MICE  

Indo Mega Vision Luncurkan GEAR VLab, Atasi Kesenjangan Digital Dunia Pendidikan

Indo Mega Vision Luncurkan GEAR VLab, Atasi Kesenjangan Digital Dunia Pendidikan

KESULITAN lembaga pendidikan di Indonesia mendapat akses internet dan hemat biaya listrik mulai mendapat jalan keluar. Adalah PT Indo Mega Vision yang meluncurkan GEAR VLab, platform laboratorium virtual inovatif untuk memberdayakan lembaga pendidikan.

“Dengan GEAR VLab lembaga pendidikan yang memiliki anggaran terbatas bisa tetap mengadopsi teknologi digital dan mengikuti perkembangan dunia,” ujar Presiden Direktur PT Indo Mega Vision, Sugiyanto Sutikno, di Bandung, Kamis (14/12).

PT Indo Mega Vision, produsen solusi teknologi digital, itu, meluncurkan produknya pada saat yang kritis, ketika kesenjangan digital dalam pendidikan semakin nyata akibat pandemi covid-19.

“Pemerintah Indonesia telah mengakui urgensi untuk mengatasi masalah ini, karena akses yang tidak merata terhadap teknologi digital dan pendidikan berkualitas telah diperburuk. Ini mempengaruhi siswa di komunitas rentan dan kelompok populasi miskin,” tambah Sugiyanto.

GEAR VLab, lanjutnya, bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah dengan menyediakan solusi hemat biaya. Ini memungkinkan sekolah untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum mereka tanpa infrastruktur yang mahal.

Dia menambahkan platform ini menawarkan berbagai alat dan sumber daya virtual yang mensimulasikan lingkungan laboratorium dunia nyata, memungkinkan siswa untuk melakukan eksperimen dan mempelajari konsep-konsep kompleks melalui pengalaman digital interaktif.

Pada kesempatan yang sama, Vice President Strategic Partnership PT Tera Data Indonusa tbk ( Axioo), Timotius Theopelus menambahkan, produk yang sama juga diluncurkan Axioo dengan nama Axio Ezylin Server.

“GEAR VLab dan Axio Ezylin Server, keduanya merupakan produk yang memberikan solusi digital. Keduanya merupakan produk dengan harga terjangkau, spesifikasi tinggi, hemat listrik dan pemeliharaan mudah,” tambahnya.


Lebih hemat


Sugiyanto juga memastikan GEAR VLab sudah dilengkapi dengan sejumlah konten yang dibutuhkan tanpa harus terkonkesi dengan internet berlama-lama.

“Kami terus mengembangkan konten di dalamnya. GEAR VLab sangat cocok digunakan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bahkan dimulai dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP),” tandasnya.

Platform ini, lanjut dia, dipastikan hemat listrik, hemat tempat dan mengatasi kesulitan terkoneksi dengan internet. Dia mampu mengurangi kebutuhan akan banyak mesin fisik, sehingga menurunkan biaya keseluruhan sampai dengan 30%.

Sugiyanto menambahkan GEAR VLab adalah sistem canggih yang memanfaatkan kemampuan Teknologi Virtualisasi Intel (IDV) untuk merevolusi cara komputer digunakan dalam pengaturan pendidikan. Dengan memanfaatkan IDV, GEAR VLab menciptakan lingkungan komputasi virtual yang dinamis dan efisien yang memungkinkan beberapa sistem operasi berjalan secara bersamaan pada satu mesin.

“Teknologi ini, mengubah CPU agar bertindak seolah-olah ada beberapa komputer independen, memberikan fleksibilitas bagi berbagai aplikasi pendidikan untuk beroperasi secara bersamaan tanpa gangguan,” tandasnya.

Dengan GEAR VLab, tambah dia, PT Indo Mega Vision mendukung pendidikan inklusif, memastikan bahwa semua siswa, terlepas dari lokasi geografis atau status ekonomi mereka, memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang di dunia digital. Platform ini mudah digunakan dan dapat diakses, hanya memerlukan koneksi internet dasar untuk memberikan pengalaman pendidikan yang komprehensif. (SG)

KESULITAN lembaga pendidikan di Indonesia mendapat akses internet dan hemat biaya listrik mulai mendapat jalan keluar. Adalah PT Indo Mega Vision yang meluncurkan GEAR VLab, platform laboratorium virtual inovatif untuk memberdayakan lembaga pendidikan.

“Dengan GEAR VLab lembaga pendidikan yang memiliki anggaran terbatas bisa tetap mengadopsi teknologi digital dan mengikuti perkembangan dunia,” ujar Presiden Direktur PT Indo Mega Vision, Sugiyanto Sutikno, di Bandung, Kamis (14/12).

PT Indo Mega Vision, produsen solusi teknologi digital, itu, meluncurkan produknya pada saat yang kritis, ketika kesenjangan digital dalam pendidikan semakin nyata akibat pandemi covid-19.

“Pemerintah Indonesia telah mengakui urgensi untuk mengatasi masalah ini, karena akses yang tidak merata terhadap teknologi digital dan pendidikan berkualitas telah diperburuk. Ini mempengaruhi siswa di komunitas rentan dan kelompok populasi miskin,” tambah Sugiyanto.

GEAR VLab, lanjutnya, bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah dengan menyediakan solusi hemat biaya. Ini memungkinkan sekolah untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum mereka tanpa infrastruktur yang mahal.

Dia menambahkan platform ini menawarkan berbagai alat dan sumber daya virtual yang mensimulasikan lingkungan laboratorium dunia nyata, memungkinkan siswa untuk melakukan eksperimen dan mempelajari konsep-konsep kompleks melalui pengalaman digital interaktif.

Pada kesempatan yang sama,  Vice President Strategic Partnership PT Tera Data Indonusa tbk ( Axioo), Timotius Theopelus menambahkan, produk yang sama juga diluncurkan Axioo dengan nama Axio Ezylin Server.

“GEAR VLab dan Axio Ezylin Server, keduanya merupakan produk yang memberikan solusi digital. Keduanya merupakan produk dengan harga terjangkau, spesifikasi tinggi, hemat listrik dan pemeliharaan mudah,” tambahnya.


Lebih hemat


Sugiyanto juga memastikan GEAR VLab sudah dilengkapi dengan sejumlah konten yang dibutuhkan tanpa harus terkonkesi dengan internet berlama-lama.

“Kami terus mengembangkan konten di dalamnya. GEAR VLab sangat cocok digunakan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bahkan dimulai dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP),” tandasnya.

Platform ini, lanjut dia, dipastikan hemat listrik, hemat tempat dan mengatasi kesulitan terkoneksi dengan internet. Dia mampu mengurangi kebutuhan akan banyak mesin fisik, sehingga menurunkan biaya keseluruhan sampai dengan 30%.

Sugiyanto menambahkan GEAR VLab adalah sistem canggih yang memanfaatkan kemampuan Teknologi Virtualisasi Intel (IDV) untuk merevolusi cara komputer digunakan dalam pengaturan pendidikan. Dengan memanfaatkan IDV, GEAR VLab menciptakan lingkungan komputasi virtual yang dinamis dan efisien yang memungkinkan beberapa sistem operasi berjalan secara bersamaan pada satu mesin.

“Teknologi ini,  mengubah CPU agar bertindak seolah-olah ada beberapa komputer independen, memberikan fleksibilitas bagi berbagai aplikasi pendidikan untuk beroperasi secara bersamaan tanpa gangguan,” tandasnya.

Dengan GEAR VLab, tambah dia, PT Indo Mega Vision mendukung pendidikan inklusif, memastikan bahwa semua siswa, terlepas dari lokasi geografis atau status ekonomi mereka, memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang di dunia digital. Platform ini mudah digunakan dan dapat diakses, hanya memerlukan koneksi internet dasar untuk memberikan pengalaman pendidikan yang komprehensif. (SG)

 

Sumber: mediaindonesia.com