MICE  

KPU Bandung Barat Antisipasi Cuaca Untuk Distribusi Logistik Pemilu

KPU Bandung Barat Antisipasi Cuaca Untuk Distribusi Logistik Pemilu

PROSES pendistribusian logistik pemilu di Kabupaten Bandung Barat
diperkirakan bakal terganggu kondisi cuaca. Terlebih, wilayah Bandung Barat yang cukup luas rentan dengan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Oleh karena itu, penyelenggaraan pemilu akan berkoordinasi dengan Badan
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar logistik bisa
diterima dengan dengan aman dan lancar.

“Kita akan koordinasi dengan BMKG, nanti kita akan menyesuaikan karena
untuk cuaca kan tidak bisa ditawar,” kata Ketua KPU Bandung Barat, Rifqi Ahmad Sulaeman, Selasa (12/12).

Ia mengatakan, koordinasi seperti dengan BMKG ini sangat penting dalam
proses pendistribusian logistik pemilu saat kondisi hujan. Pasalnya,
potensi cuaca ekstrem menjadi hal yang harus diwaspadai dalam pemilu nanti.

“Logistik pemilu jangan sampai rusak akibat banjir ataupun atap gudang
penyimpanan bocor. Begitupun saat pendistribusian nanti jangan sampai
terganggu hujan” ucapnya.

Mengenai proses pengiriman logistik pemilu ke PPK dan PPS, KPU akan
menggunakan mobil. Sementara untuk pendistribusian ke wilayah terpencil
yang tidak bisa diakses menggunakan kendaraan roda empat, pihaknya akan
menyesuaikan dengan cuaca.

“Sudah kita antisipasi pengiriman ke TPS atau lokasi yang hanya bisa pakai motor. Kita akan sesuaikan apakah harus dibungkus plastik. Tetapi jika hujan lebat, kita gak akan paksakan dulu, tunggu reda, tapi tentu disesuaikan agar tidak terlambat juga,” ungkapnya.

KPU sudah melakukan pemetaan jalur distribusi logistik pemilu sebagai
langkah antisipasi mencegah keterlambatan pendistribusian logistik pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Pemetaan penting untuk memastikan proses pendistribusian logistik berjalan tepat waktu. Pemetaan dilakukan di setiap wilayah di Bandung Barat yang meliputi 16 kecamatan dan 165 desa,” tuturnya.

Apalagi berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya masih ada beberapa wilayah yang memang sulit dijangkau, bahkan tidak bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua.

“Saya yakin jalur-jalur di wilayah pelosok yang agak sulit dijangkau sudah dipahami PPK dan PPS. Mudah-mudahan mereka sudah memahami kondisi wilayah masing-masing,” jelasnya. (SG)

PROSES pendistribusian logistik pemilu di Kabupaten Bandung Barat

diperkirakan bakal terganggu kondisi cuaca. Terlebih, wilayah Bandung Barat yang cukup luas rentan dengan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Oleh karena itu, penyelenggaraan pemilu akan berkoordinasi dengan Badan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar logistik bisa

diterima dengan dengan aman dan lancar.

“Kita akan koordinasi dengan BMKG, nanti kita akan menyesuaikan karena

untuk cuaca kan tidak bisa ditawar,” kata Ketua KPU Bandung Barat, Rifqi Ahmad Sulaeman, Selasa (12/12).

Ia mengatakan, koordinasi seperti dengan BMKG ini sangat penting dalam

proses pendistribusian logistik pemilu saat kondisi hujan. Pasalnya,

potensi cuaca ekstrem menjadi hal yang harus diwaspadai dalam pemilu nanti.

“Logistik pemilu jangan sampai rusak akibat banjir ataupun atap gudang

penyimpanan bocor. Begitupun saat pendistribusian nanti jangan sampai

terganggu hujan” ucapnya.

Mengenai proses pengiriman logistik pemilu ke PPK dan PPS, KPU akan

menggunakan mobil. Sementara untuk pendistribusian ke wilayah terpencil

yang tidak bisa diakses menggunakan kendaraan roda empat, pihaknya akan

menyesuaikan dengan cuaca.

“Sudah kita antisipasi pengiriman ke TPS atau lokasi yang hanya bisa pakai motor. Kita akan sesuaikan apakah harus dibungkus plastik. Tetapi jika hujan lebat, kita gak akan paksakan dulu, tunggu reda, tapi tentu disesuaikan agar tidak terlambat juga,” ungkapnya.

KPU sudah melakukan pemetaan jalur distribusi logistik pemilu sebagai

langkah antisipasi mencegah keterlambatan pendistribusian logistik pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Pemetaan penting untuk memastikan proses pendistribusian logistik berjalan tepat waktu. Pemetaan dilakukan di setiap wilayah di Bandung Barat yang meliputi 16 kecamatan dan 165 desa,” tuturnya.

Apalagi berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya masih ada beberapa wilayah yang memang sulit dijangkau, bahkan tidak bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua.

“Saya yakin jalur-jalur di wilayah pelosok yang agak sulit dijangkau sudah dipahami PPK dan PPS. Mudah-mudahan mereka sudah memahami kondisi wilayah masing-masing,” jelasnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com