MICE  

Mahasiswa Universitas Suryakencana Cianjur Gelar Aksi Tolak Dinasti Politik

Mahasiswa Universitas Suryakencana Cianjur Gelar Aksi Tolak Dinasti Politik

PULUHAN mahasiswa Universitas Suryakancana membagikan poster di depan gerbang kampus dan beberapa titik ruas jalan di Kabupaten Cianjur, kamis (11/1).

“Aksi yang kita lakukan pada hari ini untuk mengajak mahasiswa Universitas Suryakancana serta pengguna jalan untuk tidak memilih orang yang memiliki rekam jejak kelam di masa lalu serta terlibat dalam politik dinasti,” ujar Elsa, salah satu mahasiswa Universitas suryakancana

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB diikuti oleh sebagian mahasiswa dan BEM Fakultas Hukum Universitas Suryakencana.

Pembagian poster diawali di depan gerbang masuk kampus, setelah itu di lanjutkan ke jalan. Tujuannya agar tidak hanya mahasiswa saja yang mengetahui tetapi masyarakat juga.

Poster tersebut berisi sejarah kelam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan keterlibatan Mahkamah Konstitusi dalam politik dinasti
Aksi kali ini adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya merusak demokrasi.

“Kami juga menuntut netralitas dari aparat negara untuk tidak terlibat dalam pemilu kali ini. Seperti kita ketahui, pemerintahan sekarang seperti terbuka dalam politik dinasti. Alat negara pun terlibat. Ini tidak etis, Jangan sampai pemilu nanti banyak kecurangan,” tandas Elsa. (SG)

PULUHAN mahasiswa Universitas Suryakancana membagikan poster di depan gerbang kampus dan beberapa titik ruas jalan di Kabupaten Cianjur, kamis (11/1).

“Aksi yang kita lakukan pada hari ini untuk mengajak mahasiswa Universitas Suryakancana serta pengguna jalan untuk tidak memilih orang yang memiliki rekam jejak kelam di masa lalu serta terlibat dalam politik dinasti,” ujar Elsa, salah satu mahasiswa Universitas suryakancana

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB diikuti oleh sebagian mahasiswa dan BEM Fakultas Hukum Universitas Suryakencana.

Pembagian poster diawali di depan gerbang masuk kampus, setelah itu di lanjutkan ke jalan. Tujuannya agar tidak hanya mahasiswa saja yang mengetahui tetapi masyarakat juga.

Poster tersebut berisi sejarah kelam pelanggaran hak asasi manusia  (HAM) dan keterlibatan Mahkamah Konstitusi dalam politik dinasti

Aksi kali ini adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya merusak demokrasi.

“Kami juga menuntut netralitas dari aparat negara untuk tidak terlibat dalam pemilu kali ini. Seperti kita ketahui, pemerintahan sekarang seperti terbuka dalam politik dinasti. Alat negara pun terlibat. Ini tidak etis, Jangan sampai pemilu nanti banyak kecurangan,” tandas Elsa. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com