MICE  

Kali ini Dibu Angkat Aston Villa

Kali ini Dibu Angkat Aston Villa

POSISINYA sebagai pemain terakhir membuat kiper lebih sering dianggap penyebab kekalahan daripada pembawa kemenangan. Itulah yang membuat setiap tim berupaya menemukan kiper yang tangguh lantaran akan menjadi penentu kesuksesan.

Peter Schmeichel dikenal sebagai salah satu kiper terbaik dunia karena menentukan kesuksesan timnya. Schmeichel menjadi penentu keberhasilan ‘Tim Dinamit’ Denmark memenangi Piala Eropa 1992. Ketangguhannya di bawah mistar pulalah yang membuat Manchester United menjadi klub Inggris pertama yang mampu mencetak treble pada 1999.

Sekarang ini Aston Villa sedang berupaya membangun kembali kebesarannya melalui tangan Emiliano Martinez. Kiper yang akrab dipanggil Dibu itu menjadi sosok andalan pelatih Unai Emery untuk menembus jajaran elite Liga Primer.

Kemenangan gemilang 1-0 atas juara bertahan Manchester City, Rabu lalu, melambungkan kepercayaan diri para pemain Villa untuk terus menapaki tangga teratas. Dengan kemenangan itu, Villa kini bercokol di peringkat tiga klasemen sementara, di atas the Citizens.

Apabila malam ini John McGinn dan kawan-kawannya bisa melanjutkan kesuksesan dengan mengalahkan sang tamu, Arsenal, semakin besar harapan Villa menuju tangga juara. Tren kemenangan yang dimiliki membuat Villa bukan mustahil melanjutkan kejutan.



Tiga alasan

Ada tiga alasan yang mendasari besarnya peluang Villa untuk melanjutkan tren kemenangan itu. Pertama faktor Dibu yang membuat para pemain tak perlu khawatir gawang Villa mudah kebobolan.

Seperti apa yang dilakukan ketika membawa Argentina memenangi trofi ketiga Piala Dunia di Qatar pada 2022 lalu, Martinez tengah berada dalam permainan terbaiknya. Ia selalu pada posisi yang tepat untuk bisa mematahkan peluang pemain lawan mencetak gol.

Dibu mampu membuat penyerang andalan Manchester City Erling Haaland menjadi mandul. Dua peluang emas yang didapatkan penyerang asal Norwegia itu pada 10 menit pertama pertandingan bisa ia patahkan. Pertama, ia blok tendangan kali kiri Haaland yang sudah berdiri bebas di kotak penalti. Bola muntahnya sempat disambut Bernando Silva untuk memberi umpan lagi kepada Haaland. Namun, sundulan kepala Haaland yang sudah tidak terjaga di tiang jauh itu masih bisa diblok lagi oleh Dibu. Penyelamatan yang luar biasa!

Faktor kedua yang bisa melambungkan kembali Villa ialah pelatih Emery. Ia merupakan salah satu pelatih terbaik yang dimiliki Spanyol. Sepanjang kariernya selalu diisi dengan prestasi besar bagi klub yang ditanganinya. Mulai Sevilla, Paris St Germain, hingga Villareal, banyak piala yang mampu ia persembahkan untuk klub asuhannya.

Pada kiprah pertamanya di Liga Primer, Emery memang hanya satu setengah musim menangani Arsenal sebelum dipecat karena prestasi yang buruk pada 2019. Namun, pada tahun pertamanya, Emery mampu membawa Arsenal menembus final Liga Eropa.

Kini, ketika kembali lagi ke Liga Primer, Emery sudah lebih paham cara menangani klub Inggris. Apalagi sekarang ia lebih bebas karena tidak seperti saat menangani the Gunners yang selalu dibayang-bayangi pelatih besar sebelumnya, yaitu Arsene Wenger.

Tidak adanya beban masa lalu membuat Emery lebih leluasa membangun tim. Ia bawa center-back-nya di Villareal, Pau Torres, untuk menjadi palang pintu di Villa. Pau tidak hanya menjadi center-back tangguh bersama Diego Carlos, tetapi juga bisa menjadi ancaman bagi gawang lawan dalam memanfaatkan bola-bola mati.

Dengan tinggi badan 1,91 m, Pau memang jago dalam bola-bola atas. Tidak hanya itu, dengan teknik bola yang tinggi, kaki kanan maupun kiri Pau selalu memaksa kiper lawan bekerja keras apabila ingin mematahkannya.

Emery mampu membuat permainan Villa menarik untuk ditonton karena selalu bermain agresif. Bek kiri Lucas Digne maupun bek kanan Ezri Konsa tidak pernah berhenti ikut menekan pertahanan lawan dengan serangan dari sayap.

Permainan Villa semakin enak ditonton karena mereka memiliki playmaker Douglas Luiz. Seperti umumnya pemain Brasil, Luiz mempunyai visi permainan yang luas dan mampu memberikan umpan-umpan matang bagi rekan-rekannya.

Emery semakin beruntung mempunyai dua gelandang sayap yang berani untuk bertarung. Kapten kesebelasan McGinn merupakan pemain pekerja yang tidak mengenal takut. Sementara itu, Leon Bailey di kanan mempunyai kecepatan dan dribbling bola yang sulit ditahan.

Ujung tombak Oliver Watkins menjadi bukan hanya diuntungkan oleh bola-bola matang yang ia sering dapatkan. Namun, kehadiran pemain asal Leicester City, Youri Tielemans, sebagai second striker, membuat pertahanan lawan mudah lengah mengawal dirinya.



Tanpa Arteta

Faktor ketiga yang menjadi modal Villa untuk memuaskan pendukungnya di Villa Park malam ini ialah harus absennya pelatih Arsenal Mikel Arteta di pinggir lapangan. Pelatih muda asal Spanyol itu mendapatkan kartu kuning ketiga karena selebrasi berlebihan yang dilakukan saat gelandang bertahannya, Declan Rice, mencetak gol pada injury time pada menit ke-97 saat mengalahkan Luton 4-3, Rabu lalu.

Arteta kecewa dengan kartu kuning yang diberikan wasit karena ia merasa wajar merayakan gol kemenangan timnya. “Masak saya hanya boleh duduk diam di bangku pelatih,” keluh Arteta. Namun, kartu kuning sudah keluar dan pelatih Arsenal itu harus menjalani satu hukuman menyaksikan pertandingan dari bangku penonton.

Namun, Arteta tidak khawatir kalaupun harus duduk dari atas. Ia percaya akan kemampuan anak-anak asuhnya yang selalu tampil penuh semangat sebelum peluit panjang berakhir. Ia tidak ingin gagal menyakitkan seperti tahun lalu dan kali ini kesempatan bagi the Gunners untuk mengudeta juara Manchester City.

Dengan Bukayo Saka di kanan dan Gabriel Martinelli di kiri, Arsenal pantas untuk lebih diunggulkan. Apalagi jika ujung tombak Gabriel Jesus bisa berada dalam penampilan terbaiknya. Penyerang asal Brasil itu hanya masih suka sering terburu-buru apabila berada di kotak penalti atau kadang berpura-pura untuk mendapat perhatian wasit.

Lapangan tengah Arsenal mempunyai kemampuan untuk mengimbangi empat gelandang Villa. Declan Rice menjadi jangkar kekuatan the Gunners, sementara Kai Havertz dan kapten kesebelasan Martin Odegaard menjadi penyuplai bola bagi tiga penyerang Arsenal.

Apabila Villa memiliki Martinez sebagai palang pintu terakhir, Arteta beruntung mendapatkan kiper David Raya. Kiper asal Spanyol itu lebih meyakinkan jika dibandingkan dengan kiper utama sebelumnya, Aaron Ramsdale. Inilah yang menjadi salah satu kunci sukses the Gunners untuk bercokol di puncak klasemen.

Hanya, kehati-hatian harus terus diterapkan Odegaard dan kawan-kawan. Mereka harus belajar dari kegagalan tahun lalu yang terkejar Manchester City karena kecurian banyak poin pada pertandingan terakhir.

Hal yang tidak kalah penting diperhatikan ialah Villa bermain di depan pendukungnya yang fanatik. Setelah Rabu lalu, tim asuhan Emery menjadi tim yang berbeda karena kalau bisa mengalahkan the Citizens, mereka punya kemampuan untuk mengalahkan siapa pun. Jangan sampai Arsenal menjadi korban Villa berikutnya.

POSISINYA sebagai pemain terakhir membuat kiper lebih sering dianggap penyebab kekalahan daripada pembawa kemenangan. Itulah yang membuat setiap tim berupaya menemukan kiper yang tangguh lantaran akan menjadi penentu kesuksesan.

Peter Schmeichel dikenal sebagai salah satu kiper terbaik dunia karena menentukan kesuksesan timnya. Schmeichel menjadi penentu keberhasilan ‘Tim Dinamit’ Denmark memenangi Piala Eropa 1992. Ketangguhannya di bawah mistar pulalah yang membuat Manchester United menjadi klub Inggris pertama yang mampu mencetak treble pada 1999.

Sekarang ini Aston Villa sedang berupaya membangun kembali kebesarannya melalui tangan Emiliano Martinez. Kiper yang akrab dipanggil Dibu itu menjadi sosok andalan pelatih Unai Emery untuk menembus jajaran elite Liga Primer.

Kemenangan gemilang 1-0 atas juara bertahan Manchester City, Rabu lalu, melambungkan kepercayaan diri para pemain Villa untuk terus menapaki tangga teratas. Dengan kemenangan itu, Villa kini bercokol di peringkat tiga klasemen sementara, di atas the Citizens.

Apabila malam ini John McGinn dan kawan-kawannya bisa melanjutkan kesuksesan dengan mengalahkan sang tamu, Arsenal, semakin besar harapan Villa menuju tangga juara. Tren kemenangan yang dimiliki membuat Villa bukan mustahil melanjutkan kejutan.

 

Tiga alasan 

Ada tiga alasan yang mendasari besarnya peluang Villa untuk melanjutkan tren kemenangan itu. Pertama faktor Dibu yang membuat para pemain tak perlu khawatir gawang Villa mudah kebobolan.

Seperti apa yang dilakukan ketika membawa Argentina memenangi trofi ketiga Piala Dunia di Qatar pada 2022 lalu, Martinez tengah berada dalam permainan terbaiknya. Ia selalu pada posisi yang tepat untuk bisa mematahkan peluang pemain lawan mencetak gol.

Dibu mampu membuat penyerang andalan Manchester City Erling Haaland menjadi mandul. Dua peluang emas yang didapatkan penyerang asal Norwegia itu pada 10 menit pertama pertandingan bisa ia patahkan. Pertama, ia blok tendangan kali kiri Haaland yang sudah berdiri bebas di kotak penalti. Bola muntahnya sempat disambut Bernando Silva untuk memberi umpan lagi kepada Haaland. Namun, sundulan kepala Haaland yang sudah tidak terjaga di tiang jauh itu masih bisa diblok lagi oleh Dibu. Penyelamatan yang luar biasa!

Faktor kedua yang bisa melambungkan kembali Villa ialah pelatih Emery. Ia merupakan salah satu pelatih terbaik yang dimiliki Spanyol. Sepanjang kariernya selalu diisi dengan prestasi besar bagi klub yang ditanganinya. Mulai Sevilla, Paris St Germain, hingga Villareal, banyak piala yang mampu ia persembahkan untuk klub asuhannya.

Pada kiprah pertamanya di Liga Primer, Emery memang hanya satu setengah musim menangani Arsenal sebelum dipecat karena prestasi yang buruk pada 2019. Namun, pada tahun pertamanya, Emery mampu membawa Arsenal menembus final Liga Eropa.

Kini, ketika kembali lagi ke Liga Primer, Emery sudah lebih paham cara menangani klub Inggris. Apalagi sekarang ia lebih bebas karena tidak seperti saat menangani the Gunners yang selalu dibayang-bayangi pelatih besar sebelumnya, yaitu Arsene Wenger.

Tidak adanya beban masa lalu membuat Emery lebih leluasa membangun tim. Ia bawa center-back-nya di Villareal, Pau Torres, untuk menjadi palang pintu di Villa. Pau tidak hanya menjadi center-back tangguh bersama Diego Carlos, tetapi juga bisa menjadi ancaman bagi gawang lawan dalam memanfaatkan bola-bola mati.

Dengan tinggi badan 1,91 m, Pau memang jago dalam bola-bola atas. Tidak hanya itu, dengan teknik bola yang tinggi, kaki kanan maupun kiri Pau selalu memaksa kiper lawan bekerja keras apabila ingin mematahkannya.

Emery mampu membuat permainan Villa menarik untuk ditonton karena selalu bermain agresif. Bek kiri Lucas Digne maupun bek kanan Ezri Konsa tidak pernah berhenti ikut menekan pertahanan lawan dengan serangan dari sayap.

Permainan Villa semakin enak ditonton karena mereka memiliki playmaker Douglas Luiz. Seperti umumnya pemain Brasil, Luiz mempunyai visi permainan yang luas dan mampu memberikan umpan-umpan matang bagi rekan-rekannya.

Emery semakin beruntung mempunyai dua gelandang sayap yang berani untuk bertarung. Kapten kesebelasan McGinn merupakan pemain pekerja yang tidak mengenal takut. Sementara itu, Leon Bailey di kanan mempunyai kecepatan dan dribbling bola yang sulit ditahan.

Ujung tombak Oliver Watkins menjadi bukan hanya diuntungkan oleh bola-bola matang yang ia sering dapatkan. Namun, kehadiran pemain asal Leicester City, Youri Tielemans, sebagai second striker, membuat pertahanan lawan mudah lengah mengawal dirinya.

  

Tanpa Arteta

Faktor ketiga yang menjadi modal Villa untuk memuaskan pendukungnya di Villa Park malam ini ialah harus absennya pelatih Arsenal Mikel Arteta di pinggir lapangan. Pelatih muda asal Spanyol itu mendapatkan kartu kuning ketiga karena selebrasi berlebihan yang dilakukan saat gelandang bertahannya, Declan Rice, mencetak gol pada injury time pada menit ke-97 saat mengalahkan Luton 4-3, Rabu lalu.

Arteta kecewa dengan kartu kuning yang diberikan wasit karena ia merasa wajar merayakan gol kemenangan timnya. “Masak saya hanya boleh duduk diam di bangku pelatih,” keluh Arteta. Namun, kartu kuning sudah keluar dan pelatih Arsenal itu harus menjalani satu hukuman menyaksikan pertandingan dari bangku penonton.

Namun, Arteta tidak khawatir kalaupun harus duduk dari atas. Ia percaya akan kemampuan anak-anak asuhnya yang selalu tampil penuh semangat sebelum peluit panjang berakhir. Ia tidak ingin gagal menyakitkan seperti tahun lalu dan kali ini kesempatan bagi the Gunners untuk mengudeta juara Manchester City.

Dengan Bukayo Saka di kanan dan Gabriel Martinelli di kiri, Arsenal pantas untuk lebih diunggulkan. Apalagi jika ujung tombak Gabriel Jesus bisa berada dalam penampilan terbaiknya. Penyerang asal Brasil itu hanya masih suka sering terburu-buru apabila berada di kotak penalti atau kadang berpura-pura untuk mendapat perhatian wasit.

Lapangan tengah Arsenal mempunyai kemampuan untuk mengimbangi empat gelandang Villa. Declan Rice menjadi jangkar kekuatan the Gunners, sementara Kai Havertz dan kapten kesebelasan Martin Odegaard menjadi penyuplai bola bagi tiga penyerang Arsenal.

Apabila Villa memiliki Martinez sebagai palang pintu terakhir, Arteta beruntung mendapatkan kiper David Raya. Kiper asal Spanyol itu lebih meyakinkan jika dibandingkan dengan kiper utama sebelumnya, Aaron Ramsdale. Inilah yang menjadi salah satu kunci sukses the Gunners untuk bercokol di puncak klasemen.

Hanya, kehati-hatian harus terus diterapkan Odegaard dan kawan-kawan. Mereka harus belajar dari kegagalan tahun lalu yang terkejar Manchester City karena kecurian banyak poin pada pertandingan terakhir.

Hal yang tidak kalah penting diperhatikan ialah Villa bermain di depan pendukungnya yang fanatik. Setelah Rabu lalu, tim asuhan Emery menjadi tim yang berbeda karena kalau bisa mengalahkan the Citizens, mereka punya kemampuan untuk mengalahkan siapa pun. Jangan sampai Arsenal menjadi korban Villa berikutnya.

Sumber: mediaindonesia.com