MICE  

Majalengka Intensifkan Pemantauan Harga Bahan Pokok

Majalengka Intensifkan Pemantauan Harga Bahan Pokok

PEMERINTAH Kabupaten Majalengka akan mengintensifkan pemantauan harga bahan pokok penyumbang inflasi. Daerah ini merupakan penghasil komoditas penyumbang inflasi, mulai dari cabai hingga bawang.

Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana menjelaskan Kabupaten
Majalengka telah ditetapkan sebagai kota Indeks Harga Konsumen (IHK)
mulai Januari 2024. “Pemkab Majalengka akan mengintensifkan pemantauan
harga bahan pokok penyumbang inflasi di pasaran,” tuturnya, Senin (18/12).

Untuk itu, pihaknya telah menginventarisasi wilayah mana saja yang
menjadi penghasil komoditas penyumbang inflasi tersebut.

Tarsono menambahkan Pemkab Majalengka juga akan fokus menjaga
distribusi hasil panen untuk mencegah kelangkaan di pasaran. “Kelangkaan ini akan mengakibatkan kenaikan harga. Pada
akhirnya memicu inflasi juga di Kabupaten Majalengka, sehingga harus
dicegah,” tutur Tarsono.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Majalengka
juga diinstruksikan untuk sering-sering turun ke pasar guna memantau
secara langsung kondisi di lapangan. “Pemantauan ini sebenarnya rutin,
namun setelah ditetapkan sebagai IHK akan lebih intensif dilakukan,”
tuturnya.

Kabupaten Majalengka bersama dengan Kabupaten Sumedang dan Subang
ditetapkan sebagai kota IHK. Ini berarti Kota IHK di Jawa Barat
bertambah menjadi 10 daerah dari sebelumnya tujuh, yaitu Kota Bogor,
Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan
Kota Tasikmalaya. (SG)

PEMERINTAH Kabupaten Majalengka akan mengintensifkan pemantauan harga bahan pokok penyumbang inflasi. Daerah ini merupakan penghasil komoditas penyumbang inflasi, mulai dari cabai hingga bawang.

Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana menjelaskan Kabupaten

Majalengka telah ditetapkan sebagai kota Indeks Harga Konsumen (IHK)

mulai Januari 2024. “Pemkab Majalengka akan mengintensifkan pemantauan

harga bahan pokok penyumbang inflasi di pasaran,” tuturnya, Senin (18/12).

Untuk itu, pihaknya telah menginventarisasi wilayah mana saja yang

menjadi penghasil komoditas penyumbang inflasi tersebut.

Tarsono menambahkan Pemkab Majalengka juga akan fokus menjaga

distribusi hasil panen untuk mencegah kelangkaan di pasaran.  “Kelangkaan ini akan mengakibatkan kenaikan harga. Pada

akhirnya memicu inflasi juga di Kabupaten Majalengka, sehingga harus

dicegah,” tutur Tarsono.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Majalengka

juga diinstruksikan untuk sering-sering turun ke pasar guna memantau

secara langsung kondisi di lapangan. “Pemantauan ini sebenarnya rutin,

namun setelah ditetapkan sebagai IHK akan lebih intensif dilakukan,”

tuturnya.

Kabupaten Majalengka bersama dengan Kabupaten Sumedang dan Subang

ditetapkan sebagai kota IHK. Ini berarti Kota IHK di Jawa Barat

bertambah menjadi 10 daerah dari sebelumnya tujuh, yaitu Kota Bogor,

Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan

Kota Tasikmalaya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com