MICE  

Kemitraan Tokopedia-TikTok Mendukung Modal untuk Persaingan E-commerce

Analis: Kemitraan Tokopedia-TikTok Mendukung Modal untuk Persaingan E-commerce

Analis saham Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Farras Farhan berpendapat langkah kemitraan GoTo-TikTok dimana TikTok akan berinvestasi lebih dari USD 1,5 miliar dan selanjutnya akan memegang 75,01% saham di Tokopedia, sebagai sinyal positif bagi GOTO.

Sebab, dia katakan, Tokopedia merupakan bagian terbesar dari biaya GOTO (31,5% dari total biaya) dan berkontribusi terhadap 23,6% dari total kerugian bersih pada sembilan bulan di tahun 2023.

“Kami selalu berpendapat Tokopedia telah mencapai puncaknya, apalagi tanpa pendanaan eksternal, sementara pesaing terdekatnya di Indonesia, yaitu Shopee yang didukung Grup SEA, masih memiliki banyak modal untuk dibelanjakan,” kata Farras, dikutip melalui riset yang diterima, Rabu (13/12).

Namun, berjualan secara live atau siaran langsung mulai meramaikan ruang e-commerce. Dengan TikTok Shop sebagai pemimpin dalam bidang tersebut, menurutnya GOTO mungkin telah menemukan mitra yang tepat.

“Selain itu, kami melihat langkah ini akan memungkinkan GOTO untuk benar-benar fokus pada permata tersembunyinya, GoTo Financials (GTF), yang menawarkan skalabilitas tinggi. Dengan hadirnya TikTok di Tokopedia, kita mungkin akan melihat penawaran produk baru, yang akan membantu meningkatkan transaksi dan meningkatkan skala bisnis GTF lebih jauh,” kata Farras.

Dia mengatakan terhadap laporan kinerja GOTO, Dengan 75% saham Tokopedia diakuisisi oleh TikTok, Tokopedia pasti akan dikeluarkan dari pendapatan GOTO. Hal ini akan memungkinkan GOTO menghapus Tokopedia dari laba dan rugi konsolidasinya, yang akan membantu mengurangi kerugian bersihnya di masa depan.

“Kita akan melihatnya di laporan pendapatan perusahaan pada kuartal IV-2024/ kuartal I-2024,” kata Farras.

Dengan hadirnya TikTok, diharapkan Tokopedia dapat membukukan EBITDA positif, yang kemudian akan berkontribusi terhadap keuntungan GOTO. Dia yakin Bytedance dan GOTO akan mendominasi pasar Asia Tenggara.

“Dengan investasi mendatang dari TikTok, kami harus meninjau kembali proyeksi kami, yang dapat dilakukan paling cepat pada kuartal I-2024. Kami harus mengeluarkan Tokopedia dari lini pendapatan GOTO dan menerapkan akuntansi metode ekuitas untuk mendapatkan nilai yang akurat,” kata Farras.

Kepala Analis Saham Mandiri Sekuritas Adrian Joezer melihat pasar tampaknya memberikan respons negatif terhadap struktur transaksi.

Menurut dia, hal ini kemungkinan besar karena valuasi US$ 2 miliar dianggap tidak mencerminkan nilai wajar perusahaan baru (NewCo) yang akan dioperasikan Tokopedia untuk mengelola TikTok Shop.

NewCo adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perusahaan spin-off, startup, atau anak perusahaan sebelum mereka diberi nama akhir, atau untuk usulan perusahaan merger untuk membedakan entitas gabungan yang akan dibentuk dengan perusahaan yang sudah ada yang terlibat dalam penggabungan.

“Menurut kami harga transaksi tersebut tidak mencerminkan nilai wajar NewCo, mengingat TikTok Shop Indonesia juga bernilai hanya US$ 340 juta (0,06x GMV 2023),” tulis Mandiri Sekuritas dalam risetnya, dikutip Rabu (13/12).

Mandiri Sekuritas menyebut jika investor perlu menilai nilai NewCo melalui beberapa hal. Pertama, 25% saham non dilutif GOTO di perusahaan-perusahaan yang baru bergabung.

Menurut Mandiri Sekuritas harus ada penciptaan nilai jangka panjang dari NewCo sebagai perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia. Dengan potensi pangsa pasar gabungan lebih besar 50% hingga 60% di masa mendatang dengan pengerahan uang tunai sebesar US$ 1,5 miliar.

Kedua, nilai sekarang dari aliran pendapatan dari NewCo. Ketiga, potensi keuntungan bagi bisnis fintech dan logistik GOTO melalui monetisasi ekosistem baru TikTok dan saldo tunai GOTO sebesar US$ 1,6 miliar dapat difokuskan kembali menjadi dua, bukan tiga vertikal.

Keempat, risiko terhadap harga saham GOTO dalam jangka menengah hingga panjang dalam skenario tanpa kesepakatan atau jika TikTok Shop bermitra dengan pihak lain.

“Walau demikian kesepakatan ini harus memberikan peningkatan nilai bagi GOTO dalam jangka panjang,” kata Adrian. (Try/E-1)

Analis saham Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Farras Farhan berpendapat langkah kemitraan GoTo-TikTok dimana TikTok akan berinvestasi lebih dari USD 1,5 miliar dan selanjutnya akan memegang 75,01% saham di Tokopedia, sebagai sinyal positif bagi GOTO.

Sebab, dia katakan, Tokopedia merupakan bagian terbesar dari biaya GOTO (31,5% dari total biaya) dan berkontribusi terhadap 23,6% dari total kerugian bersih pada sembilan bulan di tahun 2023.

“Kami selalu berpendapat Tokopedia telah mencapai puncaknya, apalagi tanpa pendanaan eksternal, sementara pesaing terdekatnya di Indonesia, yaitu Shopee yang didukung Grup SEA, masih memiliki banyak modal untuk dibelanjakan,” kata Farras, dikutip melalui riset yang diterima, Rabu (13/12).

Namun, berjualan secara live atau  siaran langsung mulai meramaikan ruang e-commerce. Dengan TikTok Shop sebagai pemimpin dalam bidang tersebut, menurutnya GOTO mungkin telah menemukan mitra yang tepat.

“Selain itu, kami melihat langkah ini akan memungkinkan GOTO untuk benar-benar fokus pada permata tersembunyinya, GoTo Financials (GTF), yang menawarkan skalabilitas tinggi. Dengan hadirnya TikTok di Tokopedia, kita mungkin akan melihat penawaran produk baru, yang akan membantu meningkatkan transaksi dan meningkatkan skala bisnis GTF lebih jauh,” kata Farras.

Dia mengatakan terhadap laporan kinerja GOTO, Dengan 75% saham Tokopedia diakuisisi oleh TikTok, Tokopedia pasti akan dikeluarkan dari pendapatan GOTO. Hal ini akan memungkinkan GOTO menghapus Tokopedia dari laba dan rugi konsolidasinya, yang akan membantu mengurangi kerugian bersihnya di masa depan.

“Kita akan melihatnya di laporan pendapatan perusahaan pada kuartal IV-2024/ kuartal I-2024,” kata Farras.

Dengan hadirnya TikTok, diharapkan Tokopedia dapat membukukan EBITDA positif, yang kemudian akan berkontribusi terhadap keuntungan GOTO. Dia yakin Bytedance dan GOTO akan mendominasi pasar Asia Tenggara.

“Dengan investasi mendatang dari TikTok, kami harus meninjau kembali proyeksi kami, yang dapat dilakukan paling cepat pada kuartal I-2024. Kami harus mengeluarkan Tokopedia dari lini pendapatan GOTO dan menerapkan akuntansi metode ekuitas untuk mendapatkan nilai yang akurat,” kata Farras.

Kepala Analis Saham Mandiri Sekuritas Adrian Joezer melihat pasar tampaknya memberikan respons negatif terhadap struktur transaksi.

Menurut dia, hal ini kemungkinan besar karena valuasi US$ 2 miliar dianggap tidak mencerminkan nilai wajar perusahaan baru (NewCo) yang akan dioperasikan Tokopedia untuk mengelola TikTok Shop.

NewCo adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perusahaan spin-off, startup, atau anak perusahaan sebelum mereka diberi nama akhir, atau untuk usulan perusahaan merger untuk membedakan entitas gabungan yang akan dibentuk dengan perusahaan yang sudah ada yang terlibat dalam penggabungan.

“Menurut kami harga transaksi tersebut tidak mencerminkan nilai wajar NewCo, mengingat TikTok Shop Indonesia juga bernilai hanya US$ 340 juta (0,06x GMV 2023),” tulis Mandiri Sekuritas dalam risetnya, dikutip Rabu (13/12).

Mandiri Sekuritas menyebut jika investor perlu menilai nilai NewCo melalui beberapa hal. Pertama, 25% saham non dilutif GOTO di perusahaan-perusahaan yang baru bergabung.

Menurut Mandiri Sekuritas harus ada penciptaan nilai jangka panjang dari NewCo sebagai perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia. Dengan potensi pangsa pasar gabungan lebih besar 50% hingga 60% di masa mendatang dengan pengerahan uang tunai sebesar US$ 1,5 miliar.

Kedua, nilai sekarang dari aliran pendapatan dari NewCo. Ketiga, potensi keuntungan bagi bisnis fintech dan logistik GOTO melalui monetisasi ekosistem baru TikTok dan saldo tunai GOTO sebesar US$ 1,6 miliar dapat difokuskan kembali menjadi dua, bukan tiga vertikal.

Keempat, risiko terhadap harga saham GOTO dalam jangka menengah hingga panjang dalam skenario tanpa kesepakatan atau jika TikTok Shop bermitra dengan pihak lain.

“Walau demikian kesepakatan ini harus memberikan peningkatan nilai bagi GOTO dalam jangka panjang,” kata Adrian. (Try/E-1)

Sumber: mediaindonesia.com