MICE  

PeaceGen Tanamkan Nilai Keberagaman lewat Program Pramuka Abad 21

PeaceGen Tanamkan Nilai Keberagaman lewat Program Pramuka Abad 21

PeaceGeneration Indonesia (PeaceGen) resmi telah merampungkan kegiatan kemah bertajuk Puncak Petualangan Madaharsa pada pertengahan Desember 2023 lalu. Kegiatan kemah ini menjadi puncak dari rangkaian program Pramuka Abad 21. Sebelumnya siswa sudah menjalani proses pembelajaran yang termuat dalam 9 bab pembelajaran bertajuk Petualangan Madaharsa.

Pramuka Abad 21 adalah program dari PeaceGen yang didukung oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan Uni Eropa melalui STRIVE Juvenile, yang bertujuan mendampingi serta membantu anak-anak menjadi lebih tangguh melawan kekerasan dan kejahatan yang terjadi di sekelilingnya.

Tujuan ini lalu dikolaborasikan dengan Gerakan Pramuka Indonesia di 17 Sekolah Dasar di Kota dan Kabupaten Bandung. Kolaborasi ini juga tidak terlepas dari adanya kesamaan nilai antara Dasa Darma Pramuka serta 12 Nilai Dasar Perdamaian PeaceGen, khususnya dalam aspek Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

PeaceGen beserta kakak-kakak pembina dari Sekolah Mitra Pramuka Abad 21 melaksanakan kegiatan perkemahan pada 15-16 Desember 2023 di Natural Hills, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Terdapat lebih dari 250 peserta yang terdiri dari 198 siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD serta kakak pembina dan pendamping Pandega dari Kota dan Kabupaten Bandung.

Perkemahan ini menggabungkan antara pelatihan kepramukaan dan perdamaian yang berbasis pengalaman serta kreatif. Pelatihan ini meliputi kegiatan kepramukaan seperti tali-temali, sandi morse, hingga kemampuan indera manusia (KIM).

PeaceGen juga mengajak anak-anak bermain Coreng Mukaku dan Identitas yang mengajarkan tentang bagaimana menerima perbedaan dalam keberagaman, khususnya sesuai konteks yang ada di Indonesia.

Harapannya, proyek tersebut dapat membantu siswa-siswi SD belajar menerima perbedaan dan kolaborasi sehingga mereka dapat menjadi seorang agen perdamaian dan perubahan di masa depan.

Direktur Eksekutif PeaceGeneration Indonesia, Irfan Amali, dalam keterangan resminya, Kamis (4/1) mengatakan mereka merancang sebuah journey yang disebut dengan Petualangan Madaharsa, terdiri dari sembilan quest, kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai Pramuka. “Dan kita menambahkan nilai-nilai yang mungkin kita kuatkan yaitu empati dan berpikir kritis. Memahami bias kemudian conflict resolution yang mungkin di Pramuka sudah ada tetapi perlu dikuatkan. Sehingga dua kekuatan Pramuka dan PeaceGen dari segi konten disatukan, kemudian nature dan gen yang sama dalam Game-Based Learning juga disatukan.”

“Banyak pelajaran yang saya dapat darikegiatan ini. Contohnya dengan memberikan suatu pembelajaran menarik. Kalau Petualangan Madaharsa itu berupa permainan tapi disisipkan bahwa anak itu ingin seperti apa, sehingga ketika saya mengajar pun (jadi paham) bagaimana caranya menyampaikan sesuatu ke anak secara menarik, nggak membosankan, terus sesuai dengan zamannya,” ujar Tina, seorang guru dari SD Prof. Dr. Moestopo Kota Bandung. (M-3)



PeaceGeneration Indonesia (PeaceGen) resmi telah merampungkan kegiatan kemah bertajuk Puncak Petualangan Madaharsa pada pertengahan Desember 2023 lalu. Kegiatan kemah ini menjadi puncak dari rangkaian program Pramuka Abad 21. Sebelumnya siswa sudah menjalani proses pembelajaran yang termuat dalam 9 bab pembelajaran bertajuk Petualangan Madaharsa.

Pramuka Abad 21 adalah program dari PeaceGen yang didukung oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan Uni Eropa melalui STRIVE Juvenile, yang bertujuan mendampingi serta membantu anak-anak menjadi lebih tangguh melawan kekerasan dan kejahatan yang terjadi di sekelilingnya.

Tujuan ini lalu dikolaborasikan dengan Gerakan Pramuka Indonesia di 17 Sekolah Dasar di Kota dan Kabupaten Bandung. Kolaborasi ini juga tidak terlepas dari adanya kesamaan nilai antara Dasa Darma Pramuka serta 12 Nilai Dasar Perdamaian PeaceGen, khususnya dalam aspek Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

PeaceGen beserta kakak-kakak pembina dari Sekolah Mitra Pramuka Abad 21 melaksanakan kegiatan perkemahan pada 15-16 Desember 2023 di Natural Hills, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Terdapat lebih dari 250 peserta yang terdiri dari 198 siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD serta kakak pembina dan pendamping Pandega dari Kota dan Kabupaten Bandung.

Perkemahan ini menggabungkan antara pelatihan kepramukaan dan perdamaian yang berbasis pengalaman serta kreatif. Pelatihan ini meliputi kegiatan kepramukaan seperti tali-temali, sandi morse, hingga kemampuan indera manusia (KIM).

PeaceGen juga mengajak anak-anak bermain Coreng Mukaku dan Identitas yang mengajarkan tentang bagaimana menerima perbedaan dalam keberagaman, khususnya sesuai konteks yang ada di Indonesia.

Harapannya, proyek tersebut dapat membantu siswa-siswi SD belajar menerima perbedaan dan kolaborasi sehingga mereka dapat menjadi seorang agen perdamaian dan perubahan di masa depan.

Direktur Eksekutif PeaceGeneration Indonesia, Irfan Amali, dalam keterangan resminya, Kamis (4/1) mengatakan mereka merancang sebuah journey yang disebut dengan Petualangan Madaharsa, terdiri dari sembilan quest, kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai Pramuka. “Dan kita menambahkan nilai-nilai yang mungkin kita kuatkan yaitu empati dan berpikir kritis. Memahami bias kemudian conflict resolution yang mungkin di Pramuka sudah ada tetapi perlu dikuatkan. Sehingga dua kekuatan Pramuka dan PeaceGen dari segi konten disatukan, kemudian nature dan gen yang sama dalam Game-Based Learning juga disatukan.”

“Banyak pelajaran yang saya dapat darikegiatan ini. Contohnya dengan memberikan suatu pembelajaran menarik. Kalau Petualangan Madaharsa itu berupa permainan tapi disisipkan bahwa anak itu ingin seperti apa, sehingga ketika saya mengajar pun (jadi paham) bagaimana caranya menyampaikan sesuatu ke anak secara menarik, nggak membosankan, terus sesuai dengan zamannya,” ujar Tina, seorang guru dari SD Prof. Dr. Moestopo Kota Bandung. (M-3)

 

 

Sumber: mediaindonesia.com