MICE  

Kebakaran Smelter PT SMI Bukan Karena Ledakan Tungku

Kebakaran Smelter PT SMI Bukan Karena Ledakan Tungku

Deputi Bidang Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto mengungkapkan kebakaran yang terjadi di fasilitas pengolahan hasil tambang (smelter) nikel milik PT Sulawesi Mining Investment (SMI), Jumat (19/1), bukan karena ledakan tungku.

“Bukan ledakan, kalau menurut perusahaan kebakaran akibat lelehan terak logam,” ujar Seto kepada Media Indonesia, Sabtu (20/1).

Kebakaran smelter nikel PT SMI berada di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah. Seto memastikan tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut. Dari laporan yang ia dapat, korban dari kecelakaan kerja di SMI mengalami sesak nafas.

“Tidak ada korban jiwa. Ada dua orang yang sesak nafas yang sempat dibawa ke rumah sakit. Tapi, setelah itu mereka bisa pulang,” jelas Seto.

Anak buah Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan itu menyatakan akan mengirim ke lokasi kebakaran smelter PT SMI untuk mendalami penyebab kecelakaan.

“Saya lagi kirim tim untuk cek di lapangan situasi sebenarnya seperti apa,” pungkas Seto.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di tungku furnance 1 PT SMI di dalam Kawasan PT IMIP kemarin malam pukul 19.40 Waktu Indonesia Tengah. Kebakaran tersebut mengakibatkan dua karyawan SMI mengalami sesak napas.

Berdasarkan berdasarkan data diperoleh, keduanya merupakan operator house crane. Masing-masing adalah Asrina asal Desa Keurea dan Lesianita Tongku asal Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. (Z-8)

Deputi Bidang Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto mengungkapkan kebakaran yang terjadi di fasilitas pengolahan hasil tambang (smelter) nikel milik PT Sulawesi Mining Investment (SMI), Jumat (19/1), bukan karena ledakan tungku.

“Bukan ledakan, kalau menurut perusahaan kebakaran akibat lelehan terak logam,” ujar Seto kepada Media Indonesia, Sabtu (20/1).

Kebakaran smelter nikel PT SMI berada di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah. Seto memastikan tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut. Dari laporan yang ia dapat, korban dari kecelakaan kerja di SMI mengalami sesak nafas.

“Tidak ada korban jiwa. Ada dua orang yang sesak nafas yang sempat dibawa ke rumah sakit. Tapi, setelah itu mereka bisa pulang,” jelas Seto.

Anak buah Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan itu menyatakan akan mengirim ke lokasi kebakaran smelter PT SMI untuk mendalami penyebab kecelakaan.

“Saya lagi kirim tim untuk cek di lapangan situasi sebenarnya seperti apa,” pungkas Seto.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di tungku furnance 1 PT SMI di dalam Kawasan PT IMIP kemarin malam pukul 19.40 Waktu Indonesia Tengah. Kebakaran tersebut mengakibatkan dua karyawan SMI mengalami sesak napas.

Berdasarkan berdasarkan data diperoleh, keduanya merupakan operator house crane. Masing-masing adalah Asrina asal Desa Keurea dan Lesianita Tongku asal Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. (Z-8)

 

Sumber: mediaindonesia.com