MICE  

Pemkot Tasikmalaya akan Beri Sanksi Tegas Guru yang tidak Netral

Pemkot Tasikmalaya akan Beri Sanksi Tegas Guru yang tidak Netral

SEORANG guru sekolah dasar negeri (SDN) 3 Gobras bertatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Tasikmalaya, Secara terang-terangan memberikan dukungan kepada calon presiden nomer urut 2 Prabowo-Gibran.

Dukungan itu viral terekam dalam video berdurasi waktu 4.28 detik dan beredar di media sosial serta pesan whatsapp. Dia mengaku sebagai Ilah Gomez.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah mengatakan, akan mengambil langkah tegas atas viralnya video itu. Dia berjanji akan memberikan sanksi tegas.

“Kami memastikan netralitas PNS di Pemkot Tasikmalaya masih terjaga. Untuk kejadian yang dilakukan PNS guru SDN 3, kami masih menunggu hasil investigasi Bawaslu Kota Tasikmalaya. Kami akan siapkan sanksi,” ujarnya, Selasa (9/1).

Dia menambahkan pihaknya sudah langsung berkoordinasi dengan Bawaslu setelah mendengar kabar viralnya video tersebut. Bawaslu akan memberikan rekomendasi hasil putusannya ke Pemkot Tasikmalaya, sebagai dasar pemberian sanksi terhadap PNS tersebut.

“Untuk penyelesaian kasus netralitas PNS akan diproses satu pintu oleh Bawaslu. Hasil putusan investigasi Bawaslu nanti akan langsung diberikan ke pemerintah kota,” tandasnya.

Selama ini semua pegawai telah menggelar deklarasi netralitas PNS, bersama TNI dan Polri. Tujuannya untuk menciptakan pemilu yang aman, damai, tertib sesuai demokrasi.

Dalam video itu, perempuan yang mengaku bernama Ilah Gomes itu menyanyikan lagu, dan bergoyang. “Halo, saya Ilah Gomez dari SDN 2 Gobras akan menyanyikan lagu PSG, Prabowo bersama Gibran. Siap? Cus,” katanya.

Berdasarkan hasil penelusuran, perempuan itu merupakan guru bertatus PNS yang mengajar di SDN 3 Gobras, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Rekaman video dibuat di ruang kelas 6 ketika tidak ada aktivitas belajar. (SG)

SEORANG guru sekolah dasar negeri (SDN) 3 Gobras bertatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Tasikmalaya, Secara terang-terangan memberikan dukungan kepada calon presiden nomer urut 2 Prabowo-Gibran.

Dukungan itu viral terekam dalam video berdurasi waktu 4.28 detik dan beredar di media sosial serta pesan whatsapp. Dia mengaku sebagai Ilah Gomez.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah mengatakan, akan mengambil langkah tegas atas viralnya video itu. Dia berjanji akan memberikan sanksi tegas.

“Kami memastikan netralitas PNS di Pemkot Tasikmalaya masih terjaga. Untuk kejadian yang dilakukan PNS guru SDN 3, kami masih menunggu hasil investigasi Bawaslu Kota Tasikmalaya. Kami akan siapkan sanksi,” ujarnya, Selasa (9/1).

Dia menambahkan pihaknya sudah langsung berkoordinasi dengan Bawaslu setelah mendengar kabar viralnya video tersebut. Bawaslu akan memberikan rekomendasi hasil putusannya ke Pemkot Tasikmalaya, sebagai dasar pemberian sanksi terhadap PNS tersebut.

“Untuk penyelesaian kasus netralitas PNS akan diproses satu pintu oleh Bawaslu. Hasil putusan investigasi Bawaslu nanti akan langsung diberikan ke pemerintah kota,” tandasnya.

Selama ini semua pegawai telah menggelar deklarasi netralitas PNS, bersama TNI dan Polri. Tujuannya untuk menciptakan pemilu yang aman, damai, tertib sesuai demokrasi.

Dalam video itu, perempuan yang mengaku bernama Ilah Gomes itu  menyanyikan lagu, dan bergoyang. “Halo, saya Ilah Gomez dari SDN 2 Gobras akan menyanyikan lagu PSG, Prabowo bersama Gibran. Siap? Cus,” katanya.

Berdasarkan hasil penelusuran, perempuan itu merupakan guru bertatus PNS yang mengajar di SDN 3 Gobras, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Rekaman video dibuat di ruang kelas 6 ketika tidak ada aktivitas belajar. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com