MICE  

Israel akan Jadi Pesakitan di Mahkamah Internasional

Israel akan Jadi Pesakitan di Mahkamah Internasional

Israel bersiap untuk membela diri Mahkamah Internasional (ICJ), Den Haag, Belanda pada Kamis (11/1). Tel Aviv menyatakan tuduhan genosida militernya di Gaza yang disampaikan Afrika Selatan sebagai pencemaran nama baik


Pengadilan Dunia itu akan mengadakan sidang perdana hari ini terekait gugatan yang diajukan Pretoria (Afrika Selatan) pada Desember. Israel dituduh telah melanggar Konvensi Genosida 1948.

Juru Bicara Pemerintah Israel Eylon Levy mengatakan pihaknya Israel akan hadir di hadapan ICJ untuk menghilangkan tuduhan tersebut. Sidang ini akan membahas secara eksklusif permintaan Afrika Selatan untuk melakukan tindakan darurat yang memerintahkan Israel untuk menunda tindakan militernya di Gaza.

Kolombia dan Brasil menyatakan dukungan mereka terhadap Afrika Selatan tersebut. Israel melancarkan serangannya setelah pejuang Hamas melancarkan serangan lintas batas pada 7 Oktober yang menurut Israel 1.200 orang tewas dan 240 orang diculik.

Sejak itu, pasukan Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, dan hampir 2,3 juta penduduknya telah diusir dari rumah mereka setidaknya sekali, sehingga menyebabkan bencana kemanusiaan. Lebih dari 23 ribu warga Palestina telah terbunuh Israel.

Menjelang dengar pendapat, Netanyahu untuk pertama kalinya secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap seruan anggota sayap kanan pemerintahannya, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, agar warga Palestina meninggalkan Gaza secara sukarela. Sehingga itu memberikan jalan bagi Palestina untuk meninggalkan Gaza secara sukarela dan Israel untuk menetap di sana.

Meskipun sikap tersebut telah menjadi kebijakan resmi Israel, komentar Netanyahu sebelumnya mengenai pendudukan permanen di Gaza tidak konsisten dan terkadang tidak jelas. “Saya ingin memperjelas beberapa poin: Israel tidak berniat menduduki Gaza secara permanen atau menggusur penduduk sipilnya,” kata Netanyahu di platform media sosial X. (AFP/M-3)



(AFP/M=3)

Israel bersiap untuk membela diri Mahkamah Internasional (ICJ), Den Haag, Belanda pada Kamis (11/1). Tel Aviv menyatakan tuduhan genosida militernya di Gaza yang disampaikan Afrika Selatan sebagai pencemaran nama baik

Pengadilan Dunia itu akan mengadakan sidang perdana hari ini terekait gugatan yang diajukan Pretoria (Afrika Selatan) pada Desember. Israel dituduh telah melanggar Konvensi Genosida 1948.

Juru Bicara Pemerintah Israel Eylon Levy mengatakan pihaknya Israel akan hadir di hadapan ICJ untuk menghilangkan tuduhan tersebut. Sidang ini akan membahas secara eksklusif permintaan Afrika Selatan untuk melakukan tindakan darurat yang memerintahkan Israel untuk menunda tindakan militernya di Gaza.

Kolombia dan Brasil menyatakan dukungan mereka terhadap Afrika Selatan tersebut. Israel melancarkan serangannya setelah pejuang Hamas melancarkan serangan lintas batas pada 7 Oktober yang menurut Israel 1.200 orang tewas dan 240 orang diculik.

Sejak itu, pasukan Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, dan hampir 2,3 juta penduduknya telah diusir dari rumah mereka setidaknya sekali, sehingga menyebabkan bencana kemanusiaan. Lebih dari 23 ribu warga Palestina telah terbunuh Israel.

Menjelang dengar pendapat, Netanyahu untuk pertama kalinya secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap seruan anggota sayap kanan pemerintahannya, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, agar warga Palestina meninggalkan Gaza secara sukarela. Sehingga itu memberikan jalan bagi Palestina untuk meninggalkan Gaza secara sukarela dan Israel untuk menetap di sana.

Meskipun sikap tersebut telah menjadi kebijakan resmi Israel, komentar Netanyahu sebelumnya mengenai pendudukan permanen di Gaza tidak konsisten dan terkadang tidak jelas. “Saya ingin memperjelas beberapa poin: Israel tidak berniat menduduki Gaza secara permanen atau menggusur penduduk sipilnya,” kata Netanyahu di platform media sosial X. (AFP/M-3)

 

(AFP/M=3)

Sumber: mediaindonesia.com