MICE  

Le Minerale Pelopori Galon rPET Berstandar Food Grade

Le Minerale Pelopori Galon rPET Berstandar Food Grade

PRODUSEN air minum dalam kemasan (AMDK) Le Minerale memelopori penggunaan galon yang mengandung recycled PET (rPET) pertama dari industri air minum dalam kemasan nasional yang berstandar food grade.

Penggunaan galon berstandar food grade ini juga merupakan bagian dari komitmen Le Minerale terhadap Standard Industri Hijau No. 47 Tahun 2020 mengenai SIH untuk Industri Air Mineral serta Peraturan Menteri KLHK no 75 tahun 2019 mengenai Upaya Pengurangan Sampah Nasional

Selain itu, diluncurkannya galon rPET ini juga sekaligus memantapkan Gerakan Sirkular Ekonomi Nasional yang telah dimulai kurang lebih tiga tahun lalu, menjadi sebuah program yang mewujudkan integrated closed loop supply chain, sehingga galon sisa konsumsi konsumen dapat diolah kembali menjadi bahan baku galon baru.

“Komitmen Le Minerale adalah menghadirkan kemasan galon dengan kualitas tinggi, baik dari sisi higienis maupun keamanan. Oleh karena itu, tentunya galon rPET ini tidak mengubah standar kualitas tinggi yang telah dimiliki Le Minerale sebelumnya. Galon rPET ini dibuat melalui proses dan teknologi modern yang menghasilkan standar galon ramah lingkungan yang food grade, atau aman untuk kemasan pangan. Di sisi lain, galon ini memiliki nilai tambah untuk konsumen karena memaksimalkan nilai guna kemasan, guna menjaga kebersihan lingkungan,” papar Director of Sustainability Le Minerale Ronald Atmadja, dalam keterangannya, Selasa (2/1).

Dia menambahkan galon rPET yang terbuat dari plastik polietilena tereftalat daur ulang tersebut merupakan inovasi terbaru dan bentuk nyata Le Minerale untuk mengurangi risiko sampah lingkungan, sejalan dengan agenda Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam mengurangi limbah plastik yang tertuang dalam Peta Jalan Pengurangan Sampah. Bahan baku rPET diproduksi langsung oleh perusahaan afiliasi Le Minerale untuk menjaga kualitas dan sifat higienis produk.

Galon rPET kini sudah beredar di pasaran di seluruh Indonesia sejak awal Desember 2023. Perubahan komposisi yang mengandung rPET ini ditandai label “Food Grade Recycled PET” pada kemasan galon Le Minerale. Label ini menunjukkan bahwa galon Le Minerale yang baru ini bukan hanya mengandung material daur ulang, melainkan juga memenuhi standar keamanan kemasan yang aman bagi makanan atau minuman.

“Galon rPET Le Minerale ini telah melewati serangkaian uji coba atau pengendalian kualitas ketat untuk tetap memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Ronald menegaskan galon Le Minerale rPET ini dikembangkan melalui proses penelitian dan pengembangan yang ketat dan terkontrol. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak terkena kontaminasi silang atau kontaminasi secara tidak langsung dengan menggunakan dua proses yang dikenal sebagai Super Clean Washing dan SPP (Sistem Polimerisasi dalam Keadaan Padat), sehingga menghasilkan produk rPET yang memenuhi standar keselamatan makanan.

Setelah pengujian di fasilitas Le Minerale, galon rPET juga mengikuti proses verifikasi eksternal dengan diuji di laboratorium terakreditasi untuk memastikan bahwa rPET memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Dengan adanya galon rPET ini, Le Minerale bukan hanya menjalankan solusi berkelanjutan, namun juga tetap menghadirkan kemasan yang aman untuk pelanggan kami,” lanjutnya.

Peluncuran galon rPET ini juga menandai era baru dalam industri air minum nasional, yaitu terwujudnya integrated closed-loop supply chain, suatu struktur atau sistematika dimana produk-produk yang dihasilkan suatu perusahaan dapat didaur ulang untuk menjadi kemasan baru produk tersebut.

“Kami percaya, inovasi ini akan membuka jalan bagi masa depan yang lebih berkelanjutan di sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dan di sisi lain, peluncuran galon rPET ini merupakan upaya keberlanjutan kami, bukan hanya mendukung industri hijau, namun juga melanjutkan komitmen yang telah kami sampaikan kepada KLHK melalui peta pengurangan jalan sampah untuk mewujudkan upaya pengurangan sampah nasional di 2030,” tutup Ronald. (E-3)

PRODUSEN air minum dalam kemasan (AMDK) Le Minerale memelopori penggunaan galon yang mengandung recycled PET (rPET) pertama dari industri air minum dalam kemasan nasional yang berstandar food grade.

Penggunaan galon berstandar food grade ini juga merupakan bagian dari komitmen Le Minerale terhadap Standard Industri Hijau No. 47 Tahun 2020 mengenai SIH untuk Industri Air Mineral serta Peraturan Menteri KLHK no 75 tahun 2019 mengenai Upaya Pengurangan Sampah Nasional

Selain itu, diluncurkannya galon rPET ini juga sekaligus memantapkan Gerakan Sirkular Ekonomi Nasional yang telah dimulai kurang lebih tiga tahun lalu, menjadi sebuah program yang mewujudkan integrated closed loop supply chain, sehingga galon sisa konsumsi konsumen dapat diolah kembali menjadi bahan baku galon baru.  

“Komitmen Le Minerale adalah menghadirkan kemasan galon dengan kualitas tinggi, baik dari sisi higienis maupun keamanan. Oleh karena itu, tentunya galon rPET ini tidak mengubah standar kualitas tinggi yang telah dimiliki Le Minerale sebelumnya. Galon rPET ini dibuat melalui proses dan teknologi modern yang menghasilkan standar galon ramah lingkungan yang food grade, atau aman untuk kemasan pangan. Di sisi lain, galon ini memiliki nilai tambah untuk konsumen karena memaksimalkan nilai guna kemasan, guna menjaga kebersihan lingkungan,” papar Director of Sustainability Le Minerale Ronald Atmadja, dalam keterangannya, Selasa (2/1).

Dia menambahkan galon rPET yang terbuat dari plastik polietilena tereftalat daur ulang tersebut merupakan inovasi terbaru dan bentuk nyata Le Minerale untuk mengurangi risiko sampah lingkungan, sejalan dengan agenda Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam mengurangi limbah plastik yang tertuang dalam Peta Jalan Pengurangan Sampah. Bahan baku rPET diproduksi langsung oleh perusahaan afiliasi Le Minerale untuk menjaga kualitas dan sifat higienis produk.

Galon rPET kini sudah beredar di pasaran di seluruh Indonesia sejak awal Desember 2023. Perubahan komposisi yang mengandung rPET ini ditandai label “Food Grade Recycled PET” pada kemasan galon Le Minerale. Label ini menunjukkan bahwa galon Le Minerale yang baru ini bukan hanya mengandung material daur ulang, melainkan juga memenuhi standar keamanan kemasan yang aman bagi makanan atau minuman.

“Galon rPET Le Minerale ini telah melewati serangkaian uji coba atau pengendalian kualitas ketat untuk tetap memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Ronald menegaskan galon Le Minerale rPET ini dikembangkan melalui proses penelitian dan pengembangan yang ketat dan terkontrol. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak terkena kontaminasi silang atau kontaminasi secara tidak langsung dengan menggunakan dua proses yang dikenal sebagai Super Clean Washing dan SPP (Sistem Polimerisasi dalam Keadaan Padat), sehingga menghasilkan produk rPET yang memenuhi standar keselamatan makanan.

Setelah pengujian di fasilitas Le Minerale, galon rPET juga mengikuti proses verifikasi eksternal dengan diuji di laboratorium terakreditasi untuk memastikan bahwa rPET memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Dengan adanya galon rPET ini, Le Minerale bukan hanya menjalankan solusi berkelanjutan, namun juga tetap menghadirkan kemasan yang aman untuk pelanggan kami,” lanjutnya.

Peluncuran galon rPET ini juga menandai era baru dalam industri air minum nasional, yaitu terwujudnya integrated closed-loop supply chain, suatu struktur atau sistematika dimana produk-produk yang dihasilkan suatu perusahaan dapat didaur ulang untuk menjadi kemasan baru produk tersebut.

“Kami percaya, inovasi ini akan membuka jalan bagi masa depan yang lebih berkelanjutan di sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dan di sisi lain, peluncuran galon rPET ini merupakan upaya keberlanjutan kami, bukan hanya mendukung industri hijau, namun juga melanjutkan komitmen yang telah kami sampaikan kepada KLHK melalui peta pengurangan jalan sampah untuk mewujudkan upaya pengurangan sampah nasional di 2030,” tutup Ronald. (E-3)

 

Sumber: mediaindonesia.com