MICE  

Harlah Seabad NU di Purbalingga, Jajaran PBNU Silaturahmi ke Ponpes Roudlotus Sholichiin

JAJARAN Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) keluarga Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, yakni Ponpes Roudlotus Sholichiin Sukawarah di Karanganyar, Purbalingga, Jateng.

Ponpes Roudlorus Sholichiin didirikan oleh ulama kharismatik KH Hisyam Abdul Karim, kakek Siti Atiqoh yang merupakan istri Ganjar Pranowo. Saat ini, Ponpes yang berdiri sejak tahun 1929 itu diasuh generasi ketiga, yakni KH Achmad Musta’id Billah yang merupakan paman dari Siti Atikoh.

Kunjungan PBNU yang diwakili Wakil Sekretaris Jendral Isfandiari Mahbub Djunaidi itu merupakan rangkaian peringatan harlah satu abad NU di Purbalingga. Pengurus PBNU, PWNU Jateng, dan PCNU Purbalingga yang hadir melakukan ramah tamah dengan ratusan santri dan nahdliyin.

“Mbah Hisyam punya banyak sekali keturunan beliau yang menjadi orang-orang terpenting,” kata Isfandiari, ditemui usai ramah tamah di lokasi, dikutip Senin (6/2/2023).

Isfandiari pun memuji perjuangan KH Hisyam Abdul Karim dalam berkhidmat di NU, terutama di wilayah Purbalingga. Menurut Isfandiari, KH Hisyam yang merupakan mertua Ganjar apranowo sangat berperan di awalpergerakan NU.

“Purbalingga ini banyak sekali kiai kharismatik yang memang dalam tanda kutip agak dilupakan oleh sejarah, salah satunya Mbah Hisyam. Nah, Mbah Hisyam ini dalam peradaban NU, di awal pergerakan NU memang sangat berperan dari jabatan Rais ‘Aam nya sangat berperan,” lanjutnya.

Lebih lanjut Isfandiari mengungkapkan, dari ramah tamah yang diceritakan, dijelaskan bahwa KH Hisyam pernah mendapat hadiah kitab Al Muwattha’ dari Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari. Dalam ramah tamah itu, kata Isfandiari, disebutkan bahws KH Hisyam dekat dengan KH Hasyim.

“Dan (Mbah Hisyam) salah satu yang dekat dengan Mbah Hasyim juga. Sehingga memang ada suatu kisah beliau dihadiahi kitab oleh Mbah Hasyim untuk meneruskan syiar kepada nahdliyin,” ungkapnya.

“Jadi itu yang menjadi salah satu yang harus nahdliyin muda para generasi z bisa mensuri-tauladani sepak terjangnya beliau. Itu kesan saya tentang Mbah Hisyam, sehingga legasinya tetap ada di kalangan nahdliyin dan diteruskan semua kalangan,” sambung Isfandiari.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Roudlorus Sholichiin KH Achmad Musta’id Billah menuturkan, kehadiran jajaran pengurus NU di Ponpes tersebut adalah sebuah anugerah. Menurut KH Achmad, silaturahmi kali ini adalah momentum yang mampu memberikan spirit bagi seluruh warga nahdliyin.

“Sulit diungkapkan bahwa kehadiran jajaran pengurus NU pusat dan cabang dalam rangka memeringati satu abad Nahdlatul Ulama membuat kami terharu sekaligus membanggakan. Semoga menjadi spirit bagi semua warga nahdliyin saat ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pesantren Roudlotus Sholichiin Sukawarah merupakan salah satu pesantren tertua yang didirikan oleh KH Hisyam Abdul Karim pada tahun 1929.

Pada masa perjuangan merebut kemerdekaan, Ponpes Roudlotush Sholichiin, bukan sekadar menjadi tempat mengaji berbagai macam kitab karya ulama-ulama salaf, tapi juga jadi ruang konsolidasi sekaligus tempat pengkaderan para pejuang Tanah Air melawan penjajah. (OL-13)

Sumber: mediaindonesia.com