MICE  

Kebahagiaan tidak Selamanya dapat Dibeli dengan Uang

Kebahagiaan tidak Selamanya dapat Dibeli dengan Uang

“Uang tidak bisa membelikanmu kebahagiaan.” Ungkapan itu mungkin sering kita dengar. Tapi, apakah itu benar?

Sejumlah orang beranggapan bahwa kekayaan adalah segalanya dan bisa membuat dirinya dan orang di sekelilingnya akan merasa bahagia. Tetapi kekayaan bukanlah sesuatu yang mutlak. Hal tersebut sebatas pola pikir yang mengganggap bahwa hal-hal melekat dengan materi.

Padahal apabila kita lebih berpikir ke masa saat ini dan menyadari bahwa ada hal-hal terkait kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Seperti dilansir Psychology Today, daripada mempertimbangkan untuk memberi anak-anak kado mainan baru, misalnya, akan lebih baik Anda menghabiskan waktu bersama mereka dengan mainan lamanya ketimbang hanya memberi mereka banyak mainan baru dan membiarkan mereka mainkan sendiri.

Selain itu, ketimbang memberikan alat penyedot debu terbaru untuk orangtua, lebih Anda menawarkan diri untuk membersihkan rumah mereka. Mungkin hal itu akan membuat mereka lebih bahagia.

Apa pun yang Anda ingin lakukan, ingatlah bahwa hal yang selalu membuat orang paling bahagia adalah kebersamaan dengan orang lain. Beberapa hal yang tidak bisa dibeli uang di antaranya hubungan yang bahagia, pengalaman berkesan, waktu berkualitas, keindahan dalam kesederhanaan, dan mempelajari hal baru.

Terkadang ketika terlalu berambisi memiliki uang yang banyak dan berusaha keras mendapatkannya. Persoalannya bukan pada seberapa banyak, tapi bagaimana menggunakannya dengan bijak.

Misalnya, dalam survei berskala besar yang dilakukan di Amerika Serikat, Kanada, Denmark, dan Belanda, para peneliti melaporkan bahwa orang-orang cenderung menghabiskan uang untuk layanan yang menghemat waktu mereka—misalnya layanan kebersihan, seseorang yang memotong rumput, atau bahkan pergi makan sesekali. Mereka yang melakukan ini secara keseluruhan tidak terlalu stres, dan faktanya, lebih bahagia dibandingkan mereka yang lebih cenderung membelanjakan uangnya untuk membeli barang-barang.

Seorang ahli saraf dan penulis buku Emotional Ignorance, Dean Burnett menjelaskan pada tingkat yang paling mendasar, hal-hal yang membuat kita bahagia atau setidaknya memicu respons positif dan penghargaan di otak kita adalah hal-hal yang memenuhi kebutuhan biologis dasar kita.

“Sederhananya, kita manusia, organisme hidup, memerlukan banyak hal untuk menjamin kelangsungan hidup kita, seperti makanan, air, udara, tidur, dan keamanan. Otak kita mengenali hal-hal ini sebagai hal yang ‘penting secara biologis’, jadi jika kita mendapatkannya, kita merasakan suatu penghargaan,” ungkap Burnett.

Namun, hal ini tidak berarti ‘lebih banyak uang’ secara otomatis berarti ‘lebih banyak kebahagiaan’. Uang mungkin dianggap oleh otak kita sebagai sesuatu yang penting secara biologis, namun ada batas atas betapa bermanfaatnya hal-hal yang penting secara biologis sekalipun.

Contohnya, makan sering kali terasa menyenangkan, namun pada titik tertentu Anda akan merasa kenyang dan jika dipaksakan akan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Apabila kita berpikir secara mindful dan mensyukuri hal-hal baik dalam hidup, ada banyak momen dalam hidup kita yang membuat kita bahagia yang tidak bisa dibeli oleh uang, seperti kehangatan bersama keluarga, melakukan aktivitas sederhana bersama orang tercinta, melakukan banyak hal produktif di sepanjang hari, memiliki hubungan yang tidak toxic dan sehat, dan lainnya.(M-3)

“Uang tidak bisa membelikanmu kebahagiaan.” Ungkapan itu mungkin sering kita dengar.  Tapi, apakah itu benar?

Sejumlah orang beranggapan bahwa kekayaan adalah segalanya dan bisa membuat dirinya dan orang di sekelilingnya akan merasa bahagia. Tetapi kekayaan bukanlah sesuatu yang mutlak. Hal tersebut sebatas pola pikir yang mengganggap bahwa hal-hal melekat dengan materi.

Padahal apabila kita lebih berpikir ke masa saat ini dan menyadari bahwa ada hal-hal terkait kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Seperti dilansir Psychology Today, daripada mempertimbangkan untuk memberi anak-anak kado mainan baru, misalnya, akan lebih baik Anda menghabiskan waktu bersama mereka dengan mainan lamanya ketimbang hanya memberi mereka banyak mainan baru dan membiarkan mereka mainkan sendiri.  

Selain itu, ketimbang memberikan alat penyedot debu terbaru untuk orangtua, lebih Anda menawarkan diri untuk membersihkan rumah mereka. Mungkin hal itu akan membuat mereka lebih bahagia. 

Apa pun yang Anda ingin lakukan, ingatlah bahwa hal yang selalu membuat orang paling bahagia adalah kebersamaan dengan orang lain. Beberapa hal yang tidak bisa dibeli uang di antaranya hubungan yang bahagia, pengalaman berkesan, waktu berkualitas, keindahan dalam kesederhanaan, dan mempelajari hal baru.

Terkadang ketika terlalu berambisi memiliki uang yang banyak dan berusaha keras mendapatkannya. Persoalannya bukan pada seberapa banyak, tapi bagaimana menggunakannya dengan bijak.

Misalnya, dalam survei berskala besar yang dilakukan di Amerika Serikat, Kanada, Denmark, dan Belanda, para peneliti melaporkan bahwa orang-orang cenderung menghabiskan uang untuk layanan yang menghemat waktu mereka—misalnya layanan kebersihan, seseorang yang memotong rumput, atau bahkan pergi makan sesekali. Mereka yang melakukan ini secara keseluruhan tidak terlalu stres, dan faktanya, lebih bahagia dibandingkan mereka yang lebih cenderung membelanjakan uangnya untuk membeli barang-barang.

Seorang ahli saraf dan penulis buku Emotional Ignorance, Dean Burnett menjelaskan pada tingkat yang paling mendasar, hal-hal yang membuat kita bahagia atau setidaknya memicu respons positif dan penghargaan di otak kita adalah hal-hal yang memenuhi kebutuhan biologis dasar kita.

“Sederhananya, kita manusia, organisme hidup, memerlukan banyak hal untuk menjamin kelangsungan hidup kita, seperti makanan, air, udara, tidur, dan keamanan.  Otak kita mengenali hal-hal ini sebagai hal yang ‘penting secara biologis’, jadi jika kita mendapatkannya, kita merasakan suatu penghargaan,” ungkap Burnett.

Namun, hal ini tidak berarti ‘lebih banyak uang’ secara otomatis berarti ‘lebih banyak kebahagiaan’.  Uang mungkin dianggap oleh otak kita sebagai sesuatu yang penting secara biologis, namun ada batas atas betapa bermanfaatnya hal-hal yang penting secara biologis sekalipun.  

Contohnya, makan sering kali terasa menyenangkan, namun pada titik tertentu Anda akan merasa kenyang dan jika dipaksakan akan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Apabila kita berpikir secara mindful dan mensyukuri hal-hal baik dalam hidup, ada banyak momen dalam hidup kita yang membuat kita bahagia yang tidak bisa dibeli oleh uang, seperti kehangatan bersama keluarga, melakukan aktivitas sederhana bersama orang tercinta, melakukan banyak hal produktif di sepanjang hari, memiliki hubungan yang tidak toxic dan sehat, dan lainnya.(M-3)

Sumber: mediaindonesia.com