MICE  

Jumlah Mahasiswa Unpam Tangsel Ditargetkan Capai 100 Ribu

Jumlah Mahasiswa Unpam Tangsel Ditargetkan Capai 100 Ribu

KEBERADAAN kampus Universitas Pamulang (Unpam) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dengan jumlah mahasiwa 80 ribu orang menambah denyut nadi dunia pendidikan tinggi di Tanah Air. Hal ini membuat Unpam Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan jumlah mahasiswa terbesar.

Kendati begitu,Rektor Unpam Dr Nurzaman berkomitmen menjaga kualitas Unpam dengan meraih sejumlah penghargaan diantaranya Anugerah Diktiristek 2022 dan 2023. Unpam menargetkan pada 2024 dan 2025, jumlah mahasiswa bisa mencapai hingga 100 ribu sehingga menyumbang Angka Partisipasi Kasar (APK) bagi PT secara nasional.

“Secara kuantitas, Unpam menargetkan angka 100 ribu mahasiswa sesuai kapasitas untuk kampus kami di Tangerang Selatan. Sedangkan kampus Unpam di Serang, Banten yang masih berproses peningkatan pembangunan gedungnya. Untuk jangka panjang, mahasiswa Unpam Serang ditargetkan mencapai 200 ribu,” ungkap Nurzaman di kampus Unpam, Pamulang, Tangsel, Senin (15/1)

Nurzaman mengutarakan Unpam didirikan dengan tujuan memberi kesempatan pendidikan tinggi kepada semua lapisan masyarakat, terutama bagi masyarakat tidak mampu yang memiliki keterbatasan, terbatas biaya dan terbatas waktu. “Kami ingin membantu masyarakat memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan tinggi di Unpam,” tegas Nurzaman

Mantan Sesditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek ini mengungkapkan para mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat menempuh kuliah dengan biaya amat terjangkau. “Biaya kuliah di Unpam cukup murah namun kami tetap menjaga kualitas akademik dengan baik, ” tandas Nurzaman.

Dia mencontohkan Udin, mahasiswa tidak mampu yang mantan pedagang asongan, yang berhasil lulus dan kini menjabat sekretaris Pascasarjana Unpam. Ada juga kepala Satpam, sekarang telah meraih gelar Doktor.

“Kami yakin, menurut IQ rata-rata normal lulusan SMA pasti mampu menjadi sarjana, buktinya setelah gabung kuliah di Unpam mereka mampu membuktikannya, mereka mampu lulus kuliah menjadi sarjana,” tukas Nurzaman.

Menyinggung upaya mencapai 100 ribu mahasiswa, Nurzaman menjelaskan pihaknya memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat, tempat-tempat bekerja. Juga kepada lulusan SMA dan SMK disosialisasikan karena begitu lulus berpikir kerja, tidak terpikir kuliah karena biayanya mahal.

Selain itu, jelasnya, Unpam mempunyai program pendidikan bagi kalangan cacat atau disabilitas. “Kami mempunyai program afirmasi untuk kawan-kawan disabilitas. kami berikan kebebasan kuliah free charge, bebas biaya, laptop kami berikan perorang, Semuanya gratis, bahkan kami usulkan dapat bea siswa dari pemerintah,” cetusnya. (R-2)

KEBERADAAN kampus Universitas Pamulang (Unpam) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dengan jumlah mahasiwa 80 ribu orang menambah denyut nadi dunia pendidikan tinggi di Tanah Air. Hal ini membuat Unpam Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan jumlah mahasiswa terbesar.

Kendati begitu,Rektor Unpam Dr Nurzaman berkomitmen menjaga kualitas Unpam dengan meraih sejumlah penghargaan diantaranya Anugerah Diktiristek 2022 dan 2023. Unpam menargetkan pada 2024 dan 2025, jumlah mahasiswa bisa mencapai hingga 100 ribu sehingga menyumbang Angka Partisipasi Kasar (APK) bagi PT secara nasional.

“Secara kuantitas, Unpam menargetkan angka 100 ribu mahasiswa sesuai kapasitas untuk kampus kami di Tangerang Selatan. Sedangkan kampus Unpam di Serang, Banten yang masih berproses peningkatan pembangunan gedungnya. Untuk jangka panjang, mahasiswa Unpam Serang ditargetkan mencapai 200 ribu,” ungkap Nurzaman di kampus Unpam, Pamulang, Tangsel, Senin (15/1)

Nurzaman mengutarakan Unpam didirikan dengan tujuan memberi kesempatan pendidikan tinggi kepada semua lapisan masyarakat, terutama bagi masyarakat tidak mampu yang memiliki keterbatasan, terbatas biaya dan terbatas waktu. “Kami ingin membantu masyarakat memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan tinggi di Unpam,” tegas Nurzaman

Mantan Sesditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek ini mengungkapkan para mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat menempuh kuliah dengan biaya amat terjangkau. “Biaya kuliah di Unpam cukup murah namun kami tetap menjaga kualitas akademik dengan baik, ” tandas Nurzaman.

Dia mencontohkan Udin, mahasiswa tidak mampu yang mantan pedagang asongan, yang berhasil lulus dan kini menjabat sekretaris Pascasarjana Unpam. Ada juga kepala Satpam, sekarang telah meraih gelar Doktor.

“Kami yakin, menurut IQ rata-rata normal lulusan SMA pasti mampu menjadi sarjana, buktinya setelah gabung kuliah di Unpam mereka mampu membuktikannya, mereka mampu lulus kuliah menjadi sarjana,” tukas Nurzaman.

Menyinggung upaya mencapai 100 ribu mahasiswa, Nurzaman menjelaskan pihaknya memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat, tempat-tempat bekerja. Juga kepada lulusan SMA dan SMK disosialisasikan karena begitu lulus berpikir kerja, tidak terpikir kuliah karena biayanya mahal.

Selain itu, jelasnya, Unpam mempunyai program pendidikan bagi kalangan cacat atau disabilitas. “Kami mempunyai program afirmasi untuk kawan-kawan disabilitas. kami berikan kebebasan kuliah free charge, bebas biaya, laptop kami berikan perorang, Semuanya gratis, bahkan kami usulkan dapat bea siswa dari pemerintah,” cetusnya. (R-2)

Sumber: mediaindonesia.com