MICE  

Lima Desa di Cikalongwetan Dikepung Banjir dan Tanah Longsor

Lima Desa di Cikalongwetan Dikepung Banjir dan Tanah Longsor

DAMPAK cuaca ekstrem di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat menyebabkan lima desa diterjang bencana banjir bandang dan longsor. Kelima desa tersebut di antaranya Wangunjaya, Ganjarsari, Cipada, Mandalasari, dan Mandalamukti.

Tercatat ada 6 rumah rusak berat ditambah puluhan hektar sawah terendam. Beberapa fasilitas umum seperti akses jalan dan masjid ikut terdampak.

Camat Cikalongwetan, Dadang A Sapardan mengungkapkan, pihaknya masih
melakukan pendataan survei lokasi terdampak banjir dan longsor. Tetapi
untuk sementara, ada 6 rumah rusak tergerus longsor sehingga para
penghuninya diungsikan ke rumah kerabat.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk banjir, langsung surut pada
sore kemarin. Kita masih mendata rumah-rumah dan fasilitas umum. Sementara yang tercatat ada 6 rumah,” katanya, Senin (8/1).

Selain merusak rumah, banjir juga menggerus jalan milik Pemda dan jalan
desa hingga lahan pertanian serta kolam ikan. “Untuk rinciannya masih kita rekap, saat ini kami fokus mengevakuasi korban terdampak,” ujarnya.

Idad, 47, warga Kampung Ciraja Mekar RT 01 RW 14 Desa Mandalasari
mengatakan, wilayahnya diterjang banjir bandang dan tanah longsor yang
mengakibatkan sawah 800 meter persegi rusak dan sekitar 5 hektare sawah baru ditanam padi terendam.

Idad menjelaskan, peristiwa longsor dan banjir bandang terjadi pada Minggu (7/1) sekitar pukul 16:00 WIB diawali suara gemuruh dan pohon patah. Saat didatangi, ia melihat sawah sudah dalam kondisi longsor.

“Awalnya saya mendengar suara gemuruh dan pohon patah. Pas dilihat ternyata longsor,” jelasnya.

Material longsor menutup sungai dan memicu banjir bandang ke area sawah dan menggenang satu masjid dan rumah. Padahal, sawah tersebut baru saja ditanami padi sepakan lalu sehingga mengakibatkan kerugian cukup besar.

“Material longsornya menutup sungai terus meluap dan merendam sawah,”
tuturnya. (SG)

DAMPAK cuaca ekstrem di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat menyebabkan lima desa diterjang bencana banjir bandang dan longsor. Kelima desa tersebut di antaranya Wangunjaya, Ganjarsari, Cipada, Mandalasari, dan Mandalamukti.  

Tercatat ada 6 rumah rusak berat ditambah puluhan hektar sawah terendam. Beberapa fasilitas umum seperti akses jalan dan masjid ikut terdampak.

Camat Cikalongwetan, Dadang A Sapardan mengungkapkan, pihaknya masih

melakukan pendataan survei lokasi terdampak banjir dan longsor. Tetapi

untuk sementara, ada 6 rumah rusak tergerus longsor sehingga para

penghuninya diungsikan ke rumah kerabat.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk banjir, langsung surut pada

sore kemarin. Kita masih mendata rumah-rumah dan fasilitas umum. Sementara yang tercatat ada 6 rumah,” katanya, Senin (8/1).

Selain merusak rumah, banjir juga menggerus jalan milik Pemda dan jalan

desa hingga lahan pertanian serta kolam ikan. “Untuk rinciannya masih kita rekap, saat ini kami fokus mengevakuasi korban terdampak,” ujarnya.

Idad, 47, warga Kampung Ciraja Mekar RT 01 RW 14 Desa Mandalasari

mengatakan, wilayahnya diterjang banjir bandang dan tanah longsor yang

mengakibatkan sawah 800 meter persegi rusak dan sekitar 5 hektare sawah baru ditanam padi terendam.

Idad menjelaskan, peristiwa longsor dan banjir bandang terjadi pada Minggu (7/1) sekitar pukul 16:00 WIB diawali suara gemuruh dan pohon patah. Saat didatangi, ia melihat sawah sudah dalam kondisi longsor.

“Awalnya saya mendengar suara gemuruh dan pohon patah. Pas dilihat ternyata longsor,” jelasnya.

Material longsor menutup sungai dan memicu banjir bandang ke area sawah dan menggenang satu masjid dan rumah. Padahal, sawah tersebut baru saja ditanami padi sepakan lalu sehingga mengakibatkan kerugian cukup besar.

“Material longsornya menutup sungai terus meluap dan merendam sawah,”

tuturnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com