MICE  

Kasus Dugaan Korupsi Lahan PTPN XIII Mulai Disidik, MAKI: Siap Kawal

Kasus Dugaan Korupsi Lahan PTPN XIII Mulai Disidik, MAKI: Siap Kawal

POLDA Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai menyidik dugaan korupsi alih fungsi lahan tambang milik PTPN XIII di Kabupaten Banjar, Kalsel. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman, mengingatkan penyidik Polda Kalsel untuk serius menggarap kasus ini.

“Kita siap mengawal kasus ini,” kata Boyamin, dalam keterangan tertulis, Selasa (12/12).

Menurut Boyamin, pola dugaan korupsi lahan milik PTPN XIII seharusnya bisa diusut sampai ke akar-akranya. Apalagi, lahan milik BUMN sektor perkebunan itu, dialihfungsikan untuk tambang batu bara.

“Saya kira, kasus ini tidak njlimet atau sulit. Kita tunggu saja bagaimana proses penyidikan dari Polda Kalsel,” ujar dia.

Proses penyidikan terkait dugaan korupsi penggunaan lahan PTPN XIII diketahui dari salinan surat perintah penyidikan (sprindik) Polda Kalsel yang ditandatangani Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Suhasto, pada 12 Desember 2023.

Dalam sprindik bernomor SP.Sidik/69-3/XII/RES.3.2/2023/Dit Reskrimsus, memerintahkan penyidik AKBP Amin Rovi untuk mengungkap dugaan korupsi penyalahgunaan pendayagunaan lahan HGU milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII (Sertifikat HGU No: 00037) di Kabupaten Banjar, Kalsel.

Lahan tersebut digunakan untuk penambangan batu bara oleh PT Global Prima Sukses (GPS)/PT Mitra Agro Semesta (MAS) serta sembilan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Banjar, Kalsel, pada 2018.

Awak media sudah mencoba mengonfirmasi ini kepada Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Suhasto, tapi belum mendapatkan respons. (Medcom.id/Nov)

POLDA Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai menyidik dugaan korupsi alih fungsi lahan tambang milik PTPN XIII di Kabupaten Banjar, Kalsel. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman, mengingatkan penyidik Polda Kalsel untuk serius menggarap kasus ini.

“Kita siap mengawal kasus ini,” kata Boyamin, dalam keterangan tertulis, Selasa (12/12).

Menurut Boyamin, pola dugaan korupsi lahan milik PTPN XIII seharusnya bisa diusut sampai ke akar-akranya. Apalagi, lahan milik BUMN sektor perkebunan itu, dialihfungsikan untuk tambang batu bara. 

“Saya kira, kasus ini tidak njlimet atau sulit. Kita tunggu saja bagaimana proses penyidikan dari Polda Kalsel,” ujar dia.

Proses penyidikan terkait dugaan korupsi penggunaan lahan PTPN XIII diketahui dari salinan surat perintah penyidikan (sprindik) Polda Kalsel yang ditandatangani Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Suhasto, pada 12 Desember 2023. 

 

Dalam sprindik bernomor SP.Sidik/69-3/XII/RES.3.2/2023/Dit Reskrimsus, memerintahkan penyidik AKBP Amin Rovi untuk mengungkap dugaan korupsi penyalahgunaan pendayagunaan lahan HGU milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII (Sertifikat HGU No: 00037) di Kabupaten Banjar, Kalsel. 

 

Lahan tersebut digunakan untuk penambangan batu bara oleh PT Global Prima Sukses (GPS)/PT Mitra Agro Semesta (MAS) serta sembilan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Banjar, Kalsel, pada 2018. 

Awak media sudah mencoba mengonfirmasi ini kepada Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Suhasto, tapi belum mendapatkan respons. (Medcom.id/Nov) 

Sumber: mediaindonesia.com