MICE  

Partai Buruh Isi Kampanye Hari Pertama dengan Aksi Unjuk Rasa di Gedung Sate

Partai Buruh Isi Kampanye Hari Pertama dengan Aksi Unjuk Rasa di Gedung Sate

PARTAI Buruh mengisi hari pertama kampanye dengan menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (28/11). Bersama sejumlah serikat buruh yang berasal dari beberapa daerah, mereka juga meminta Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyetujui usulan upah minimum kabupaten dan kota yang diusulkan para kepala daerah.

“Para bupati dan wali kota mengusulkan kenaikan UMK di atas 10%. Kami mendukung kenaikan itu, karena mendekati tuntutan buruh kenaikan sebesar 15%,” ujar Presiden Partai Buruh Said Iqbal yang membuka aksi itu.

Para serikat buruh, lanjutnya, akan memastikan bahwa Pj Gubernur tidak mengubah rekomendasi kenaikan UMK dari wali kota dan bupati. Hampir semua bupati dan wali kota mengusulkan kenaikan UMK antara 12% hingga 14%.

Mereka mengancam akan menggelar unjuk rasa, jika Pj Gubernur mengubah usulan UMK tersebut. Selain itu, mereka juga berencana melakukan aksi mogok kerja.

Pada kesempatan itu, Said juga optimistis Partai Buruh akan mendapat suara signifikan di Jawa Barat. Mereka juga bisa mendudukkan sejumlah calon legeslatif menjadi anggota legeslatif, baik di tingkat kabupaten dan kota, provinsi maupun DPR RI.

“Dari Jawa Barat, Partai Buruh optimistis bisa meraih 2,5 juta suar pada Pemilu 2024. Di DPRD Jawa Barat, target kami bisa menempatkan 9 wakil dari Partai Buruh,” paparnya.

Untuk itu, dia mengajak para buruh memperkuat barisan dan berjuang bersama untuk meraih suara pada Pemilu 2024. “Hanya Partai Buruh yang akan memperjuangkan kepentingan buruh. Mari kita satukan kekuataan dan sikap untuk memenangkan Partai Buruh,” tandas Iqbal. (SG)

PARTAI Buruh mengisi hari pertama kampanye dengan menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (28/11). Bersama sejumlah serikat buruh yang berasal dari beberapa daerah, mereka juga meminta Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyetujui usulan upah minimum kabupaten dan kota yang diusulkan para kepala daerah.

“Para bupati dan wali kota mengusulkan kenaikan UMK di atas 10%. Kami mendukung kenaikan itu, karena mendekati tuntutan buruh kenaikan sebesar 15%,” ujar Presiden Partai Buruh Said Iqbal yang membuka aksi itu.

Para serikat buruh, lanjutnya, akan memastikan bahwa Pj Gubernur tidak mengubah rekomendasi kenaikan UMK dari wali kota dan bupati. Hampir semua bupati dan wali kota mengusulkan kenaikan UMK antara 12% hingga 14%.

Mereka mengancam akan menggelar unjuk rasa, jika Pj Gubernur mengubah usulan UMK tersebut. Selain itu, mereka juga berencana melakukan aksi mogok kerja.

Pada kesempatan itu, Said juga optimistis Partai Buruh akan mendapat suara signifikan di Jawa Barat. Mereka juga bisa mendudukkan sejumlah calon legeslatif menjadi anggota legeslatif, baik di tingkat kabupaten dan kota, provinsi maupun DPR RI.

“Dari Jawa Barat, Partai Buruh optimistis bisa meraih 2,5 juta suar pada Pemilu 2024. Di DPRD Jawa Barat, target kami bisa menempatkan 9 wakil dari Partai Buruh,” paparnya.

Untuk itu, dia mengajak para buruh memperkuat barisan dan berjuang bersama untuk meraih suara pada Pemilu 2024. “Hanya Partai Buruh yang akan memperjuangkan kepentingan buruh. Mari kita satukan kekuataan dan sikap untuk memenangkan Partai Buruh,” tandas Iqbal. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com