga Premier.

Performa The Blues di kandang cukup solid dengan tiga kemenangan beruntun di bulan Desember menjelang pertandingan hari Rabu (27/12) melawan rival sekota mereka, Crystal Palace di Stamford Bridge.

Namun, hasil tandang Chelsea adalah cerita yang berbeda. Kekalahan melawan Wolves di Molineux pada Malam Natal, menjadi kekalahan keempat mereka berturut-turut setelah takluk di markas Newcastle, Manchester United, dan Everton.

Chelsea sekarang berada di papan tengah dan berjuang untuk lolos ke Liga Champions, meskipun semifinal Piala Liga Inggris melawan tim strata kedua, Middlesbrough pada Januari, akan membuka peluang mereka untuk meraih tempat di Liga Konferensi Europa.

Kendati demikian, Chelsea saat ini terpaut 14 poin dari posisi empat besar — posisi yang tidak ada dalam agenda Pochettino di musim pertamanya melatih klub.

“Kita jauh sekali (dari target),” ujarnya, Selasa (26/12). “Target kami adalah menjadi yang teratas, meski tidak ada yang mempercayai kami. Namun dalam situasi tersebut, kami berjuang untuk hal yang berbeda.”

“Kami adalah Chelsea, karena sejarah kami menuntut kami untuk berada di puncak. Saat ini, bersikap realistis, kami perlu meningkatkan cara kami bersaing jika ingin memenangkan lebih banyak pertandingan,” imbuhnya.

Saat ini, The Blues dilanda masalah cedera pemain. Moises Caicedo memang telah pulih dan akan Kembali bermain, namun Lesley Ugochukwu masih berjuang untuk pulih dari cedera hamstring.

“Staf medis bekerja sangat keras untuk mengantisipasi dan berusaha menghindari masalah seperti ini,” kata Pochettino. (AFP/M-3)

Sumber: mediaindonesia.com