MICE  

Kementan Sokong Polbangtan Medan Kawal PWMP Alumni

PENUMBUHAN Wirausahawan Muda Pertanian melalui Program PWMP terus digenjot oleh Kementerian Pertanian RI, utamanya bagi alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Terutama untuk mendukung resonansi sekaligus lahirnya lebih banyak role model wirausahawan muda pertanian di Indonesia.

Hal itu diupayakan oleh Polbangtan Medan dengan mengerahkan tim yang terdiri atas dosen pembimbing dan panitia kegiatan PWMP Tahap Penumbuhan melaksanakan monitoring dan evaluasi pada kelompok Herbal Creative Product di Dusun Salingsing, Desa Uhmahuam, Kabupaten Labuhan Batu Selatan di Provinsi Sumatera Utara.

Kelompok Herbal Creatif Product berdiri pada 2020, mendapat bantuan modal Rp25 juta melalui Program PWMP Alumni pada 2022. Kegiatan usahanya memiliki prospek cukup menjanjikan, dengan omset sekitar Rp5 jutaan per semester.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan generasi milenial adalah penentu kemajuan pertanian Indonesia. Tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda.

Menurutnya, PWMP yang dihadirkan Kementan diharapkan dapat mencetak generasi milenial menjadi seorang petani atau mendirikan start up di bidang pertanian.

“Hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil, karena generasi milenial mulai sadar bahwa pertanian adalah ´tambang emas´ tanpa batas waktu,” kata Mentan Syahrul.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi bahwa PWMP diharapkan mampu menjadi resonansi tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern.

“Program PWMP merupakan salah satu upaya untuk menepis stigma negatif tentang dunia pertanian khususnya di level generasi milenial,” katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan PWMP juga sekaligus menyasar anak muda untuk tertarik mengembangkan usaha tani.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengatakan pihaknya aktif melakukan pembinaan untuk mendorong PWMP. Polbangtan Medan merasa bertanggungjawab mempelopori pertanian dengan cara membina PWMP guna mendongkrak angka petani milenial khususnya di wilayah Sumatera bagian utara.

“Hingga saat ini pertumbuhan belasan kelompok PWMP binaan Polbangtan Medan menunjukkan grafik meningkat, dengan menguasai bidang pertanian, hortikultura  maupun peternakan dari hulu ke hilir,” katanya.

Dia pun merujuk pada Herbal Creatif Product, yang awalnya hanya memproduksi wedang jahe, setelah inovasi produk dilakukan, saat ini telah memiliki varian produk seperti manisan jahe dan minuman jahe latte.

Usaha Herbal Creatif Product yang diketuai Nur Sakinah, lulusan Polbangtan Medan 2021 juga telah bermitra dengan Konco Kafe, membuka box yang menyediakan aneka minuman herbal menyehatkan dari bahan baku jahe instan, berupa minuman panas maupun dingin.

“Herbal Creatif Product menerapkan pemasaran online dan konvensional yang menjangkau hingga keluar Sumut. Promosi melalui media sosial seperti Facebook, TikTok dan Instagram terus dilakukan,” kata Nur Sakinah.

Untuk pangsa pasar, produk Herbal Creatif Product menyasar anak muda hingga dewasa, karena memang olahan minuman wedang jahe disesuaikan selera mereka, dan telah disertifikasi halal dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT).

“Kami berharap usaha ini bisa semakin maju dan berkembang, apalagi sudah memiliki nomor PIRT,” kata Nur Sakinah. (RO/OL-13)


Sumber: mediaindonesia.com