MICE  

Inilah 4 Pemenang Festival Film Antikorupsi

Inilah 4 Pemenang Festival Film Antikorupsi

Anti Corruption Film Festival (Acffest) 2023 yang diselenggarakan Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK telah mengumumkan para pemenangnya pada Jumat malam, (8/12/2023) di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan. Tahun ini, ada dua kategori di Accfest, yakni film pendek ide cerita dan film pendek fiksi. Masing-masing kategori memiliki dua pemenang untuk jury prize dan film terbaik.

Pada kategori film pendek ide cerita, pemenang film terbaik diraih oleh film Kronik Puriwicara dari HRV Production Yogyakarta, dan jury prize diraih oleh film Hitler Mati di Surabaya garapan Sinematografi Unair Sidoarjo.

Pada kategori tersebut, ada 600 lebih proposal ide cerita yang masuk, lalu diseleksi menjadi 50 ide cerita, dan terakhir dipilih lima ide cerita yang mendapat dana produksi sebesar Rp30 juta serta mentoring. Juri kategori ini terdiri dari sutradara Sabrina Rochelle Kalangie dan produser Gita Fara.

Pada kategori film pendek fiksi, film terbaik dimenangkan oleh Air Mata Penyesalan produksi Sinema Media Kreatif Bekasi, dan jury prize dimenangkan oleh film Pelat Merah produksi Biro Perekonomian Sekretariat Provinsi Kalimantan Barat. Pada kategori ini, sutradara Rahabi Mandra dan sutradara Danial Rifki menjadi jurinya.

Pada malam penghargaan tersebut, juga diputar dua film terbaik dari masing-masing kategori. Produser film Kronik Puriwicara, Natasya Yovita mengatakan filmnya diproduksi selama dua hari, dengan mengangkat latar cerita pemilihan pemimpin baru di sebuah kerajaan dengan genre komedi musikal.

“Ide film kami sebenarnya berawal dari obrolan di aplikasi perpesanan. Kronik itu artinya catatan peristiwa dan Puriwicara itu artinya kerajaan yang menjunjung tinggi nilai musyawarah. Jadi dalam sebuah pemilihan wali kota baru, warga juga punya hak bersuara. Membahas tentang penyuapan dan pentingnya suara warga,” kata produser film Kronik Puriwicara Natasya Yovita saat dijumpai seusai malam anugerah di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (8/12).

Tahun ini, Acffest mengangkat tema Suaramu, Suara Kita, Suara Nurani. Acffest 2023 merupakan penyelenggaraan kesembilan kompetisi tahunan tersebut. Ketua KPK sementara Nawawi Pomolango yang baru ditunjuk Presiden Jokowi per 27 November untuk menggantikan posisi Firli Bahuri berharap melalui film para anak muda bisa mengenal nilai-nilai antikorupsi.

“Malam anugerah Acffest 2023 ini juga bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia). Terima kasih atas partisipasinya para sineas muda. Diharapkan Acffest juga bisa menjadi salah satu simbol antikorupsi masyarakat Indonesia dalam karya film,” kata Nawawi saat membuka malam anugerah Acffest 2023. (M-3)

Anti Corruption Film Festival (Acffest) 2023 yang diselenggarakan Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK telah mengumumkan para pemenangnya pada Jumat malam, (8/12/2023) di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan. Tahun ini, ada dua kategori di Accfest, yakni film pendek ide cerita dan film pendek fiksi. Masing-masing kategori memiliki dua pemenang untuk jury prize dan film terbaik.

Pada kategori film pendek ide cerita, pemenang film terbaik diraih oleh film Kronik Puriwicara dari HRV Production Yogyakarta, dan jury prize diraih oleh film Hitler Mati di Surabaya garapan Sinematografi Unair Sidoarjo.

Pada kategori tersebut, ada 600 lebih proposal ide cerita yang masuk, lalu diseleksi menjadi 50 ide cerita, dan terakhir dipilih lima ide cerita yang mendapat dana produksi sebesar Rp30 juta serta mentoring. Juri kategori ini terdiri dari sutradara Sabrina Rochelle Kalangie dan produser Gita Fara.

Pada kategori film pendek fiksi, film terbaik dimenangkan oleh Air Mata Penyesalan produksi Sinema Media Kreatif Bekasi, dan jury prize dimenangkan oleh film Pelat Merah produksi Biro Perekonomian Sekretariat Provinsi Kalimantan Barat. Pada kategori ini, sutradara Rahabi Mandra dan sutradara Danial Rifki menjadi jurinya.

Pada malam penghargaan tersebut, juga diputar dua film terbaik dari masing-masing kategori. Produser film Kronik Puriwicara, Natasya Yovita mengatakan filmnya diproduksi selama dua hari, dengan mengangkat latar cerita pemilihan pemimpin baru di sebuah kerajaan dengan genre komedi musikal.

“Ide film kami sebenarnya berawal dari obrolan di aplikasi perpesanan. Kronik itu artinya catatan peristiwa dan Puriwicara itu artinya kerajaan yang menjunjung tinggi nilai musyawarah. Jadi dalam sebuah pemilihan wali kota baru, warga juga punya hak bersuara. Membahas tentang penyuapan dan pentingnya suara warga,” kata produser film Kronik Puriwicara Natasya Yovita saat dijumpai seusai malam anugerah di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (8/12).

Tahun ini, Acffest mengangkat tema Suaramu, Suara Kita, Suara Nurani. Acffest 2023 merupakan penyelenggaraan kesembilan kompetisi tahunan tersebut. Ketua KPK sementara Nawawi Pomolango yang baru ditunjuk Presiden Jokowi per 27 November untuk menggantikan posisi Firli Bahuri berharap melalui film para anak muda bisa mengenal nilai-nilai antikorupsi.

“Malam anugerah Acffest 2023 ini juga bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia). Terima kasih atas partisipasinya para sineas muda. Diharapkan Acffest juga bisa menjadi salah satu simbol antikorupsi masyarakat Indonesia dalam karya film,” kata Nawawi saat membuka malam anugerah Acffest 2023. (M-3)

Sumber: mediaindonesia.com