MICE  

Finerenone, Harapan Baru Pasien Penyakit Ginjal Kronis

Finerenone, Harapan Baru Pasien Penyakit Ginjal Kronis

FINERENONE dinilai merupakan obat baru yang mampu membantu menangani penyakit ginjal kronis (PGK). Obat ini bisa membantu menghambat progresivitas dari penyakit ginjal kronis.

Berdasarkan penelitian The American Society of Nephrology (AS) Kidney Week 2021, terapi dengan finerenone mampu menurunkan risiko progresi PGK pada pasien diabetes tipe 2, serta menunjukkan penurunan kebutuhan dialisis (cuci darah) sebesar 36 persen. Finerenone mampu mencegah munculnya inflamasi dan fibrosis pada ginjal, yang merupakan faktor utama kerusakan struktur permanen ginjal yang berujung pada gagal ginjal dan cuci darah bagi pasien PGK dengan diabetes tipe 2.

Finerenone yang telah mendapat izin edar di Indonesia sejak 2023 dan baru diluncurkan 15 Januari 2024 itu merupakan inovasi dari Bayer, perusahaan global dengan kompetensi di bidang life science terkait kesehatan dan nutrisi. Jeff Lai, Country Division Head Pharmaceuticals Bayer Indonesia menjelaskan sejalan dengan visi Bayer: Health for All, Hunger for None, pihaknya berkomitmen meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pasien.

“Hadirnya Finerenone sebagai obat inovatif bertujuan mencegah progresi sejak dini pada pasien PGK dengan Diabetes tipe 2. PGK pada pasien Diabetes tipe 2 tahap lanjut dapat berakibat gagal ginjal dan cuci darah. Kondisi ini akan menjadi beban ekonomi yang sangat berat bagi pasien dan keluarga mereka,” jelas Jeff Lain, dalam keterangan yang diterima, Senin (15/1).

Sedangkan Dr. Dewi Muliatin Santoso, Head of Medical Dept. Pharmaceutical Division PT Bayer Indonesia menjelaskan Finerenone merupakan pengobatan inovatif yang disetujui secara global dan Indonesia untuk mengatasi tingginya risiko perburukkan ginjal pada pasien PGK dengan Diabetes tipe 2. “Obat ini secara khusus menargetkan penurunan risiko inflamasi dan fibrosis, yang menjadi keunggulan utama pengobatan ini, khususnya bagi pasien PGK dengan Diabetes tipe 2,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH mengatakan penyebab utama progresi pada PGK pada pasien Diabetes tipe 2 adalah terjadinya inflamasi dan fibrosis pada ginjal. Disebutkan, ketika mengalami fibrosis, artinya ada kegagalan dari respon fungsi penyembuhan dan perbaikan yang ada pada ginjal. Sehingga, progresi menuju gagal ginjal akan semakin cepat.

“Tiga efek gabungan yang dapat memperburuk PGK adalah faktor metabolik, hemodinamik, serta inflamasi & fibrosis. Sejauh ini, obat-obatan PGK yang sudah ada lebih menargetkan faktor hemodinamik dan metabolik,” ujarnya. (RO/R-2)

FINERENONE dinilai merupakan obat baru yang mampu membantu menangani penyakit ginjal kronis (PGK). Obat ini bisa membantu menghambat progresivitas dari penyakit ginjal kronis.

Berdasarkan penelitian The American Society of Nephrology (AS) Kidney Week 2021, terapi dengan finerenone mampu menurunkan risiko progresi PGK pada pasien diabetes tipe 2, serta menunjukkan penurunan kebutuhan dialisis (cuci darah) sebesar 36 persen. Finerenone mampu mencegah munculnya inflamasi dan fibrosis pada ginjal, yang merupakan faktor utama kerusakan struktur permanen ginjal yang berujung pada gagal ginjal dan cuci darah bagi pasien PGK dengan diabetes tipe 2.

Finerenone yang telah mendapat izin edar di Indonesia sejak 2023 dan baru diluncurkan 15 Januari 2024 itu merupakan inovasi dari Bayer, perusahaan global dengan kompetensi di bidang life science terkait kesehatan dan nutrisi. Jeff Lai, Country Division Head Pharmaceuticals Bayer Indonesia menjelaskan sejalan dengan visi Bayer: Health for All, Hunger for None, pihaknya berkomitmen meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pasien.

“Hadirnya Finerenone sebagai obat inovatif bertujuan mencegah progresi sejak dini pada pasien PGK dengan Diabetes tipe 2. PGK pada pasien Diabetes tipe 2 tahap lanjut dapat berakibat gagal ginjal dan cuci darah. Kondisi ini akan menjadi beban ekonomi yang sangat berat bagi pasien dan keluarga mereka,” jelas Jeff Lain, dalam keterangan yang diterima, Senin (15/1).

 

Sedangkan Dr. Dewi Muliatin Santoso, Head of Medical Dept. Pharmaceutical Division PT Bayer Indonesia menjelaskan Finerenone merupakan pengobatan inovatif yang disetujui secara global dan Indonesia untuk mengatasi tingginya risiko perburukkan ginjal pada pasien PGK dengan Diabetes tipe 2. “Obat ini secara khusus menargetkan penurunan risiko inflamasi dan fibrosis, yang menjadi keunggulan utama pengobatan ini, khususnya bagi pasien PGK dengan Diabetes tipe 2,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH mengatakan penyebab utama progresi pada PGK pada pasien Diabetes tipe 2 adalah terjadinya inflamasi dan fibrosis pada ginjal. Disebutkan, ketika mengalami fibrosis, artinya ada kegagalan dari respon fungsi penyembuhan dan perbaikan yang ada pada ginjal. Sehingga, progresi menuju gagal ginjal akan semakin cepat.

“Tiga efek gabungan yang dapat memperburuk PGK adalah faktor metabolik, hemodinamik, serta inflamasi & fibrosis. Sejauh ini, obat-obatan PGK yang sudah ada lebih menargetkan faktor hemodinamik dan metabolik,” ujarnya. (RO/R-2)

Sumber: mediaindonesia.com