MICE  

Menteri Parekraf Pastikan Covid-19 belum Berdampak ke Sektor Pariwisata

Menteri Parekraf Pastikan Covid-19 belum Berdampak ke Sektor Pariwisata

LIBUR akhir tahun bertepatan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dihadapkan
dengan munculnya kembali covid-19. Namun, sejauh ini menyebarnya kembali virus tersebut belum berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, menuturkan munculnya kembali covid-19 tentu perlu diantisipasi. Karena itu, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memitigasi penyebaran covid-19, terutama pada sektor pariwisata.

“Silakan masyarakat yang ingin berwisata, tapi tetap bisa melakukan
berbagai antisipasi. Terapkan protokol kesehatan,” ujarnya seusai menjadi pembicara pada Ngobrolin Kopi Bareng Bang Sandi dan Kang Fathan di D’Colonel Forest Tree Resto, Cipanas, Cianjur, Jumat (29/12) petang.

Hasil pengamatannya, kata Sandi, sampai saat ini sektor pariwisata belum terdampak penyebaran kembali covid-19. Pun belum terjadi
pembatalan-pembatalan kunjungan wisatawan selama libur Nataru. “Tapi kita harus eling. Harus waspada. Ini demi keselamatan,” ucapnya.

Dia menegaskan akan terus memantau perkembangan covid-19, terutama
penerapan protokol keselamatan dan kesehatan di setiap objek wisata di
Indonesia. Termasuk di Kabupaten Cianjur yang wilayahnya memiliki
cukup banyak tempat wisata cukup eksotik.

“Meningkatnya sektor pariwisata, tentu akan memberikan dampak terhadap
ekonomi masyarakat sekitar. Ini yang terus kita dongkrak. Pandemi covid-19 lalu, harus jadi pelajaran bagaimana kita bisa mencegahnya,” tegasnya.

Potensi bisnis kopi

Pada kegiatan di Cipanas, Sandi yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu
(Bappilu) PPP itu, mengapresiasi kegiatan diskusi itu. Potensi hasil bumi berupa kopi jadi atensi PPP dengan memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM agar bisa berinovasi, beradaptasi dan berkolaborasi.

“PPP memberikan solusi kepada para pelaku UMKM yang sekarang menggeluti
potensi kopi. Kita coba bantu pemasarannya, termasuk permodalan. Ini
bertujuan agar secara ekonomi, masyarakat atau pelaku UMKM bisa lebih
meningkat. Para pelaku UMKM merupakan tulang punggung dari ekonomi rakyat,” tegasnya.

Sementara caleg DPR RI dari PPP di Dapil Jabar III, R Fathan Kamil,
menambahkan Jawa Barat merupakan wilayah yang memiliki potensi perkebunan kopi cukup luas. Data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2022 terdapat 52.431 hektare area perkebunan kopi di Jawa Barat.

Produksinya pun relatif cukup besar, sekitar 23.618 ton dan tingkat
produktivitas 750 kg per hektare. Kondisi itu memicu bermunculannya coffee shop, termasuk di Kabupaten Cianjur.

“Pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur kurun tiga tahun terakhir mencapai 265 coffee shop,” kata Fathan.

Saat ini DPR RI tengah merancang RUU tentang Pengelolaan Terpadu Kawasan Megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Jabodetabekjur). Dengan menyatunya wilayah tersebut dapat dikoordinasikan sebagai satu wilayah terpadu untuk membangun rencana induk kawasan megapolitan Jabodetabekjur.

“Dengan adanya RUU tersebut diharapkan adanya pemerataan sektor ekonomi
khususnya di bidang UMKM, lebih khusus UMKM yang bergerak di bidang coffee shop di Kabupaten Cianjur yang masih rendah jika dibandingkan
dengan coffee shop di daerah Jabodetabek,” pungkasnya. (SG)

LIBUR akhir tahun bertepatan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dihadapkan

dengan munculnya kembali covid-19. Namun, sejauh ini menyebarnya kembali virus tersebut belum berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, menuturkan munculnya kembali covid-19 tentu perlu diantisipasi. Karena itu, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memitigasi penyebaran covid-19, terutama pada sektor pariwisata.

“Silakan masyarakat yang ingin berwisata, tapi tetap bisa melakukan

berbagai antisipasi. Terapkan protokol kesehatan,” ujarnya seusai menjadi pembicara pada Ngobrolin Kopi Bareng Bang Sandi dan Kang Fathan di D’Colonel Forest Tree Resto, Cipanas, Cianjur, Jumat (29/12) petang.

Hasil pengamatannya, kata Sandi, sampai saat ini sektor pariwisata belum terdampak penyebaran kembali covid-19. Pun belum terjadi

pembatalan-pembatalan kunjungan wisatawan selama libur Nataru. “Tapi kita harus eling. Harus waspada. Ini demi keselamatan,” ucapnya.

Dia menegaskan akan terus memantau perkembangan covid-19, terutama

penerapan protokol keselamatan dan kesehatan di setiap objek wisata di

Indonesia. Termasuk di Kabupaten Cianjur yang wilayahnya memiliki

cukup banyak tempat wisata cukup eksotik.

“Meningkatnya sektor pariwisata, tentu akan memberikan dampak terhadap

ekonomi masyarakat sekitar. Ini yang terus kita dongkrak. Pandemi covid-19 lalu, harus jadi pelajaran bagaimana kita bisa mencegahnya,” tegasnya.

Potensi bisnis kopi

Pada kegiatan di Cipanas, Sandi yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu

(Bappilu) PPP itu, mengapresiasi kegiatan diskusi itu. Potensi hasil bumi berupa kopi jadi atensi PPP dengan memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM agar bisa berinovasi, beradaptasi  dan berkolaborasi.

“PPP memberikan solusi kepada para pelaku UMKM yang sekarang menggeluti

potensi kopi. Kita coba bantu pemasarannya, termasuk permodalan. Ini

bertujuan agar secara ekonomi, masyarakat atau pelaku UMKM bisa lebih

meningkat. Para pelaku UMKM merupakan tulang punggung dari ekonomi rakyat,” tegasnya.

Sementara caleg DPR RI dari PPP di Dapil Jabar III, R Fathan Kamil,

menambahkan Jawa Barat merupakan wilayah yang memiliki potensi perkebunan kopi cukup luas. Data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2022 terdapat 52.431 hektare area perkebunan kopi di Jawa Barat.

Produksinya pun relatif cukup besar, sekitar 23.618 ton dan tingkat

produktivitas 750 kg per hektare. Kondisi itu memicu bermunculannya coffee shop, termasuk di Kabupaten Cianjur.

“Pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur kurun tiga tahun terakhir mencapai 265 coffee shop,” kata Fathan.

Saat ini DPR RI tengah merancang RUU tentang Pengelolaan Terpadu Kawasan Megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Jabodetabekjur). Dengan menyatunya wilayah tersebut dapat dikoordinasikan sebagai satu wilayah terpadu untuk membangun rencana induk kawasan megapolitan Jabodetabekjur.

“Dengan adanya RUU tersebut diharapkan adanya pemerataan sektor ekonomi

khususnya di bidang UMKM, lebih khusus UMKM yang bergerak di bidang coffee shop di Kabupaten Cianjur yang masih rendah jika dibandingkan

dengan coffee shop di daerah Jabodetabek,” pungkasnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com