MICE  

Padi Organik Jadi Alternatif Pangan Saat Krisis

Padi Organik Jadi Alternatif Pangan Saat Krisis

MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut beras organik menjadi salah satu langkah alternatif untuk memenuhi ketersediaan pangan di tengah krisis pangan dunia.

Amran mengungkapkan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi krisis pangan akibat dampak perubahan ikllim. Berbagai upaya dilakukan untuk menanggulangi krisis pangan salah satunya menjadikan komoditas pada organik sebagai alternatif lain.

“Dunia sekarang sedang menghadapi krisis pangan. Penting bagi kita untuk terus berkomitmen menjaga pasokan komoditas strategis agar tidak terjadi pergolakan harga dan stok di pasaran,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (10/12).

Lebih lanjut, Amran mengatakan, padi organik yang menjadi salah satu komoditas unggulan Program Development of Integrated Farming System in Upland Area (UPLAND Project) semakin banyak diminati para petani. Petani mengakui mendapatkan keuntungan lebih saat menanam padi organik karena selain hemat biaya produksi juga diminati pasar nasional bahkan internasional.

Selain itu pengembangan padi organik yang digencarkan UPLAND Kementerian Pertanian dilakukan agar produktivitas para petani meningkat tanpa menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Artinya semua konstruksi proyek ramah lingkungan.

“Padi organik memiliki nilai ekonomi lebih bagi petani menjadi tujuan utama mensejahterakan para petani,” jelasnya.

Program yang saat ini tersebar di 13 kabupaten di sleuruh Indonesia ini dilakukan untuk mengembangkan di dataran tinggi yang komprehensif, mulai di lahan pertanian (on farm) hingga pengembangan di luar lahan pertanian (off farm).

Kabupaten yang paling banyak memproduksi program yang didanai oleh Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) terbesar dilakukan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Luas areal padi organik di Kabupaten Magelang terdata seluas 1.200 hektar, dengan produksi beras organik mencapai 7.500 ton per tahun,” tutupnya. (Z-6)

MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut beras organik menjadi salah satu langkah alternatif untuk memenuhi ketersediaan pangan di tengah krisis pangan dunia. 

Amran mengungkapkan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi krisis pangan akibat dampak perubahan ikllim. Berbagai upaya dilakukan untuk menanggulangi krisis pangan salah satunya menjadikan komoditas pada organik sebagai alternatif lain. 

“Dunia sekarang sedang menghadapi krisis pangan. Penting bagi kita untuk terus berkomitmen menjaga pasokan komoditas strategis agar tidak terjadi pergolakan harga dan stok di pasaran,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (10/12).

Lebih lanjut, Amran mengatakan, padi organik yang menjadi salah satu komoditas unggulan Program Development of Integrated Farming System in Upland Area (UPLAND Project) semakin banyak diminati para petani. Petani mengakui mendapatkan keuntungan lebih saat menanam padi organik karena selain hemat biaya produksi juga diminati pasar nasional bahkan internasional. 

Selain itu pengembangan padi organik yang digencarkan UPLAND Kementerian Pertanian dilakukan agar produktivitas para petani meningkat tanpa menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Artinya semua konstruksi proyek ramah lingkungan.

“Padi organik memiliki nilai ekonomi lebih bagi petani menjadi tujuan utama mensejahterakan para petani,” jelasnya.

Program yang saat ini tersebar di 13 kabupaten di sleuruh Indonesia ini dilakukan untuk mengembangkan di dataran tinggi yang komprehensif, mulai di lahan pertanian (on farm) hingga pengembangan di luar lahan pertanian (off farm).

Kabupaten yang paling banyak memproduksi program yang didanai oleh Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) terbesar dilakukan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 

“Luas areal padi organik di Kabupaten Magelang terdata seluas 1.200 hektar, dengan produksi beras organik mencapai 7.500 ton per tahun,” tutupnya. (Z-6)

Sumber: mediaindonesia.com