MICE  

IONIQ 5 ASEAN Tour Buktikan Keunggulan EV dan Perjalanan yang Hemat Biaya


HYUNDAI menuntaskan perjalanan selama 11 hari melintasi lima negara di Asia. IONIQ 5 ASEAN Tour bertema ‘Go Far with Zero Worries’ mencapai tujuan akhir di Ho Chi Minh City, Vietnam, Kamis (30/11), setelah melintasi Singapura, Malaysia, Thailand, dan Kamboja, menjadikan ini tur EV yang paling banyak melintasi negara di Asia Tenggara dengan total perjalanan 3.197 km, bertambah 446 km dari perhitungan awal.

Sejalan dengan tujuan awal tur, ini menjadi ajang pembuktian dinamis yang menampilkan keandalan, keramahan lingkungan, dan kemampuan jarak jauh IONIQ 5, terutama di pasar Asia Tenggara, di mana banyak yang masih meragukan kemampuan EV.

Dalam urusan efisiensi biaya, IONIQ 5 hanya butuh total biaya US$116 per mobil untuk seluruh perjalanan. Kira-kira dua kali lebih hemat biaya dibandingkan dengan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).

“Melihat kesuksesan luar biasa dan kegembiraan yang dihasilkan oleh IONIQ 5 ASEAN Tour, mendorong kami untuk lebih meningkatkan inovasi dalam memperkuat infrastruktur dan ekosistem kendaraan listrik di seluruh wilayah. Perjalanan mungkin telah selesai, namun petualangan dengan kendaraan listrik baru saja dimulai,” seru Presiden Hyundai Motor ASEAN HQ Youngtack Lee.

IONIQ 5 ASEAN Tour, sebuah inisiatif mobilitas listrik yang terdiri dari 5 kendaraan, 2 diproduksi di Indonesia dan 3 di Singapura yang bekerja sama dengan beberapa peserta dari Automobile Association of Singapore (AAS), Hyundai Motor Company, komunitas lokal, dan Key Opinion Leader (KOL) dari Indonesia dan Thailand.

Dimulai di Singapura, tur berlanjut ke Malaysia dengan peserta mengikuti konvoi. Di Bangkok, Thailand, teknologi Vehicle to Load (V2L) mengubah IONIQ 5 menjadi pusat daya listrik untuk penerangan lampu luar ruangan, pertunjukan musik, bioskop mini, dan pengalaman kuliner yang mengesankan.

Influencer yang mengikuti tur dari Hat Yai, Thailand Nithi Thuamprathom mengaku IONIQ 5 ASEAN membuktikan mobil ini melampaui semua harapannya. “Tur transformatif ini menghilangkan kecemasan saya terhadap kemampuan EV, membuktikan secara meyakinkan bahwa EV tidak hanya mampu menempuh jarak jauh tetapi juga melakukannya dengan gaya, kenyamanan, dan keandalan,” imbuhnya.

Saat tur memasuki Kamboja, influencer dari Indonesia Fitra Eri berbagi wawasan menarik dan memberikan pandangannya tentang potensi besar kendaraan listrik dalam membentuk masa depan transportasi.

Tiba di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, tur ini berakhir dengan konvoi media yang seru. Di moment itu, Fitra Eri menyampaikan bahwa sebagai salah satu pemilik pertama IONIQ 5 di Indonesia, perjalanan kendaraan listrik ini menghilangkan kecemasannya tentang berkendara keluar kota.

“Tur ini tidak hanya memastikan bahwa di luar batas perkotaan, kami tidak mengalami kekhawatiran namun mengalami kenyamanan tak tertandingi selama perjalanan jarak jauh dengan IONIQ 5 melintasi perbatasan negara yang berbeda, tetapi juga menghapus kecemasan tentang menemukan stasiun pengisian daya. Kami tiba di tujuan dengan penuh semangat, dan melanjutkan perjalanan keesokan hari dengan baterai kendaraan yang sudah terisi penuh,” papar Fitra.

Fitra menambahkan, melalui rute perjalanan yang menantang dari Kamboja ke Vietnam, di mana stasiun pengisian terbatas, IONIQ 5 menunjukkan kemampuan jarak tempuh yang mengesankan, dengan sekitar 50% daya baterai masih tersisa.

“Perjalanan ini dengan tegas memvalidasi slogan tur, ‘Go Far With Zero Worries’, menekankan peran penting kendaraan listrik dalam membentuk masa depan transportasi. Lebih penting lagi, ini mengindikasikan bahwa wilayah ASEAN siap untuk elektrifikasi di masa depan,” tutup Fitra.


 HYUNDAI menuntaskan perjalanan selama 11 hari melintasi lima negara di Asia. IONIQ 5 ASEAN Tour bertema ‘Go Far with Zero Worries’ mencapai tujuan akhir di Ho Chi Minh City, Vietnam, Kamis (30/11), setelah melintasi Singapura, Malaysia, Thailand, dan Kamboja, menjadikan ini tur EV yang paling banyak melintasi negara di Asia Tenggara dengan total perjalanan 3.197 km, bertambah 446 km dari perhitungan awal.

Sejalan dengan tujuan awal tur, ini menjadi ajang pembuktian dinamis yang menampilkan keandalan, keramahan lingkungan, dan kemampuan jarak jauh IONIQ 5, terutama di pasar Asia Tenggara, di mana banyak yang masih meragukan kemampuan EV. 

Dalam urusan efisiensi biaya, IONIQ 5 hanya butuh total biaya US$116 per mobil untuk seluruh perjalanan. Kira-kira dua kali lebih hemat biaya dibandingkan dengan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).

“Melihat kesuksesan luar biasa dan kegembiraan yang dihasilkan oleh IONIQ 5 ASEAN Tour, mendorong kami untuk lebih meningkatkan inovasi dalam memperkuat infrastruktur dan ekosistem kendaraan listrik di seluruh wilayah. Perjalanan mungkin telah selesai, namun petualangan dengan kendaraan listrik baru saja dimulai,” seru Presiden Hyundai Motor ASEAN HQ Youngtack Lee.

IONIQ 5 ASEAN Tour, sebuah inisiatif mobilitas listrik yang terdiri dari 5 kendaraan, 2 diproduksi di Indonesia dan 3 di Singapura yang bekerja sama dengan beberapa peserta dari Automobile Association of Singapore (AAS), Hyundai Motor Company, komunitas lokal, dan Key Opinion Leader (KOL) dari Indonesia dan Thailand. 

Dimulai di Singapura, tur berlanjut ke Malaysia dengan peserta mengikuti konvoi. Di Bangkok, Thailand, teknologi Vehicle to Load (V2L) mengubah IONIQ 5 menjadi pusat daya listrik untuk penerangan lampu luar ruangan, pertunjukan musik, bioskop mini, dan pengalaman kuliner yang mengesankan.

Influencer yang mengikuti tur dari Hat Yai, Thailand Nithi Thuamprathom mengaku IONIQ 5 ASEAN membuktikan mobil ini melampaui semua harapannya. “Tur transformatif ini menghilangkan kecemasan saya terhadap kemampuan EV, membuktikan secara meyakinkan bahwa EV tidak hanya mampu menempuh jarak jauh tetapi juga melakukannya dengan gaya, kenyamanan, dan keandalan,” imbuhnya.

Saat tur memasuki Kamboja, influencer dari Indonesia Fitra Eri berbagi wawasan menarik dan memberikan pandangannya tentang potensi besar kendaraan listrik dalam membentuk masa depan transportasi.

Tiba di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, tur ini berakhir dengan konvoi media yang seru. Di moment itu, Fitra Eri menyampaikan bahwa sebagai salah satu pemilik pertama IONIQ 5 di Indonesia, perjalanan kendaraan listrik ini menghilangkan kecemasannya tentang berkendara keluar kota.

“Tur ini tidak hanya memastikan bahwa di luar batas perkotaan, kami tidak mengalami kekhawatiran namun mengalami kenyamanan tak tertandingi selama perjalanan jarak jauh dengan IONIQ 5 melintasi perbatasan negara yang berbeda, tetapi juga menghapus kecemasan tentang menemukan stasiun pengisian daya. Kami tiba di tujuan dengan penuh semangat, dan melanjutkan perjalanan keesokan hari dengan baterai kendaraan yang sudah terisi penuh,” papar Fitra.

Fitra menambahkan, melalui rute perjalanan yang menantang dari Kamboja ke Vietnam, di mana stasiun pengisian terbatas, IONIQ 5 menunjukkan kemampuan jarak tempuh yang mengesankan, dengan sekitar 50% daya baterai masih tersisa. 

“Perjalanan ini dengan tegas memvalidasi slogan tur, ‘Go Far With Zero Worries’, menekankan peran penting kendaraan listrik dalam membentuk masa depan transportasi. Lebih penting lagi, ini mengindikasikan bahwa wilayah ASEAN siap untuk elektrifikasi di masa depan,” tutup Fitra. 

Sumber: mediaindonesia.com