MICE  

Partai Buruh tidak akan mendukung Capres di Putaran Pertama Pilpres.

Partai Buruh tidak akan mendukung Capres di Putaran Pertama Pilpres.

PARTAI Buruh tidak akan memilih dan memberikan dukungan kepada semua calon presiden dan calon wakil presiden pada putaran pertama dalam pemilihan presiden pada Februari 2024. Mereka baru akan memberikan dukungan pada putaran kedua itupun setelah ada kontrak politik dengan individu calon presiden.

Pasalnya, seperti diungkapkan Presiden Partai Buruh Said Iqbal, tidak ada komitmen dari para calon presiden untuk membatalkan Undang Undang Cipta Kerja. Karena itu, Partai Buruh dipastikan pada putaran pertama Pilpres 2024 tidak akan memberikan dukungan kepada calon manapun.

Selain itu, Partai buruh juga merasa kecewa karena tidak ada satu pun kandidat capres dan cawapres yang bersedia melakukan kontrak politik dengan buruh. Selain itu, para kandidat juga tidak mau menghadiri undangan yang disampaikan Partai Buruh untuk berdialog.

“Kami tidak akan memilih calon presiden pada putaran pertama ini sesuai dengan opsi yang sudah disepakati. Kalaupun partai buruh memilih capres akan melakukan kontrak politik dengan capres secara langsung,” ungkap Said saat menghadiri Konsolidasi Partai buruh di Hotel Harper, Purwakarta, Sabtu (30/12).

Dia juga menyampaikan alasan lainnya karena para capres-cawapres tidak mendukung perjuangan buruh dalam menuntut kenaikan upah minimum sebesar 15% pada 2024. Padahal setidaknya ada sekitar 6 juta suara buruh yang dapat disumbangkan jika ada capres yang mendukung buruh.

Kendati demikian, menurut Said, tidak menutup kemungkinan bahwa Partai Buruh akan memberikan dukungan pada putaran kedua pemilihan presiden pada Juni 2024 mendatang. Menurut jajak pendapat sejumlah lembaga survei, sejauh ini belum ada pasangan calon elektabilitasnya lebih dari 50%.

Dia mengklaim serikat buruh akan mendukung partainya untuk pemenangan pada Pemilu 2024. Pihaknya optimistis Partai Buruh akan lolos ke Senayan.

Jumlah buruh beserta keluarganya adalah 20 juta orang. Di Jawa Barat, Partai Buruh mentargetkan jumlah suara dari Jawa Barat sebanyak 2,5 juta.

Dikatakan Said, Jawa Barat adalah kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara dengan jumlah buruh formal kurang lebih 15 juta orang, sesuai data Dinas Tenaga Kerja Jawa Barat.

Oleh karena itu, bagi Partai Buruh Jawa Barat lokasi pertarungan sengit pemenangan Partai Buruh. “Kemenangan di Jawa Barat berarti kemenangan Indonesia. Dari survei internal Partai Buruh, elektabilitas kami sudah tembus 4,78%. Jawa Barat menyumbang lebih dari 2%,” tandasnya.

Dia juga optimistis Parti buruh akan mendapatkan minimal 7 kursi di DPR RI. Dua kursi di antaranya akan diperoleh dari dapil 7 Jawa Barat yaitu Bekasi, Purwakarta dan Karawang. (SG)

PARTAI Buruh tidak akan memilih dan memberikan dukungan kepada semua calon presiden dan calon wakil presiden pada putaran pertama dalam pemilihan presiden pada Februari 2024. Mereka baru akan memberikan dukungan pada putaran kedua itupun setelah ada kontrak politik dengan individu calon presiden.

Pasalnya, seperti diungkapkan Presiden Partai Buruh Said Iqbal, tidak ada komitmen dari para calon presiden untuk membatalkan Undang Undang Cipta Kerja. Karena itu, Partai Buruh dipastikan pada putaran pertama Pilpres 2024 tidak akan memberikan dukungan kepada calon manapun.

Selain itu, Partai buruh juga merasa kecewa karena tidak ada satu pun kandidat capres dan cawapres yang bersedia melakukan kontrak politik dengan buruh. Selain itu, para kandidat juga tidak mau menghadiri undangan yang disampaikan Partai Buruh untuk berdialog.

“Kami tidak akan memilih calon presiden pada putaran pertama ini sesuai dengan opsi yang sudah disepakati. Kalaupun partai buruh memilih capres akan melakukan kontrak politik dengan capres secara langsung,” ungkap Said saat menghadiri Konsolidasi Partai buruh di Hotel Harper, Purwakarta, Sabtu (30/12).

Dia juga menyampaikan alasan lainnya karena para capres-cawapres tidak mendukung perjuangan buruh dalam menuntut kenaikan upah minimum sebesar 15% pada 2024. Padahal setidaknya ada sekitar 6 juta suara buruh yang dapat disumbangkan jika ada capres yang mendukung buruh.

Kendati demikian, menurut Said, tidak menutup kemungkinan bahwa Partai Buruh akan memberikan dukungan pada putaran kedua pemilihan presiden pada Juni 2024 mendatang. Menurut jajak pendapat sejumlah lembaga survei, sejauh ini belum ada pasangan calon elektabilitasnya lebih dari 50%.

Dia mengklaim serikat buruh akan mendukung partainya untuk pemenangan pada Pemilu 2024. Pihaknya optimistis Partai Buruh akan lolos ke Senayan.

Jumlah buruh beserta keluarganya adalah 20 juta orang. Di Jawa Barat, Partai Buruh mentargetkan jumlah suara dari Jawa Barat sebanyak 2,5 juta.

Dikatakan Said, Jawa Barat adalah kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara dengan jumlah buruh formal kurang lebih 15 juta orang, sesuai data Dinas Tenaga Kerja Jawa Barat.

Oleh karena itu, bagi Partai Buruh Jawa Barat lokasi pertarungan sengit pemenangan Partai Buruh. “Kemenangan di Jawa Barat berarti kemenangan Indonesia. Dari survei internal Partai Buruh, elektabilitas kami sudah tembus 4,78%. Jawa Barat menyumbang lebih dari 2%,” tandasnya.

Dia juga optimistis Parti buruh akan mendapatkan minimal 7 kursi di DPR RI. Dua kursi di antaranya akan diperoleh dari dapil 7 Jawa Barat yaitu Bekasi, Purwakarta dan Karawang. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com