MICE  

Meski Menuai Kontroversi, Kereta Wisata di Meksiko tetap Beroperasi

Meski Menuai Kontroversi, Kereta Wisata di Meksiko tetap Beroperasi

Meski dianggap berpotensi merusak lingkungan, kereta wisata Maya di Meksiko mulai beroperasi pada Jumat (15/12). Sejumlah pihak menilai, pengopersian kereta itu menjanjikan kemakmuran bagi salah satu wilayah termiskin di negara tersebut.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador memuji proyek andalannya sebagai “magnum opus” yang dibangun dalam waktu singkat. Saat peresmiannya kemarin, ia menaiki salah satu gerbong hijau-putih untuk perjalanan pertama kereta antara kota kolonial Campeche dan resor Cancun di Karibia.

Cancun adalah tujuan wisata terkemuka di Meksiko dan menerima 34 juta pengunjung asing antara bulan Januari dan Oktober, menurut angka resmi.

Jalur kereta api yang diresmikan pada hari Jumat ini merupakan bagian pertama dari tujuh bagian yang akan mencakup total 1.554 kilometer (965 mil) di sekitar Semenanjung Yucatan, sebuah kawasan yang kaya akan flora, fauna, dan reruntuhan situs arkeologi. Lainnya akan beroperasi pada kuartal pertama 2024.

Rute ini mencakup bagian dari Riviera Maya, yang mencakup kawasan hutan yang dianggap sebagai cagar hutan terpenting kedua di Amerika Latin setelah Amazon, serta cenotes — gua air tawar — dan sungai bawah tanah.

Aktivis dan organisasi lingkungan hidup mengatakan proyek tersebut menyebabkan kerusakan besar pada ekosistem di wilayah tersebut. Mereka menyebutnya sebagai “ekosida,” dan berhasil menghentikan sementara proyek tersebut melalui upaya hukum.

Namun Lopez Obrador mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa pekerjaan infrastruktur merupakan masalah keamanan nasional dan pembangunan kembali dilanjutkan.

Greenpeace dan LSM lainnya telah memperingatkan bahwa proyek pembangunan jalur kereta api tersebut mengancam akan mencemari wilayah cenote dan sungai bawah tanah, pada khususnya.

Mereka juga menunjukkan bahaya runtuhnya tanah akibat beratnya struktur, selain berdampak pada flora dan fauna. Presiden Meksiko berjanji untuk menanam jutaan pohon di wilayah tersebut.

Kereta api Maya, yang gerbongnya dibangun oleh perusahaan Prancis Alstom di Meksiko, merupakan salah satu proyek infrastruktur utama pemerintahan Lopez Obrador, bersama dengan kilang minyak di Tabasco, bandara baru yang melayani ibu kota, dan koridor anta samudera yang disebut-sebut sebagai alternatif ke Terusan Panama.

Obrador mengatakan tahap kedua dari proyek kereta api ini akan mencakup gerbong barang, dan berjanji jalur ini akan menyebabkan booming ekonomi di wilayah tenggara negara tersebut, yang telah lama tertinggal dibandingkan wilayah utara yang lebih maju. (AFP/M-3)

Meski dianggap berpotensi merusak lingkungan, kereta wisata Maya di Meksiko mulai beroperasi pada Jumat (15/12). Sejumlah pihak menilai, pengopersian kereta itu menjanjikan kemakmuran bagi salah satu wilayah termiskin di negara tersebut.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador memuji proyek andalannya sebagai “magnum opus” yang dibangun dalam waktu singkat. Saat peresmiannya kemarin,  ia menaiki salah satu gerbong hijau-putih untuk perjalanan pertama kereta antara kota kolonial Campeche dan resor Cancun di Karibia.

Cancun adalah tujuan wisata terkemuka di Meksiko dan menerima 34 juta pengunjung asing antara bulan Januari dan Oktober, menurut angka resmi.

Jalur kereta api yang diresmikan pada hari Jumat ini merupakan bagian pertama dari tujuh bagian yang akan mencakup total 1.554 kilometer (965 mil) di sekitar Semenanjung Yucatan, sebuah kawasan yang kaya akan flora, fauna, dan reruntuhan situs arkeologi. Lainnya akan beroperasi pada kuartal pertama 2024.

Rute ini mencakup bagian dari Riviera Maya, yang mencakup kawasan hutan yang dianggap sebagai cagar hutan terpenting kedua di Amerika Latin setelah Amazon, serta cenotes — gua air tawar — dan sungai bawah tanah.

Aktivis dan organisasi lingkungan hidup mengatakan proyek tersebut menyebabkan kerusakan besar pada ekosistem di wilayah tersebut. Mereka menyebutnya sebagai “ekosida,” dan berhasil menghentikan sementara proyek tersebut melalui upaya hukum.

Namun Lopez Obrador mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa pekerjaan infrastruktur merupakan masalah keamanan nasional dan pembangunan kembali dilanjutkan.

Greenpeace dan LSM lainnya telah memperingatkan bahwa proyek pembangunan jalur kereta api tersebut mengancam akan mencemari wilayah cenote dan sungai bawah tanah, pada khususnya.

Mereka juga menunjukkan bahaya runtuhnya tanah akibat beratnya struktur, selain berdampak pada flora dan fauna. Presiden Meksiko berjanji untuk menanam jutaan pohon di wilayah tersebut.

Kereta api Maya, yang gerbongnya dibangun oleh perusahaan Prancis Alstom di Meksiko, merupakan salah satu proyek infrastruktur utama pemerintahan Lopez Obrador, bersama dengan kilang minyak di Tabasco, bandara baru yang melayani ibu kota, dan koridor anta samudera yang disebut-sebut sebagai alternatif ke Terusan Panama.

Obrador mengatakan tahap kedua dari proyek kereta api ini akan mencakup gerbong barang, dan berjanji jalur ini akan menyebabkan booming ekonomi di wilayah tenggara negara tersebut, yang telah lama tertinggal dibandingkan wilayah utara yang lebih maju. (AFP/M-3)

 

Sumber: mediaindonesia.com