MICE  

Pilpres 2024 Diprediksi Dua Putaran

Pilpres 2024 Diprediksi Dua Putaran

MASALAH perekonomian menjadi sektor yang harus menjadi fokus pemerintahan baru. Masalah lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan kestabilan harga menjadi isu yang harus ditangani dengan baik.

Hal tersebut muncul dalam hasil survei Forum Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia (FAPTI) yang bekerja sama dengan Alvara Research Center. “Kebanyakan responden (48,3%) memilih mementingkan isu perekonomian, terutama tentang keterbukaan lapangan kerja, pendapatan atau gaji, dan menstabilkan harga untuk rakyat,” jelas Eko Nugroho, Sekretaris Jenderal FAPTI, dalam keterangan yang diterima, Kamis (28/12).

Lebih jauh, Eko menyebut survei yang dilakukan pada awal Desember 2023 menunjukkan Pilpres 2024 kemungkinan besar akan berlangsung dalam dua putaran karena tidak ada pasangan yang meraih 50% plus 1 suara. “Sehingga, kemungkinan besar Pemilu akan berlangsung dua putaran,” jelasnya.

Hasil survei memperlihatkan dari ketiga pasangan capres–cawapres, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meraih 46%, disusul Ganjar Pranowo-Mahfud MD (26,4 %) dan Anies Baswedan-Muhaimin sebesar (21,3%). Margin of error dalam survei ini sebesar 2.8%.

Dikatakan survei dilakukan di seluruh Indonesia melibatkan 1.262 responden secara nasional, dan 4.000 responden di Jawa. Profil responden didominasi oleh generasi Z dan milenial sebesar 74.9%, dengan 56.2% merupakan warga perkotaan.

Eko memaparkan, Forum Alumni Perguruan Tinggi memandang penting untuk melakukan survei sendiri untuk memberikan gambaran kepada terkait pilihan dan jenis isu yang dianggap penting oleh masyarakat. “Sehingga, kami dapat lebih bisa berkontribusi dalam hajatan nasional lima tahunan yang penting ini,” pungkasnya.

Dijelaskan, FAPTI beranggotakan alumni dari perguruan tinggi negeri dan swasta antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Parahyangan (Unpar), serta Universitas Padjajaran (Unpad). “Survei ini juga untuk menjaga agar pemilu berlangsung secara jujur dan adil,” tutur Andre Rahadian, salah satu Ketua FAPTI. (RO/R-2)

MASALAH perekonomian menjadi sektor yang harus menjadi fokus pemerintahan baru. Masalah lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan kestabilan harga menjadi isu yang harus ditangani dengan baik.

Hal tersebut muncul dalam hasil survei Forum Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia (FAPTI) yang bekerja sama dengan Alvara Research Center. “Kebanyakan responden (48,3%) memilih mementingkan isu perekonomian, terutama tentang keterbukaan lapangan kerja, pendapatan atau gaji, dan menstabilkan harga untuk rakyat,” jelas Eko Nugroho, Sekretaris Jenderal FAPTI, dalam keterangan yang diterima, Kamis (28/12).

Lebih jauh, Eko menyebut survei yang dilakukan pada awal Desember 2023 menunjukkan Pilpres 2024 kemungkinan besar akan berlangsung dalam dua putaran karena tidak ada pasangan yang meraih 50% plus 1 suara. “Sehingga, kemungkinan besar Pemilu akan berlangsung dua putaran,” jelasnya.

Hasil survei memperlihatkan dari ketiga pasangan capres–cawapres, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meraih 46%, disusul Ganjar Pranowo-Mahfud MD (26,4 %) dan Anies Baswedan-Muhaimin sebesar (21,3%). Margin of error dalam survei ini sebesar 2.8%.

Dikatakan survei dilakukan di seluruh Indonesia melibatkan 1.262 responden secara nasional, dan 4.000 responden di Jawa. Profil responden didominasi oleh generasi Z dan milenial sebesar 74.9%, dengan 56.2% merupakan warga perkotaan.

Eko memaparkan, Forum Alumni Perguruan Tinggi memandang penting untuk melakukan survei sendiri untuk memberikan gambaran kepada terkait pilihan dan jenis isu yang dianggap penting oleh masyarakat. “Sehingga, kami dapat lebih bisa berkontribusi dalam hajatan nasional lima tahunan yang penting ini,” pungkasnya.

Dijelaskan, FAPTI beranggotakan alumni dari perguruan tinggi negeri dan swasta antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Parahyangan (Unpar), serta Universitas Padjajaran (Unpad). “Survei ini juga untuk menjaga agar pemilu berlangsung secara jujur dan adil,” tutur Andre Rahadian, salah satu Ketua FAPTI. (RO/R-2)

Sumber: mediaindonesia.com