MICE  

Lebih dari 1.700 Peserta Ikuti Sosialisasi Program IISMA 2024

Lebih dari 1.700 Peserta Ikuti Sosialisasi Program IISMA 2024

MENGAWALI 2024, Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) menyelenggarakan Sosialisasi Program IISMA 2024 untuk LLDikti wilayah V, VI, dan VII, pekan lalu. Acara ini diselenggarakan secara daring dengan tujuan untuk memberikan pengenalan tentang berbagai jalur yang ditawarkan, teknis pendaftaran, dan memperluas kepesertaan dari mahasiswa di seluruh LLDikti, seluruh provinsi, dan wilayah kota/kabupaten.

Pada 2024 terdapat peningkatan jumlah kuota yang dibuka bagi 3.000—3.300 peserta, dengan mitra sebanyak 140—150 universitas di 30 negara. Dalam sambutannya Kepala Program IISMA, Rachmat Sriwijaya mengajak pimpinan perguruan tinggi untuk mendorong mahasiswa berpartisipasi agar peserta IISMA lebih terdistribusi secara proporsional di 2024.

“Jalur seleksi yang dibuka secara bersamaan pendaftaran, seleksi, pengumuman, dan keberangkatan yaitu jalur afirmasi dan reguler. Jalur afirmasi ditujukan bagi para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi atau KIP-K, dan mahasiswa yang berada di daerah tertinggal berdasarkan Peraturan Presiden,” ujarnya.

Setelah pengumuman kedua jalur itu, jalur co-funding akan dibuka bagi peserta yang belum lulus seleksi di jalur reguler, dengan ketentuan pilihan perguruan tinggi yang terbatas, dan pendanaan parsial dari Kemendikbudristek dan mahasiswa.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Suning Kusumawardani mengungkapkan program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa unggul dari Sabang sampai Merauke untuk belajar selama satu semester sebagai duta bangsa di perguruan terbaik dunia dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah Indonesia. “Selain mendapatkan kesempatan untuk belajar di berbagai perguruan tinggi terbaik, peserta Program IISMA juga menjadi mahasiswa yang akan menjalankan peran penting sebagai duta bangsa yang memperkenalkan nilai-nilai budaya luhur bangsa,” imbuhnya.

Kiki Yuliati, selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi menyambut baik pelaksanaan Program IISMA 2024. Ia mengatakan ini merupakan program strategis untuk membangun jejaring yang lebih luas dan telah terbukti menambah daya saing lulusan di dunia kerja. “Data menunjukkan lulusan program flagship kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk IISMA terbukti lebih cepat mendapatkan pekerjaan dan dengan gaji pertama yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang tidak mengikuti MBKM,” tandasnya.

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk menyiapkan diri dengan bahasa asing yang baik dan memilih program studi yang semakin beragam di berbagai negara. “Belajar sungguh-sungguh, tetap berkarya di kegiatan mahasiswa, dan berprestasi. Jadilah duta bangsa yang membanggakan bagi keluarga, almamater, bangsa, dan negara,” pesan Nizam. (RO/R-2)

MENGAWALI 2024, Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) menyelenggarakan Sosialisasi Program IISMA 2024 untuk LLDikti wilayah V, VI, dan VII, pekan lalu. Acara ini diselenggarakan secara daring dengan tujuan untuk memberikan pengenalan tentang berbagai jalur yang ditawarkan, teknis pendaftaran, dan memperluas kepesertaan dari mahasiswa di seluruh LLDikti, seluruh provinsi, dan wilayah kota/kabupaten.

Pada 2024 terdapat peningkatan jumlah kuota yang dibuka bagi 3.000—3.300 peserta, dengan mitra sebanyak 140—150 universitas di 30 negara. Dalam sambutannya Kepala Program IISMA, Rachmat Sriwijaya mengajak pimpinan perguruan tinggi untuk mendorong mahasiswa berpartisipasi agar peserta IISMA lebih terdistribusi secara proporsional di 2024.

“Jalur seleksi yang dibuka secara bersamaan pendaftaran, seleksi, pengumuman, dan keberangkatan yaitu jalur afirmasi dan reguler. Jalur afirmasi ditujukan bagi para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi atau KIP-K, dan mahasiswa yang berada di daerah tertinggal berdasarkan Peraturan Presiden,” ujarnya.

Setelah pengumuman kedua jalur itu, jalur co-funding akan dibuka bagi peserta yang belum lulus seleksi di jalur reguler, dengan ketentuan pilihan perguruan tinggi yang terbatas, dan pendanaan parsial dari Kemendikbudristek dan mahasiswa.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Suning Kusumawardani mengungkapkan program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa unggul dari Sabang sampai Merauke untuk belajar selama satu semester sebagai duta bangsa di perguruan terbaik dunia dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah Indonesia. “Selain mendapatkan kesempatan untuk belajar di berbagai perguruan tinggi terbaik, peserta Program IISMA juga menjadi mahasiswa yang akan menjalankan peran penting sebagai duta bangsa yang memperkenalkan nilai-nilai budaya luhur bangsa,” imbuhnya.

Kiki Yuliati, selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi menyambut baik pelaksanaan Program IISMA 2024. Ia mengatakan ini merupakan program strategis untuk membangun jejaring yang lebih luas dan telah terbukti menambah daya saing lulusan di dunia kerja. “Data menunjukkan lulusan program flagship kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk IISMA terbukti lebih cepat mendapatkan pekerjaan dan dengan gaji pertama yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang tidak mengikuti MBKM,” tandasnya.

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk menyiapkan diri dengan bahasa asing yang baik dan memilih program studi yang semakin beragam di berbagai negara. “Belajar sungguh-sungguh, tetap berkarya di kegiatan mahasiswa, dan berprestasi. Jadilah duta bangsa yang membanggakan bagi keluarga, almamater, bangsa, dan negara,” pesan Nizam. (RO/R-2)

 

Sumber: mediaindonesia.com