MICE  

Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne Mengundurkan Diri


Perdana Menteri (PM) Prancis Elisabeth Borne mengundurkan diri. Menteri Pendidikan Gabriel Attal, 34, muncul sebagai favorit untuk menggantikan Borne setelah berhari-hari melakukan manuver intens. Jika Attal diangkat, ia akan menjadi PM termuda dan pertama di Prancis yang secara terbuka menyatakan dirinya gay.

Perdana Menteri (PM) Prancis. Presiden Emmanuel Macron sebelumnya mengumumkan perombakan Kabinet untuk mencoba momentum baru dalam tiga tahun terakhir masa kepresidenannya.

“Borne mengajukan pengunduran diri kepada Macron, dan beliau menerimanya,” kata pernyataan resmi kantor Macron, Selasa (9/1).

Borne dan menteri lainnya akan terus menangani urusan sehari-hari sampai pemerintahan baru terbentuk. Namun dalam surat pengundurannya kepada Macron, ia mengisyaratkan menyukai posisi tersebut.

“Meski saya harus menyampaikan pengunduran diri, saya ingin memberi tahu kepada Anda betapa bersemangatnya saya terhadap misi ini,” tulisnya.

Sementara beberapa pihak memperkirakan PM baru akan segera ditunjuk pada malam hari, sumber yang dekat dengan Macron mengatakan pengumuman itu akan diumumkan pada Selasa (9/1) pagi waktu setempat.

Belum jelas hal ini sengaja dilakukan secara lambat atau karena adanya keberatan di menit-menit terakhir dari tokoh pemerintah atas kemungkinan penunjukan Attal.

Para komentator menganggap perombakan ini penting dalam meluncurkan kembali kepresidenan Macron yang berhaluan tengah selama tiga tahun terakhir dan mencegahnya menjadi pemimpin lumpuh setelah serangkaian krisis. (AFP/M-3)



Sejak ia mengalahkan kelompok sayap kanan untuk memenangkan masa jabatan kedua di 2022, Macron menghadapi protes atas reformasi pensiun yang tidak populer, hilangnya mayoritas dalam pemilihan parlemen, dan kontroversi mengenai undang-undang imigrasi.



Borne, 62 tahun, perempuan kedua yang memimpin pemerintahan Prancis, telah mengatasi masalah-masalah ini namun tidak pernah menghilangkan keraguan tentang masa depannya.



Menulis di media sosial X, Macron mengucapkan terima kasih kepada Borne atas pekerjaannya dalam melayani bangsa kita yang menjadi teladan setiap hari.



(The National News/Cah)

Perdana Menteri (PM) Prancis Elisabeth Borne mengundurkan diri. Menteri Pendidikan Gabriel Attal, 34, muncul sebagai favorit untuk menggantikan Borne setelah berhari-hari melakukan manuver intens. Jika Attal diangkat, ia akan menjadi PM termuda dan pertama di Prancis yang secara terbuka menyatakan dirinya gay.

Perdana Menteri (PM) Prancis. Presiden Emmanuel Macron sebelumnya mengumumkan perombakan Kabinet untuk mencoba momentum baru dalam tiga tahun terakhir masa kepresidenannya.

“Borne mengajukan pengunduran diri kepada Macron, dan beliau menerimanya,” kata pernyataan resmi kantor Macron, Selasa (9/1).

Borne dan menteri lainnya akan terus menangani urusan sehari-hari sampai pemerintahan baru terbentuk. Namun dalam surat pengundurannya kepada Macron, ia mengisyaratkan menyukai posisi tersebut.

“Meski saya harus menyampaikan pengunduran diri, saya ingin memberi tahu kepada Anda betapa bersemangatnya saya terhadap misi ini,” tulisnya.

Sementara beberapa pihak memperkirakan PM baru akan segera ditunjuk pada malam hari, sumber yang dekat dengan Macron mengatakan pengumuman itu akan diumumkan pada Selasa (9/1) pagi waktu setempat.

Belum jelas hal ini sengaja dilakukan secara lambat atau karena adanya keberatan di menit-menit terakhir dari tokoh pemerintah atas kemungkinan penunjukan Attal.

Para komentator menganggap perombakan ini penting dalam meluncurkan kembali kepresidenan Macron yang berhaluan tengah selama tiga tahun terakhir dan mencegahnya menjadi pemimpin lumpuh setelah serangkaian krisis. (AFP/M-3)

 

Sejak ia mengalahkan kelompok sayap kanan untuk memenangkan masa jabatan kedua di 2022, Macron menghadapi protes atas reformasi pensiun yang tidak populer, hilangnya mayoritas dalam pemilihan parlemen, dan kontroversi mengenai undang-undang imigrasi.

 

Borne, 62 tahun, perempuan kedua yang memimpin pemerintahan Prancis, telah mengatasi masalah-masalah ini namun tidak pernah menghilangkan keraguan tentang masa depannya.

 

Menulis di media sosial X, Macron mengucapkan terima kasih kepada Borne atas pekerjaannya dalam melayani bangsa kita yang menjadi teladan setiap hari.

 

(The National News/Cah)

Sumber: mediaindonesia.com