MICE  

Owner Kayan Hydro Energi (KHE) Dianugerahi Gelar Kehormatan Warga Dayak

Owner Kayan Hydro Energi (KHE) Dianugerahi Gelar Kehormatan Warga Dayak

Dinilai banyak berjasa terhadap masyarakat adat dayak, owner perusahaan pembangkit listrik PT Kayan Hydro Energi (KHE), Tjandra Limanjaya dianugrahi gelar anggota kehormatan masyarakat adat dayak oleh Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN).

Pemakaian mahkota dan baju kebesaran adat dayak dilakukan oleh Presiden MADN Marthin Billa, di Tanjungselor, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu (9/12). Pemberian gelar anggota kehormatan disaksikan Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang, Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan, para bupati di Kaltara dan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kaltara Johny Laing Impang.

“Atas dedikasi dan kontribusi yang luar biasa dalam memperjuangkan pembangunan PLTA Kayan Cascade yang akan menjadi pusat ekonomi di wilayah adat Sungai Kayan dan terus berbuat dengan melestarikan budaya dayak maka Majelis Adat Dayak Nasional dengan ini memberikan penghargaan kepada Tjandra Limanjaya sebagai warga kehormatan dayak nasional,” demikian bunyi keputusan MADN.

Presiden MADN Marthin Billa mengatakan PT KHE telah membangun wilayah tersebut sejak pertama kali masuk. “Kita harapkan dengan penganugrahaan ini menjadikan mereka sungguh-sungguh membangun daerah bersama dengan masyarakat,” ujarnya.

Marthin mengatakan kalau proyek-proyek ini sudah berjalan sudah pasti akan memberi dampak kepada masyarakat kita. Pertama, kata dia, masyarakat akan dilibatkan tentu sesuai dengan kemampuan mereka. Yang kedua, kehadiran proyek PLTA Sungai Kayan bakal memberikan lapangan kerja kepada masyarakat.

“Kemudian juga bisa memberikan motivasi untuk anak muda berwirausaha karena usaha di daerah kita ini pasti akan berkaitan dengan berbagai sektor umpamanya hasil kebun mereka, hasil ladang mereka akan semua bisa dipasarkan kalau ada proyek-proyek, tapi kan sekarang belum ada. Kalau sudah ada pasti membuka lapangan kerja, dan memberikan kesempatan untuk pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Owners PT KHE Tjandra Limanjaya merasa mendapat kehormatan menjadi Anggota Kehormatan masyarakat Dayak. “Semoga apa yang telah diberikan kepada saya pada hari ini bisa menambah tekad, semangat dan bakti saya kepada warga Dayak/dan masyarakat di Kalimantan Utara,” ucapnya usai acara.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Anugerah yang membanggakan ini membuat saya teringat ketika pertama kali merintis pembangunan PLTA Kayan Cascade 12 tahun lalu. Dengan terbangunnya PLTA Kayan Cascade, yang akan menjadi PLTA terbesar se-Asia Tenggara, nantinya bukan hanya untuk kemakmuran Indonesia. Tapi lebih khusus akan berdampak pada masyarakat Dayak. Saya percaya, berdirinya PLTA Kayan Cascade ini akan meningkatkan kemakmuran dan ekonomi masyarakat Dayak dan Kalimantan Utara”.

Ketua DAD Provinsi Kalimantan Utara Johny Laing Impang mengatakan pemberian gelar kehormatan layak diberikan kepada Tjandra Limanjaya karena selama ini Tjandra Limanjaya besar sekali kontribusinya kepada masyarakat dayak khususnya di Provinsi Kalimantan Utara. ‘Sudah beratus ratus anak kita diberikan bantuan, berupa lapangan pekerjaan, bea siswa dan lain lain,” kata Johny.

PLTA Kayan Cascade yang dibangun oleh PT KHE memanfaatkan area sepanjang sungai Kayan dan terdiri atas 5 bendungan dengan 5-6 unit turbin pembangkit tiap bendungannya. Nilai investasi proyek tersebut senilai US$17 miliar atau setara Rp258,3 triliun (kurs Rp15.196).

Proyek ini juga didukung investor asal Jepang Sumitomo Coporation. Keberadaan PLTA Kayan Cascade nantinya akan mendukung kawasan Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) Tanah Kuning di Bulungan, Kaltara. Karena itu, kedua proyek ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). (RO/E-1)

Dinilai banyak berjasa terhadap masyarakat adat dayak, owner perusahaan pembangkit listrik PT Kayan Hydro Energi (KHE), Tjandra Limanjaya dianugrahi gelar anggota kehormatan masyarakat adat dayak oleh Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN).

Pemakaian mahkota dan baju kebesaran adat dayak dilakukan oleh Presiden MADN Marthin Billa, di Tanjungselor, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu (9/12). Pemberian gelar anggota kehormatan disaksikan  Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang, Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan, para bupati di Kaltara dan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kaltara Johny Laing Impang.

“Atas dedikasi dan kontribusi yang luar biasa dalam memperjuangkan pembangunan PLTA Kayan Cascade yang akan menjadi pusat ekonomi di wilayah adat Sungai Kayan dan terus berbuat dengan melestarikan budaya dayak maka Majelis Adat Dayak Nasional dengan ini memberikan penghargaan kepada Tjandra Limanjaya sebagai warga kehormatan dayak nasional,” demikian bunyi keputusan MADN.

Presiden MADN Marthin Billa mengatakan PT KHE telah membangun wilayah tersebut sejak pertama kali masuk. “Kita harapkan dengan penganugrahaan ini menjadikan mereka sungguh-sungguh membangun daerah bersama dengan masyarakat,” ujarnya.

Marthin mengatakan kalau proyek-proyek ini sudah berjalan sudah pasti akan memberi dampak kepada masyarakat kita. Pertama, kata dia, masyarakat akan dilibatkan tentu sesuai dengan kemampuan mereka. Yang kedua, kehadiran proyek PLTA Sungai Kayan bakal memberikan lapangan kerja kepada masyarakat. 

“Kemudian juga bisa memberikan motivasi untuk anak muda berwirausaha karena usaha di daerah kita ini pasti akan berkaitan dengan berbagai sektor umpamanya hasil kebun mereka, hasil ladang mereka akan semua bisa dipasarkan kalau ada proyek-proyek, tapi kan sekarang belum ada. Kalau sudah ada pasti membuka lapangan kerja, dan memberikan kesempatan untuk pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Owners PT KHE Tjandra Limanjaya merasa mendapat kehormatan menjadi Anggota Kehormatan masyarakat Dayak. “Semoga apa yang telah diberikan kepada saya pada hari ini bisa menambah tekad, semangat dan bakti saya kepada warga Dayak/dan masyarakat di Kalimantan Utara,” ucapnya usai acara.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Anugerah yang membanggakan ini membuat saya teringat ketika pertama kali merintis pembangunan PLTA Kayan Cascade 12 tahun lalu. Dengan terbangunnya PLTA Kayan Cascade, yang akan menjadi PLTA terbesar se-Asia Tenggara, nantinya bukan hanya untuk kemakmuran Indonesia. Tapi lebih khusus akan berdampak pada masyarakat Dayak.  Saya percaya, berdirinya PLTA Kayan Cascade ini akan meningkatkan kemakmuran dan ekonomi masyarakat Dayak dan Kalimantan Utara”.

Ketua DAD Provinsi Kalimantan Utara Johny Laing Impang mengatakan pemberian gelar kehormatan layak diberikan kepada Tjandra Limanjaya karena selama ini Tjandra Limanjaya besar sekali kontribusinya kepada masyarakat dayak khususnya di Provinsi Kalimantan Utara. ‘Sudah beratus ratus anak kita diberikan bantuan, berupa lapangan pekerjaan, bea siswa dan lain lain,” kata Johny.

PLTA Kayan Cascade yang dibangun oleh PT KHE memanfaatkan area sepanjang sungai Kayan dan terdiri atas 5 bendungan dengan 5-6 unit turbin pembangkit tiap bendungannya. Nilai investasi proyek tersebut senilai US$17 miliar atau setara Rp258,3 triliun (kurs Rp15.196). 

Proyek ini juga didukung investor asal Jepang Sumitomo Coporation. Keberadaan PLTA Kayan Cascade nantinya akan mendukung kawasan Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) Tanah Kuning di Bulungan, Kaltara. Karena itu, kedua proyek ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). (RO/E-1)

 

Sumber: mediaindonesia.com