MICE  

Pasukan Kurdi Suriah Lancarkan Serangan terhadap Militan ISIS

PASUKAN pimpinan Kurdi Suriah mengatakan Kamis (29/12) bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap pejuang kelompok ISIS, beberapa hari setelah orang-orang bersenjata jihad melancarkan serangan penjara yang mematikan. Adapun enam pejuang Kurdi tewas, Senin (26/12), ketika militan ISIS menyerang kompleks di Raqa, bekas ibu kota de facto kelompok jihad di Suriah, dalam upaya membebaskan sesama militan yang dipenjara di sana.

Pasukan Demokratik Suriah pimpinan Kurdi mengatakan serangan itu, yang dijuluki Operasi al-Jazeera Thunderbolt, bertujuan memusnahkan orang-orang bersenjata ISIS dari daerah-daerah yang telah menjadi sumber serangan teroris baru-baru ini. SDF mengatakan operasi itu dilakukan bersama koalisi yang didukung AS, meskipun tidak ada konfirmasi langsung dari pasukan internasional bahwa mereka ikut ambil bagian.

Pernyataan SDF mengatakan bahwa selain serangan Raqa yang digagalkan, pejuang ISIS baru-baru ini melakukan delapan serangan di wilayah Suriah utara Deir Ezzor, Hasakeh, dan kamp Al-Hol untuk orang-orang telantar yang menampung anggota keluarga militan ISIS. Merujuk serangan udara Turki baru-baru ini terhadap pasukan Kurdi di timur laut Suriah, SDF mengatakan ISIS mencoba mengambil keuntungan dari situasi tersebut dengan melakukan lebih banyak serangan teroris.

Setelah meroket di Irak dan Suriah pada 2014, ISIS melihat sistem yang disebut kekhalifahannya runtuh, tetapi para pejuangnya tetap ada. Didukung oleh koalisi antijihadis internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat, SDF memelopori perang melawan ISIS di Suriah dan mengusir kelompok tersebut dari kubu terakhirnya di negara tersebut pada tahun 2019.

IS terus mengklaim serangan di Irak dan Suriah. SDF secara teratur melancarkan operasi melawan jihadis di Suriah. 

Kelompok itu mengatakan serangan pada Senin di Raqa bertujuan membalas tahanan Muslim dan kerabat perempuan jihadis yang tinggal di kamp Al-Hol. Pada September, otoritas Kurdi menangkap lebih dari 200 orang di Al-Hol menyusul penemuan terowongan dan gudang senjata yang digunakan oleh para jihadis. (AFP/OL-14)


Sumber: mediaindonesia.com