MICE  

Ini Alasan MMIKSI Kenapa Mitsubishi XForce Tanpa Sunroof/Panoramic Roof

Ini Alasan MMIKSI Kenapa Mitsubishi XForce Tanpa Sunroof/Panoramic Roof

SEJAK awal diperkenalkan secara resmi di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 pada Agustus tahun lalu, Mitsubishi XForce telah berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia berkat desainnya yang revolusioner serta sederet fitur dan teknologi terbaru yang usungnya. Bahkan pada debut pedananya itu XForce berhasilk meraup lebih dari 1.100 SPK sepanjang pemeran berlangsung selama 11 hari.

Saat itu Mitsubishi XForce ditawarkan dalam dua pilihan varian, yaitu: XForce Ultimate CVT yang dibanderol Rp412,9 juta dan XForce Exceed CVT yang dibanderol Rp379,9 juta. Dengan banderol segitu, tidak sedikit yang menanyakan kenapa SUV kompak tersebut tidak dilengkapi dengan Sunroof atau Panoramic Roof.

Menanggapi hal itu, President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Atsushi Kurita menjelaskan mengapa perusahaannya tidak melengkapi XForce dengan sunroof maupun atap model transparan.

“Alasan mengapa kami tidak pakai, karena kami memiliki sistem audio premium dari Yamaha. Untuk mendapatkan performa yang baik dan ruangan yang nyaman akan sangat mungkin tanpa panoramic roof. Begitu juga dengan ruangan yang lebih lega. Makanya kami memilih untuk tidak memasang panoramic roof. Selain itu kami juga ingin mobil ini punya efisiensi bahan bakar yang baik,” ujar Kurita-san beberapa waktu lalu.

Seperti yang kita ketahui, Mitsubishi XForce dilengkapi dengan sistem audio istimewa yang dinamai Dynamic Sound Yamaha Premium. Seperti nama yang diusungnya, Mitsubishi secara khusus menggandeng spesialis audia profesional Yamaha dalam mengembangkan perangkat audio di dalam kabin XForce. Yamaha tidak hanya sekadar menempatkan 8 unit speaker di dalam kabin, tetapi juga menggarap sistem akustiknya agar suara terdengar optimal.

Menurut Kurita-san, urusan pemasangan panoramic roof sebenarnya bisa saja dilakukan, dan secara teknikal perusahaan tidak punya kesulitan untuk memasang panoramic roof. Namun jika dipasang di XForce, hal itu akan mengurangi akustik kendaraan. Intinya akan dibutuhkan penambahan peredam agar akustik tidak terganggu.

Pemasangan panoramic roof saja akan menambah bobot kendaraan, belum lagi jika harus ditambah peredam yang juga memiliki bobot yang tidak ringan. Sementara penambahan bobot, akan langsung berpengaruh pada konsumsi kendaraan.

“Kami punya mobil yang sudah dilengkapi dengan panoramic roof dan konsumsi bahan bakarnya sedikit terpengaruh karena penggunaan panoramic roof. Itu alasan kami akhirnya tidak menggunakan panoramic roof,” ujar Kurita-san.

Selain itu, Kurita-san juga menambahkan bahwa keberadaa panoramic roof akan membuat ruang kepala berkurang dan menjadi lebih rendah.

“Begitu juga dengan head clearance yang ada di dalam mobil. Jika ada panoramic roof maka ruangan kepala di mobil akan jadi berkurang. Jadi lebih pendek,” imbuhnya.

Meskipun demikian, pihak MMKSI selalu memperhatikan berbagai respons dari konsumen sebagai masukan. “Kami sekarang mencoba melakukan studi, jika memang diperlukan ke depannya kami bisa saja memasang panoramic roof. Hanya saja itu akan sangat berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Selain itu kami juga perlu mempelajari apakah Yamaha audio akan terpengaruh oleh kondisi pemasangan panoramic roof.” tutup Atsushi Kurita. (S-3)

SEJAK awal diperkenalkan secara resmi di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 pada Agustus tahun lalu, Mitsubishi XForce telah berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia berkat desainnya yang revolusioner serta sederet fitur dan teknologi terbaru yang usungnya. Bahkan pada debut pedananya itu XForce berhasilk meraup lebih dari 1.100 SPK sepanjang pemeran berlangsung selama 11 hari.

  

Saat itu Mitsubishi XForce ditawarkan dalam dua pilihan varian, yaitu: XForce Ultimate CVT yang dibanderol Rp412,9 juta dan XForce Exceed CVT yang dibanderol Rp379,9 juta. Dengan banderol segitu, tidak sedikit yang menanyakan kenapa  SUV kompak tersebut tidak dilengkapi dengan Sunroof atau Panoramic Roof.

Menanggapi hal itu, President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Atsushi Kurita menjelaskan mengapa perusahaannya tidak melengkapi XForce dengan sunroof maupun atap model transparan.

“Alasan mengapa kami tidak pakai, karena kami memiliki sistem audio premium dari Yamaha. Untuk mendapatkan performa yang baik dan ruangan yang nyaman akan sangat mungkin tanpa panoramic roof. Begitu juga dengan ruangan yang lebih lega. Makanya kami memilih untuk tidak memasang panoramic roof. Selain itu kami juga ingin mobil ini punya efisiensi bahan bakar yang baik,” ujar Kurita-san beberapa waktu lalu. 

 

Seperti yang kita ketahui, Mitsubishi XForce dilengkapi dengan sistem audio istimewa yang dinamai Dynamic Sound Yamaha Premium. Seperti nama yang diusungnya, Mitsubishi secara khusus menggandeng spesialis audia profesional Yamaha dalam mengembangkan perangkat audio di dalam kabin XForce. Yamaha tidak hanya sekadar menempatkan 8 unit speaker di dalam kabin, tetapi juga menggarap sistem akustiknya agar suara terdengar optimal.   

Menurut Kurita-san, urusan pemasangan panoramic roof sebenarnya bisa saja dilakukan, dan secara teknikal perusahaan tidak punya kesulitan untuk memasang panoramic roof. Namun jika dipasang di XForce, hal itu akan mengurangi akustik kendaraan. Intinya akan dibutuhkan penambahan peredam agar akustik tidak terganggu. 

Pemasangan panoramic roof saja akan menambah bobot kendaraan, belum lagi jika harus ditambah peredam yang juga memiliki bobot yang tidak ringan. Sementara penambahan bobot, akan langsung berpengaruh pada konsumsi kendaraan.

“Kami punya mobil yang sudah dilengkapi dengan panoramic roof dan konsumsi bahan bakarnya sedikit terpengaruh karena penggunaan panoramic roof. Itu alasan kami akhirnya tidak menggunakan panoramic roof,” ujar Kurita-san.

Selain itu, Kurita-san juga menambahkan bahwa keberadaa panoramic roof akan membuat ruang kepala berkurang dan menjadi lebih rendah. 

“Begitu juga dengan head clearance yang ada di dalam mobil. Jika ada panoramic roof maka ruangan kepala di mobil akan jadi berkurang. Jadi lebih pendek,” imbuhnya.

Meskipun demikian, pihak MMKSI selalu memperhatikan berbagai respons dari konsumen sebagai masukan. “Kami sekarang mencoba melakukan studi, jika memang diperlukan ke depannya kami bisa saja memasang panoramic roof. Hanya saja itu akan sangat berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Selain itu kami juga perlu mempelajari apakah Yamaha audio akan terpengaruh oleh kondisi pemasangan panoramic roof.” tutup Atsushi Kurita. (S-3)

Sumber: mediaindonesia.com