MICE  

Inspirasi Bisnis Ramah Lingkungan dari Garudafood

Inspirasi Bisnis Ramah Lingkungan dari Garudafood

SEMANGAT dunia usaha untuk menerapkan bisnis berkelanjutan dengan prinsip enviromental, social dan governance (ESG) terus tumbuh. Salah satu pelakunya ialah PT Garudafood Putra Putri Jaya yang sudah menerapkannya di lingkungan perusahaannya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Garudafood meresmikan beroperasinya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap berkapasitas 810 kilowatt peak, Kamis (18/1). Dengan instalasi ini, perusahaan diperhitungkan telah melakukan upaya dekarbonisasi emisi hingga 1.000 ton karbondioksida per tahun, atau setara dengan penanaman 114 ribu pohon per tahun.

“Kami memilih langkah ini sebagai upaya mendukung pemerintah dalam mempercepat target transisi dan bauran energi baru terbarukan. Ini juga sebagai salah satu solusi mengurangi masalah perubahan iklim dan pemanasan global,” ungkap Presiden Direktur Garudafood, Hardianto Atmadja.

Dia menambahkan, panel PLTS Atap Garudafood Sumedang ini mampu memproduksi lebih dari 1.200 megawatt hour. Keseluruhan daya disalurkan dan digunakan untuk kegiatan utama dan penunjang proses produksi.

Saat ini, lanjutnya, dunia bisnis sudah harus mengarah ke ESG, dengan persoalan lingkungan menjadi perhatian utama. Garudafood berkomitmen menuju zero waste dan zero polution.

“Kita mulai langkah awal dengan energi. Sejak 7 tahun lalu, kita memulai program penghematan energi dengan memanfaatkan energi dalam proses produksi untuk berbagai kebutuhan di perusahaan,” jelas Hardianto.

Dalam beberapa tahun terakhir, sebelum pandemi covid-19, perusahaan juga sudah mulai menyusun inisiatif untuk melakukan percepatan dengan membangun PLTS. Setelah melalui perjuangan yang tidak mudah, PLTS atap yang pertama bisa dibangun di pabrik Sumedang.

“Tahun ini, kita targetkan juga mengoperasikan PLTS di pabrik Gresik, Jawa Timur, dan Pati, Jawa Tengah, serta kantor pusat di Jakarta. Targetnya, PLTS atap Garudafood akan menghasilkan energi sebesar 3 megawatt.

Perusahaan, tambahnya, tidak berhenti dengan membangun PLTS. Inisiatif lainnya ialah pemanfaatan energi listrik pada mesin produksi, mobil operasional dan sepeda motor operasional untuk karyawan bagian penjualan.

Di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang, lanjutnya, Garudafood berkomitmen menerapkan praktik keberlanjutan yang terintegrasi dalam kegiatan operasional perusahaan. Pihaknya berupaya mengurangi jejak karbon dan dampak lingkungan negatif lainnya.

“Kami terus menerapkan adopsi teknologi dan inovasi ramah lingkungan, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengelola limbah produksi dan menerapkan praktik sirkular ekonomi. Untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional, kami memberikan kontribusi positif melalui program sosial dan kemitraan yang berkelanjutan,” tandas Hardianto.

Dukungan atas inisiatif Garudafood juga datang dari dunia kampus. Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung Prof Tri Basuki Joewono menyatakan sudah saatnya dunia industri menerapkan prinsip usaha berkelanjutan. “Kami mendukung dan mendorong inovasi untuk menciptakan bumi yang lebih sehat, lebih nyaman dan lebih aman, bagi kita dan generasi yang akan datang.” (SG)

SEMANGAT dunia usaha untuk menerapkan bisnis berkelanjutan dengan prinsip enviromental, social dan governance (ESG) terus tumbuh. Salah satu pelakunya ialah PT Garudafood Putra Putri Jaya yang sudah menerapkannya di lingkungan perusahaannya  di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Garudafood meresmikan beroperasinya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap berkapasitas 810 kilowatt peak, Kamis (18/1). Dengan instalasi ini, perusahaan diperhitungkan telah melakukan upaya dekarbonisasi emisi hingga 1.000 ton karbondioksida per tahun, atau setara dengan penanaman 114 ribu pohon per tahun.

“Kami memilih langkah ini sebagai upaya mendukung pemerintah dalam mempercepat target transisi dan bauran energi baru terbarukan. Ini juga sebagai salah satu solusi mengurangi masalah perubahan iklim dan pemanasan global,” ungkap Presiden Direktur Garudafood, Hardianto Atmadja.

Dia menambahkan, panel PLTS Atap Garudafood Sumedang ini mampu memproduksi lebih dari 1.200 megawatt hour. Keseluruhan daya disalurkan dan digunakan untuk kegiatan utama dan penunjang proses produksi.

Saat ini, lanjutnya, dunia bisnis sudah harus mengarah ke ESG, dengan persoalan lingkungan menjadi perhatian utama. Garudafood berkomitmen menuju zero waste dan zero polution.

“Kita mulai langkah awal dengan energi. Sejak 7 tahun lalu, kita memulai program penghematan energi dengan memanfaatkan energi dalam proses produksi untuk berbagai kebutuhan di perusahaan,” jelas Hardianto.

Dalam beberapa tahun terakhir, sebelum pandemi covid-19, perusahaan juga sudah mulai menyusun inisiatif untuk melakukan percepatan dengan membangun PLTS. Setelah melalui perjuangan yang tidak mudah, PLTS atap yang pertama bisa dibangun di pabrik Sumedang.

“Tahun ini, kita targetkan juga mengoperasikan PLTS di pabrik Gresik, Jawa Timur, dan Pati, Jawa Tengah, serta kantor pusat di Jakarta. Targetnya, PLTS atap Garudafood akan menghasilkan energi sebesar 3 megawatt.

Perusahaan, tambahnya, tidak berhenti dengan membangun PLTS. Inisiatif lainnya ialah pemanfaatan energi listrik pada mesin produksi, mobil operasional dan sepeda motor operasional untuk karyawan bagian penjualan.

Di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang, lanjutnya, Garudafood berkomitmen menerapkan praktik keberlanjutan yang terintegrasi dalam kegiatan operasional perusahaan. Pihaknya berupaya mengurangi jejak karbon dan dampak lingkungan negatif lainnya.

“Kami terus menerapkan adopsi teknologi dan inovasi ramah lingkungan, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengelola limbah produksi dan menerapkan praktik sirkular ekonomi. Untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional, kami memberikan kontribusi positif melalui program sosial dan kemitraan yang berkelanjutan,” tandas Hardianto.

Dukungan atas inisiatif Garudafood juga datang dari dunia kampus. Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung Prof Tri Basuki Joewono menyatakan sudah saatnya dunia industri menerapkan prinsip usaha berkelanjutan. “Kami mendukung dan mendorong inovasi untuk menciptakan bumi yang lebih sehat, lebih nyaman dan lebih aman, bagi kita dan generasi yang akan datang.” (SG)

 

Sumber: mediaindonesia.com