MICE  

Perekonomian di Priangan Timur Tumbuh Baik

Perekonomian di Priangan Timur Tumbuh Baik

PEREKONOMIAN di wilayah Priangan Timur pada 2023 tetap akan tumbuh kuat di tengah berbagai tantangan baik internal maupun eksternal. Tantangan tersebut tetap harus dihadapi meski berisiko akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah daerah di Priangan Timur harus bersinergi dan dengan berbagai usulan rekomendasi untuk meminimalkan dampak tantangan sekaligus membangun ketahanan ekonomi.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasimalaya Aswin Kosotali saat melakukan bewara bertema Memperkuat Sinergi Melangkah Maju Membangun Ketahan Ekonomi.

Aswin mengatakan, kinerja ekonomi 2023 dipengaruhi kondisi global yang diselimuti dengan ketidakpastian akibat dipengaruhi perang Rusia-Ukraina. Namun, berbagai fenomena mendorong inflasi global serta suku bunga moneter di beberapa negara yang mencapai di atas 5%.

“Di Priangan Timur ekonomi masih tumbuh kuat dan kinerjanya positif. Kondisi itu tercipta didorong oleh peningkatan domestik, sehingga stabilitas perekonomian tetap terjaga sejalan,” ungkapnya, Rabu (13/12).

Aswin mengatakan, perekonomian sepanjang 2023 ditopang kinerja positif berbagai faktor antara lain terciptanya stabilitas harga dan upaya pengendalian inflasi. Selain itu juga ditunjang digitalisasi mulai dari sisi produksi, pemasaran hingga transaksi pembayaran, dan optimisme investor terhadap potensi ekonomi. Dukungan fiskal daerah ditunjang melalui kebijakan stimulus perekonomian dan besarnya potensi sektor ekonomi berorientasi pada budaya dan sumber daya lokal.

“Pencapaian positif tentunya merupakan hasil kerja keras, sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, media massa dan umumnya seluruh masyarakat. Mereka bekerja mewujudkan pergerakan positif roda perekonomian di Priangan Timur,” ujarnya.

Memasuki 2024 perekonomian di Priangan Timur diprediksi masih dihadapkan dengan berbagai tantangan global maupun domestik seperti perlambatan ekonomi dan tingginya inflasi global, perubahan iklim tekanan geopolitik, serta belum optimalnya hilirisasi sumber daya alam dan investasi. Namun, Priangan Timur memilik peluang akselerasi ekonomi melalui permintaan domestik seiring dengan normalisasi aktivitas masyarakat dan Pemilu 2024. (SG)

PEREKONOMIAN di wilayah Priangan Timur pada 2023 tetap akan tumbuh kuat di tengah berbagai tantangan baik internal maupun eksternal. Tantangan tersebut tetap harus dihadapi meski berisiko akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah daerah di Priangan Timur harus bersinergi dan dengan berbagai usulan rekomendasi untuk meminimalkan dampak tantangan sekaligus membangun ketahanan ekonomi.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasimalaya Aswin Kosotali saat melakukan bewara bertema Memperkuat Sinergi Melangkah Maju Membangun Ketahan Ekonomi.

Aswin mengatakan, kinerja ekonomi 2023 dipengaruhi kondisi global yang diselimuti dengan ketidakpastian akibat dipengaruhi perang Rusia-Ukraina. Namun, berbagai fenomena mendorong inflasi global serta suku bunga moneter di beberapa negara yang mencapai di atas 5%.

“Di Priangan Timur ekonomi masih tumbuh kuat dan kinerjanya positif. Kondisi itu tercipta didorong oleh peningkatan domestik, sehingga stabilitas perekonomian tetap terjaga sejalan,” ungkapnya, Rabu (13/12).

Aswin mengatakan, perekonomian sepanjang 2023 ditopang kinerja positif berbagai faktor antara lain terciptanya stabilitas harga dan upaya pengendalian inflasi. Selain itu juga ditunjang digitalisasi mulai dari sisi produksi, pemasaran hingga transaksi pembayaran, dan optimisme investor terhadap potensi ekonomi. Dukungan fiskal daerah ditunjang melalui kebijakan stimulus perekonomian dan besarnya potensi sektor ekonomi berorientasi pada budaya dan  sumber daya lokal.

“Pencapaian positif tentunya merupakan hasil kerja keras, sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, media massa dan umumnya seluruh masyarakat. Mereka bekerja mewujudkan pergerakan positif roda perekonomian di Priangan Timur,” ujarnya.

Memasuki 2024 perekonomian di Priangan Timur diprediksi masih dihadapkan dengan berbagai tantangan global maupun domestik seperti  perlambatan ekonomi dan tingginya inflasi global, perubahan iklim tekanan geopolitik, serta belum optimalnya hilirisasi sumber daya alam dan investasi. Namun, Priangan Timur memilik peluang akselerasi ekonomi melalui permintaan domestik seiring dengan normalisasi aktivitas masyarakat dan Pemilu 2024. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com