MICE  

Pasar Industri Kreatif Dipercaya akan Merata ke Seluruh Indonesia

Pasar Industri Kreatif Dipercaya akan Merata ke Seluruh Indonesia

PASAR industri kreatif saat ini paling besar ada di Jakarta namun tidak dipungkiri bahwa dengan kemajuan teknologi informasi siapa saja dimanapun kini bisa menekuni industri kreatif tanpa harus ke Ibu Kota. Industri kreatif merupakan industri yang lekat dilakukan oleh generasi muda tidak terkecuali para pemuda di Sulawesi Selatan.

“Bicara realita dan idealisme, kenapa sekarang untuk berkembang harus ke Jakarta? Karena tak bisa dipungkiri bahwa infrastruktur dan pasar utamanya ada di sana karena di sana cara untuk berkembang,” ujar Muhammad Zinedine Alam Ganjar sampai di Esspecto Coffee, Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (20/1) malam.

Pernyataan Alam tersebut menjawab keresahan dari pelaku industri kreatif yang bergerak di bidang musik publisher. Menurutnya pelaku industri kreatif mengharuskan pelaku industri musik untuk berada di Jakarta apabila ingin berkembang dan meraih kesuksesan.

Alam menjelaskan bahwa suatu saat di masa depan ada distribusi merata mengenai akses dan fasilitas dari berbagai industri semakin berkembang di daerah-daerah. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengurangi kepadatan populasi Jakarta dan mendorong daerah lain semakin berkembang.

“Dengan Indonesia yang luas dan industri musik variatif, harus ada distribusi infrastruktur secara merata, tidak hanya industri musik saja coba kita bayangkan di Manado ada suatu tempat yang menjadi integrasi anak muda bebas mau ngapain aja, ekosistem supporting supaya anak muda ga bingung lagi mau produktif dimana,” kata Alam.

Alam menjelaskan jika setiap provinsi menjadi salah satu penyebaran industri musik di Indonesia maka dirinya meyakini akan ada tindakan afirmasi terkait industri label yang belum ada di provinsi tersebut.

“Tapi saya rasa kalau ini ada di setiap provinsi itu jadi salah satu penyebaran industri musik di Indonesia akan ada tindakan afirmasi terkait industri musik yang belum ada label karena belum ada regulasi konkret yang mengelola hal itu,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Alam pun diajak berbincang mengenai kesan pertama hingga kesibukannya yang tengah di jalaninya saat ini oleh kedua pembawa acara dalam kegiatan tersebut Alam mengaku terkesan dengan keindahan alam dan kuliner khas Manado.

Seusai itu, dirinya ditontonkan dengan aksi sejumlah pemuda yang menampilkan bridge dance. Seakan tidak mau kalah, Alam pun ditantang untuk melakukan battle dance dan dirinya mempertontonkan aksi memukau yang membuat decak kagum dari penonton yang hadir. (Z-8)




PASAR industri kreatif saat ini paling besar ada di Jakarta namun tidak dipungkiri bahwa dengan kemajuan teknologi informasi siapa saja dimanapun kini bisa menekuni industri kreatif tanpa harus ke Ibu Kota. Industri kreatif merupakan industri yang lekat dilakukan oleh generasi muda tidak terkecuali para pemuda di Sulawesi Selatan. 

“Bicara realita dan idealisme, kenapa sekarang untuk berkembang harus ke Jakarta? Karena tak bisa dipungkiri bahwa infrastruktur dan pasar utamanya ada di sana karena di sana cara untuk berkembang,” ujar Muhammad Zinedine Alam Ganjar sampai di Esspecto Coffee, Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (20/1) malam. 

Pernyataan Alam tersebut menjawab keresahan dari pelaku industri kreatif yang bergerak di bidang musik publisher. Menurutnya pelaku industri kreatif mengharuskan pelaku industri musik untuk berada di Jakarta apabila ingin berkembang dan meraih kesuksesan.

Alam menjelaskan bahwa  suatu saat di masa depan ada distribusi merata mengenai akses dan fasilitas dari berbagai industri semakin berkembang di daerah-daerah. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengurangi kepadatan populasi Jakarta dan mendorong daerah lain semakin berkembang.

“Dengan Indonesia yang luas dan industri musik variatif, harus ada distribusi infrastruktur secara merata, tidak hanya industri musik saja coba kita bayangkan di Manado ada suatu tempat yang menjadi integrasi anak muda bebas mau ngapain aja, ekosistem supporting supaya anak muda ga bingung lagi mau produktif dimana,” kata Alam.

Alam menjelaskan jika setiap provinsi menjadi salah satu penyebaran industri musik di Indonesia maka dirinya meyakini akan ada tindakan afirmasi terkait industri label yang belum ada di provinsi tersebut.

“Tapi saya rasa kalau ini ada di setiap provinsi itu jadi salah satu penyebaran industri musik di Indonesia akan ada tindakan afirmasi terkait industri musik yang belum ada label karena belum ada regulasi konkret yang mengelola hal itu,” pungkasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Alam pun diajak berbincang mengenai kesan pertama hingga kesibukannya yang tengah di jalaninya saat ini oleh kedua pembawa acara dalam kegiatan tersebut Alam mengaku terkesan dengan keindahan alam dan kuliner khas Manado.

Seusai itu, dirinya ditontonkan dengan aksi sejumlah pemuda yang menampilkan bridge dance. Seakan tidak mau kalah, Alam pun ditantang untuk melakukan battle dance dan dirinya mempertontonkan aksi memukau yang membuat decak kagum dari penonton yang hadir. (Z-8)

 

Sumber: mediaindonesia.com